[email protected] 0251-8240773
Informasi

Prodi Akuakultur dan Himpunan Mahasiswa Perikanan UNIDA Berkolaborasi Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan Perairan

Menjalin kolaborasi antara Program Studi (Prodi) dan himpunan mahasiswa sangat dibutuhkan demi terciptanya kualitas Prodi. Oleh karena itu, Prodi Akuakultur Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) dan Himpunan Mahasiswa Perikanan UNIDA (Himarida) bersinergi melaksanakan kegiatan bersama.

 

Kegiatan yang digarap bersama ini menjadi penting untuk terciptanya keharmonisan dan selaras dengan tujuan Prodi. Kegiatan yang dikemas epik antara fieldtrip, praktikum, karakter cinta lingkungan dan wisata menjadi sebuah kebutuhan. Prodi Akuakultur FAPERTA UNIDA yang didukung penuh oleh Himarida dengan tagline ”Bersama Himarida Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan”, sederhana namun bermakna tinggi. Kegiatan diselanggarakan pada hari Jumat-Sabtu, 16-17 Juni 2023 di Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil Kab. Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

 

Tujuan kegiatan ini adalah menanamkan jiwa kepedulian terhadap lingkungan perairan khususnya laut dan pesisir. Diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan ini dapat memperkuat karakter mahasiswa untuk peduli terhadap lingkungan perairan dengan melakukan tindakan konservasi baik secara pribadi ataupun komunitas. Kegiatan ini akan menjadi stimulus munculnya inspirasi mahasiswa dalam mengembangkan inovasi menjadi agen pelestari lingkungan perairan.

 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan yang diselenggarakan yakni antara lain coaching langsung oleh KaProdi Akuakultur FAPERTA UNIDA Dr. Eko Rini Farastuti, M.Si. Aktualisasi generasi peduli lingkungan perairan dilakukan dengan kegiatan awal penanaman mangrove di pesisir Pulau Tidung Besar pada hari Jumat, 16 Juni 2023. Kegiatan ini langsung dipantau oleh tim Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL). Pada kesempatan ini, ketua pelaksana kegiatan adalah Abig Razali Yusuf Rambe menyampaikan bahwa dengan melakukan penanaman secara langsung berarti melakukan kontribusi langsung dalam perlindungan lingkungan. Kegiatan selanjutnya dilakukan pada tanggal 17 Juni 2023 diawali dengan praktikum plankonologi dan snorkling sebagai titik awal membangun persepsi pentingnya perlindungan lingkungan perairan.  

 

Kegiatan selanjutnya adalah melakukan interaksi langsung yaitu konservasi nemo dengan mengunjungi budidaya nemo yang dikelola oleh PBKL yang berlokasi di Pulau Tidung kecil. Kunjungan ini langsung diterima oleh Bapak Dedi sebagai penanggungjawab lapangan budidaya nemo di PBKL. Pada kesempatan ini peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dibuktikan dengan interaksi yang intens dengan Bapak Dedi yang menjelaskan secara lengkap. Disampaikan bahwa budidaya nemo di PBKL bertujuan untuk menyediakan benih dalam kegiatan restocking khususnya untuk konservasi di perairan Kepulauan Seribu.

 

Pemilihan nemo sebagai komoditi PBKL didasarkan pada kebutuhan ekologi (sinergi dengan taman terumbu karang) dan termasuk ikan hias air laut ekonomis penting. Pada penjelasan yang disampaikan bahwa restocking disebar pada wilayah taman terumbu karang sebagai upaya menyeimbangkan ekosistem terumbu karang agar tetap terjaga. Menurut penjelasan penanggungjawab budidaya yang dikembang di PBKL masih memiliki survival rate (SR) yang rendah sehingga membutuhkan input dari akademisi untuk membantu dalam mengatasi persoalan lapangan. Apalagi di PBKL juga memiliki rencana mengembangkan ke komoditi lain seperti kuda laut yang merupakan kelompok famili Syngnathidae.

 

Salah satu dosen yang mendampingi kegiatan ini adalah Dr. Eko Rini Farastuti, M.Si yang juga Ketua Prodi Akuakultur FAPERTA UNIDA adalah pakar kuda laut. Kegiatan yang awalnya kegiatan wujud dari peduli lingkungan berkembang menjadi peluang kerja sama yang akan ditindaklanjuti dengan beberapa kegiatan mahasiswa seperti praktek lapangan dan penelitian skripsi. Disampaikan dalam kesempatan yang sama Bapak Dedi menyambut dengan gembira peluang-peluang kerja sama dengan Prodi Akuakultur FAPERTA UNIDA yang dapat mengembangkan  BPKL khususnya divisi konservasi.

 

Selain nemo, pada bidang konservasi juga terdapat edukasi perlindungan penyu sisik biasa dikenal dengan Hawksbill Turtle (Eretmochelys imbricata). Di area konservasi ini terdapat penyu sisik yang dipelihara sebagai sarana edukasi terhadap masyarakat. Dalam proses pelestariannya dilakukan penangkaran di pulau-pulau sekitar Pulau Tidung, sedangkan di Pulau Tidung Kecil hanya bersifat edukasi.

 

Pentingnya dilakukan edukasi, karena penyu jenis ini telah berstatus terancam punah dan masuk IUCN Red List Critically Endangered (CR). Hal ini disebabkan karena meningkatnya konsumsi telur di masyarakat dan pemanfaatan kulit penyu serta meningkatnya pencemaran laut. Bertambahnya pengetahuan tentang upaya-upaya perlindungan lingkungan di kalangan mahasiswa akan semakin memperkuat upaya dalam menjaga lingkungan.

 

Kegiatan diakhiri dengan diskusi ringan peserta fieltrip dan dosen tentang seputar Prodi Akuakultur FAPERTA UNIDA dan pelestarian lingkungan perairan.

 

”Kolaborasi dan sinergi yang baik akan mampu mendorong meningkatnya inovasi dan prestasi mahasiswa dan Prodi. Semoga generasi peduli lingkungan selalu memberikan manfaat bagi lingkungan dan umat,” ujar Dr. Eko Rini Farastuti, M.Si, Kaprodi Akuakultur FAPERTA UNIDA.