[email protected] 0251-8240773
Berita

Prodi Sains Komunikasi FISIP UNIDA Hadirkan Wartawan Metropolitan.id dalam Program Praktisi Mengajar

Program Studi Sains Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan Program Praktisi Mengajar melalui mata kuliah Bahasa Jurnalistik. Kegiatan ini menghadirkan Ahmad Jiddan, S.I.Kom, wartawan sekaligus videografer Metropolitan.id, dan dilaksanakan pada Kamis (18/12/2025) di Ruang F.203 FISIP UNIDA.

Ahmad Jiddan yang merupakan alumni Program Studi Sains Komunikasi FISIP UNIDA angkatan 2018 menyampaikan materi bertajuk “Kata, Berita, dan Dunia Maya”. Dalam pemaparannya, ia mengulas praktik jurnalistik di era digital, mulai dari peran kata dalam membentuk berita hingga dinamika dan tantangan kerja wartawan di lapangan.

Ketua Program Studi Sains Komunikasi FISIP UNIDA, Drs. Undang Suryatna, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Ia berharap mahasiswa mampu menyerap materi dengan baik, sehingga mahasiswa dapat memperoleh gambaran nyata mengenai praktik jurnalistik, termasuk tantangan, etika, dan realitas kerja wartawan sebagai bekal menghadapi dunia kerja ke depan.

“Pemateri merupakan alumni yang telah terjun langsung ke dunia jurnalistik profesional. Kami berharap mahasiswa dapat menyerap materi dengan baik sebagai bekal menghadapi dunia kerja ke depan,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Ahmad Jiddan menekankan pentingnya penguasaan keterampilan dasar bagi calon jurnalis. Menurutnya, rasa percaya diri dan keberanian menjadi modal utama karena wartawan akan berhadapan dengan berbagai karakter narasumber. Selain itu, pemahaman unsur 5W+1H menjadi hal mendasar dalam menyusun tulisan jurnalistik secara runtut dan logis.

“Untuk menjadi wartawan, minimal kita harus memahami 5W+1H agar mampu merangkai tulisan dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga membagikan pengalaman selama berkarier sebagai jurnalis serta menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Serendah apa pun jurnalis, ketika berhadapan dengan presiden kita setara dengan presiden, begitu pula saat berhadapan dengan tukang becak,” tuturnya.

Dalam sesi diskusi, Ahmad Jiddan turut menjelaskan tantangan profesi wartawan menanggapi pertanyaan dari Listya Eka Putri, mahasiswi Sains Komunikasi, mengenai pengalaman paling berat selama menjalani profesi tersebut. Menurutnya, fleksibilitas waktu kerja menjadi tantangan tersendiri.

“Jam kerja wartawan sangat fleksibel. Tengah malam pun masih bisa bekerja, dan tetap harus siap di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa FISIP UNIDA, Khalil Alkhairi, menilai perkuliahan Bahasa Jurnalistik kali ini memberikan pengalaman yang berbeda.

“Perkuliahan Bahasa Jurnalistik terasa lebih berkesan karena diisi langsung oleh praktisi wartawan yang juga alumni FISIP,” ujarnya.