Prof. Endeh Suhartini Dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Ketenagakerjaan, Srikandi Asli UNIDA yang Raih Gelar Profesor
Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menorehkan prestasi dengan melahirkan guru besar baru. Kali ini, Prof. Dr. Hj. Endeh Suhartini Syurdi, S.H., M.H., CCD., CIM., CBLC., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum Ketenagakerjaan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Nomor 512/M/KPT.KP/2025. Pencapaian ini sekaligus menjadikannya Srikandi asli UNIDA yang menempuh pendidikan dan mengabdi di UNIDA hingga berhasil meraih gelar profesor.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh berbagai tamu undangan dari unsur pemerintah, akademisi, hingga tokoh nasional. Hadir diantaranya Anggota DPR RI Dr. H. Mulyadi, M.M.A, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus alumni UNIDA H. Dedi Aroza, S.Ag., M.Si, Mayjen TNI Achmad Adipati Karna Widjaja, PSCJ., M.M yang merupakan salah satu anggota Dewan Penyantun UNIDA, perwakilan dari Bupati Bogor dan Wali Kota Bogor, serta para Guru Besar dan Rektor dari perguruan tinggi mitra.
Turut hadir pula Dr. A. Jaka Santos Adiwijaya, S.H., LLM yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Ketua Majelis Pengawas Daerah Notaris Kota dan Kabupaten Bogor, perwakilan APPTHI, Ketua Ikatan Alumni UNIDA, Ketua KADIN Kabupaten Bogor, serta Pro-Chancellor UNIDA juga turut hadir dalam rangkaian acara prosesi pengukuhan yang dilangsungkan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Djuanda pada Rabu, 7 Mei 2025, di Aula Gedung C UNIDA, Bogor.
Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut dan mengapresiasi kontribusi Prof. Endeh dalam pengembangan keilmuan serta peningkatan kualitas kelembagaan di UNIDA. Kiprahnya dikenal luas melalui kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang konsisten, serta berbagai jabatan struktural strategis yang pernah diemban.
“Prof. Dr. Endeh Suhartini, S.H., M.H., adalah sosok akademisi yang telah mengukir dedikasi selama lebih dari 25 tahun di bidang Hukum Ketenagakerjaan. Beliau tidak hanya menjadi pionir dalam kajian hukum normatif, tetapi juga aktif meneliti dinamika hubungan industrial di tengah arus globalisasi dan revolusi industri 4.0,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UNIDA Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I mengatakan bahwa UNIDA patut berbangga atas kiprah Prof. Endeh yang telah mengharumkan nama almamater sekaligus membuktikan bahwa putri daerah dapat berdiri sejajar di panggung tertinggi akademik Indonesia.
“Bagi kami, Prof. Endeh adalah Srikandi UNIDA yang menjadi inspirasi dan teladan bagi seluruh insan UNIDA,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. H. Mulyadi, M.M.A, anggota DPR RI Periode 2024-2029 yang hadir memberikan sambutan mewakili keluarga mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas pencapaian sang kakak.
“Hari ini saya menangis, Bu Rektor, Pak Chancellor, karena terharu. Prof. Endeh, yang merupakan kakak saya, dikukuhkan sebagai profesor. Kami ini anak-anak desa, berasal dari Jonggol. Maka ini adalah kebanggaan luar biasa,” tuturnya.
Dr. H. Mulyadi, M.M.A juga menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar momen ini dapat memberi dampak positif bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di UNIDA.
“Sebagai bagian dari keluarga, kami mengucapkan terima kasih. Tentu ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi para putra-putri yang sedang belajar di sini, bahwa kita semua bisa belajar, bisa tumbuh, dan menjadi lebih baik. Semoga Allah SWT memudahkan segala perjuangan kita,” sambungnya.
Dr. H. Mulyadi, M.M.A turut menegaskan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membentuk jati diri bangsa, sekaligus mengapresiasi komitmen UNIDA dalam mengemban nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.
"UNIDA adalah universitas yang benar-benar menjalankan amanah para pendiri bangsa. Mengapa demikian? Karena bangsa ini harus dibangun terlebih dahulu jiwanya, baru kemudian fisiknya. Jika pembangunan hanya berorientasi pada aspek fisik semata, saya khawatir pada titik tertentu justru dapat membawa dampak yang membahayakan. Bismillah, semoga UNIDA menjadi universitas yang membanggakan dan turut menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Adapun pada kesempatan ini, Prof. Endeh menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Dinamika Kepastian Hukum Pekerja Migran Indonesia dalam Upaya Peningkatan Upah untuk Kesejahteraan." Dalam orasinya, Prof. Endeh menyoroti pentingnya perlindungan hukum yang menyeluruh terhadap pekerja migran Indonesia pada tiga tahapan hubungan kerja, yakni pra-kerja, selama bekerja, dan pasca-kerja.
“Bekerja bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga hak konstitusional warga negara untuk memperoleh penghidupan yang layak,” ujar Prof. Endeh.
Sekilas Prof. Endeh, Sosok Akademisi dan Pengabdi
Prof. Endeh lahir di Jonggol, Kabupaten Bogor, dari keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan pendidikan. Ayahandanya, H. Muhammad Syurdi, merupakan seorang Kepala Desa di Jonggol yang dikenal sebagai sosok teladan dalam mengabdi kepada masyarakat.
Sejak usia dini, Prof. Endeh telah menunjukkan tekad yang kuat dalam menempuh pendidikan. Perjalanan akademiknya dimulai dari SDN 1 Jonggol, kemudian berlanjut hingga jenjang sarjana dan magister yang ia selesaikan di UNIDA. Komitmennya terhadap ilmu pengetahuan membawanya meraih gelar doktor di Universitas Sebelas Maret, Solo, dengan predikat cum laude.
Meniti karir dari posisi asisten dosen, Prof. Endeh dikenal sebagai akademisi tangguh dan pemimpin berdedikasi. Ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum selama tiga periode, serta menduduki berbagai posisi strategis lainnya seperti Wakil Rektor dan kini sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA. Di bidang penelitian, Prof. Endeh menempati posisi 18 besar peneliti terproduktif di UNIDA dengan publikasi yang tersebar di jurnal nasional dan internasional, termasuk 8 artikel terindeks Scopus.
Tak hanya di ranah akademik, Prof. Endeh juga aktif dalam pengabdian masyarakat dan profesionalisme hukum. Ia berperan sebagai tenaga ahli di berbagai instansi pemerintahan, DPRD, BAPPEDA, hingga Kepolisian, serta menjadi anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris Kota dan Kabupaten Bogor sejak 2014. Ia juga tercatat aktif dalam berbagai organisasi, baik organisasi keprofesian, keilmuan, maupun organisasi sosial kemasyarakatan.
Prof. Endeh dikenal sebagai figur muslimah inspiratif yang konsisten dalam kegiatan ketauhidan dan sosial, terutama dalam menyantuni kaum dhuafa. Gelar profesor yang kini disandangnya merupakan buah dari ketekunan, integritas, dan pengabdian tulus bagi masyarakat.