Puasa Ramadhan
Rasanya sebagai
ummat Islam, siapa sih yang tidak mengenal ibadah puasa? dan sudah pasti tahun
kalau ibadah puasa ini adalah ibadah yang mewajibkan manusia (ummat Islam)
dengan melarang dan tidak melakukan hal-hal yang dibolehkan di luar kebiasaan
jika tidak sedang puasa seperti makan dan minum (siang hari).
Dalam agama
Islam, puasa menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan dan dijalankan oleh
umatnya. Puasa/shaum adalah salah satu rukun dalam rukun Islam. Hal ini
dibuktikan dengan masuknya ibadah puasa dalam urutan ketiga di rukun islam.
Pelaksanaan puasa/shaum yang hukumnya
wajib adalah puasa ramadhan yang pada saat ini kita ummat Islam sedang
melaksanakan puasa ramadhan di tahun 1444 H/2023 M.
Kenapa sih
dinamakan ramadhan? Ada beberapa pendapat yang
berbeda terkait mengapa bulan tersebut dinamakan bulan Ramadhan: (1). Bahwa
Bangsa Arab saat menukil nama-nama bulan dari bahasa kuno, mereka menamainya
dengan satu peristiwa yang terjadi pada masa itu, maka bulan Ramadhan ini
bersesuaian dengan masa panas ketika itu. Sehingga kata "Ramadhan (رمضان)" adalah derivat dari kata "al-ramdla (الرمضاء)" yang berarti "bebatuan yang panas (الحجارة الحارة)." (2). Dinamakan Ramadhan karena panasnya perut orang
yang berpuasa sebab menahan lapar dan dahaga pada waktu tersebut. (3). Dinamakan Ramadhan karena dosa-dosa
dibakar hangus dengan hati yang panas. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik radliya
Allahu anhu, dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama, beliau bersabda, إنما سمي رمضان لأنه يحرق الذنوب (الذر المنثور ١٨٣/١) . Sumber: https://jabar.nu.or.id/hikmah/mengapa-dinamakan-ramadhan-0VPiO
Ramadhan oleh
Rasulullah digelar sebagai "sayyid al-syuhur (penghulu bagi bulan-bulan
lainnya)". Ramadhan adalah bulan yang paling utama dibandingkan
bulan-bulan lainnya, lalu bulan Muharram, kemudian bulan Rajab, selanjutnya Dzulhijjah,
kemudian bulan Dzulqadah, kemudian bulan Syaban, lalu bulan-bulan sisanya.
Karena keutamaannya itulah maka menurut seorang ahli hadits, yakni Ibnu Hajar,
bahwa berharap agar Ramadhan lekas berlalu tergolong dosa besar. Sumber:
https://jabar.nu.or.id/hikmah/mengapa-dinamakan-ramadhan-0VPiO
Puasa yang kita jalankan
tentu saja tidak sekedar menahan lapar dan haus, tidak hanya menahan dari makan
dan minum. Sebab jika hanya hanya demikian maka seperti sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya
“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari
puasanya tersebut, kecuali hanya rasa lapar dan dahaga saja.” (HR. Ath-Thabrani).
Banyak tuntunan
puasa yang bersumber dari Nabi yang disampaikan oleh para ulama perihal
bagaimana seharusnya menjalankan ibadah puasa, amalan-amalan utama yang
dijalankan serta amal-amal sholih lainnya, sehingga puasa kita menjadi lebih
khusyu dan terhindar dari hal-hal yang mubadzir dan sia-sia, puasa bukanlah
menjadi alasan untuk bermalasan.
Panggilan untuk
beribadah memang berat, termasuk puasa. Bila yang digerakan itu hanya anggota
tubuh mungkin tak terlalu masalah, namun panggilan ibadah itu selain menggerakan
anggota tubuh juga menggerakan hati/qolbu, dan ini yang berat. Contohnya, lihatlah…!
betapa banyak orang-orang yang ketika mendengar adzan tapi tetap saja
nongkrong, ngobrol tak menggubris suara adzan.
Itu pertanda bahwa hatinya, qolbunya, jiwanya tak
tergerak dengan panggilan tersebut (naudzubillah). Apalagi puasa, ibadah yang
tak terlihat secara fisik maka dengan mudah orang akan bersikap seolah puasa.
Hal itu hanya membohongi dirinya dan orang lain, namun tentu saja tak
sedikitpun bisa membohongi Allah SWT.
Hanya kepada Allahlah kita memohon agar diberi kekuatan
lahir bathin dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan ini, dan bermohon
terlindung serta terhindar dari hal yang merugikan, mubadzir dan sia-sia.
Wallahu a lam bisshowab
24 Maret 2023
_SDJ_