Program Magang Studi Independen Bersertifikat Batch 4 Tahun 2023 Resmi Dibuka, DIKJAR UNIDA Berikan Sosialisasi
Biro Pendidikan dan Pembelajaran
(Dikjar) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Sosialisasi Magang Studi
Independen Bersertifikat (MSIB) batch 4 tahun 2023, pada (21/12/2022) melalui
ruang pertemuan daring zoom meeting.
Sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa dari seluruh Program Studi
(Prodi) yang ada di Universitas Djuanda. Magang dan Studi Independen
Bersertifikat adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk
memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui
aktifitas di luar kelas perkuliahan, namun tetap diakui sebagai bagian dari
perkuliahan.
Kegiatan merdeka belajar kampus
merdeka (MBKM) MSIB ini disetarakan dengan 20 SKS dinyatakan dalam bentuk
kompetensi yang diperoleh oleh mahasiswa selama mengikuti program tersebut,
baik kompetensi teknis (hard skills),
maupun kompetensi non-teknis (soft skills)
sesuai dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan.
Hadir membuka acara dan memberikan
sambutan Rektor Universtas Djuanda Prof. Dr. Suhaidi, SH., M.H menyatakan pemerintah
melalui Kemendikbud telah meluncurkan merdeka belajar dengan 8 program MBKM salah
satunya adalah MSIB yang akan dilaksanakan pada tahun 2023, maka saat ini perlu
gencar dilaksanakan sosisalisasi kepada mahasiswa.
“MSIB batch 4 ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa melalui
akifitasi diluar kelas perkuliahan, kegiatan ini diakui sebagai bentuk perkuliahan
serta didampingi mentor-mentor yang membimbing mahasiswa dalam proses MSIB
tahun 2023. Maka kepada mahasiswa mohon dimanfaatkan kesempatan ini untuk
menambah pengalaman dan usahakan mahasiswa ikut program ini,” tutur Rektor
dalam sambutannya.
Pada kesempatan yang sama Wakil
Rektor 1 bidang akademik dan kemahasiswaan Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H
menjelaskan UNIDA menduduki Peringkat ke- 6 PTS Terbaik Nasional Penerima
Program Insentif Pengabdian Masyarakat 2022 Terintegrasi dengan MBKM.
“Tahun ini kluster 1 peringkat 6
nasional untuk PTS, salah satunya keikutsertaan mahasiswa maupun dosen pada
program MBKM, bagi institusi tentu ini sangat berdampak. Disamping mahasiswa
juga bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman diluar kampus. Maka diharapkan
rekan mahasiwa mengoptimalkan kesempatan ini. Mumpung ada kesempatan 20 SKS
bagi rekan-rekan yang lebih suka berkelana di luar kampus tetapi diakui sebagai
konversi penyelesaian masa studi,” Jelasnya.
Narasumber Resty Yektyastuti, M.Pd
ada 8 program utama dalam MBKM ini salah satunya Magang dan Studi Independen
Bersertifikat atau MSIB yang dirancang untuk memastikan mahasiswa mendapatkan
keterampilan dan kompetensi utama, terbaik, dan terkini untuk menghadapi dunia
masa depan.
“Sebagaimana hasil evaluasi dari
kementerian ternyata ada gap antara
dunia industri dan dunia pendidikan yang
sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan pada dunia kerja, maka program MSIB
ini hadir,”kata Narasumber sekaligus Kepala Bagian MBKM Dikjar.
Lebih lanjut narasumber memaparkan
durasi maksimal 16 sampai dengan 24 minggu dengan total 900 jam pembelajaran,
sehingga dapat dikonversi hingga 20 SKS.
“MSIB ini dihdarapkan menghasilkan
tenaga kerja berkualitas, untuk program magang mahasiswa diberikan proyek nyata
yang berdampak pada kinerja perusahaan (project
based learning) kemudian akan dipandu oleh seorang mentor yang merupaan staff
profesional penuh waktu. Program magang pembelajaran terstruktur berbasis proyek
dan diakhir program mahasiswa akan mendapatkan sertifikat,” tambahnya.
Adapun Perbedaan antara magang dan
studi independen yaitu untuk magang
mahasiswa menjalani profesi di dunia profesional yang berdampak pada perusahaan
sedangkan studi independen sasarannya keapada masyarakat luas untuk
meningkatkan hardskills/softskills.
Dr. La Ode Amril, M.Pd selaku
Kepala Biro Dikjar menambahkan informasi bagi mahasiswa untuk membaca secara
jelas kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
“Pemilihan perusahaan perlu membaca
kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan, nanti akan ada seleksi administrasi
kemudian akan ada tes akademik. Maka baiknya memilih bidang yang sama dengan
kita, tetapi tidak menutup kemungkinan bidang perusahaan berbeda dengan prodi ilmu
kita hanya pastikan kita bisa menyelesaikannya. Mahasiswa boleh memilih
beberapa perusahaan hanya jangan sampai tanggal jadwal tesnya bentrok. Selanjutnya
untuk perjalanan mahasiswa melakukan perjalanan ke lokasi magang di luar daerah
maka biaya akan ditanggung oleh pihak mitra magang,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan foto
bersama serta tanya jawab antara
mahasiswa dengan narasumber.