[email protected] 0251-8240773
Berita

Puasa Ramadhan

Oleh: 
Sudrajat, S.I.Kom
(Kepala Bagian Keuangan Riset Biro Riset Universitas Djuanda)

Rasanya sebagai ummat Islam, siapa sih yang tidak mengenal ibadah puasa? dan sudah pasti tahun kalau ibadah puasa ini adalah ibadah yang mewajibkan manusia (ummat Islam) dengan melarang dan tidak melakukan hal-hal yang dibolehkan di luar kebiasaan jika tidak sedang puasa seperti makan dan minum (siang hari).

 

Dalam agama Islam, puasa menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan dan dijalankan oleh umatnya. Puasa/shaum adalah salah satu rukun dalam rukun Islam. Hal ini dibuktikan dengan masuknya ibadah puasa dalam urutan ketiga di rukun islam. Pelaksanaan puasa/shaum  yang hukumnya wajib adalah puasa ramadhan yang pada saat ini kita ummat Islam sedang melaksanakan puasa ramadhan di tahun 1444 H/2023 M.

 

Kenapa sih dinamakan ramadhan? Ada beberapa pendapat yang berbeda terkait mengapa bulan tersebut dinamakan bulan Ramadhan: (1). Bahwa Bangsa Arab saat menukil nama-nama bulan dari bahasa kuno, mereka menamainya dengan satu peristiwa yang terjadi pada masa itu, maka bulan Ramadhan ini bersesuaian dengan masa panas ketika itu. Sehingga kata "Ramadhan (رمضان)" adalah derivat dari kata "al-ramdla (الرمضاء)" yang berarti "bebatuan yang panas (الحجارة الحارة)." (2). Dinamakan Ramadhan karena panasnya perut orang yang berpuasa sebab menahan lapar dan dahaga pada waktu tersebut.  (3). Dinamakan Ramadhan karena dosa-dosa dibakar hangus dengan hati yang panas. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik radliya Allahu anhu, dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama, beliau bersabda,  إنما سمي رمضان لأنه يحرق الذنوب (الذر المنثور ١٨٣/١) . Sumber: https://jabar.nu.or.id/hikmah/mengapa-dinamakan-ramadhan-0VPiO

 

Ramadhan oleh Rasulullah digelar sebagai "sayyid al-syuhur (penghulu bagi bulan-bulan lainnya)". Ramadhan adalah bulan yang paling utama dibandingkan bulan-bulan lainnya, lalu bulan Muharram, kemudian bulan Rajab, selanjutnya Dzulhijjah, kemudian bulan Dzulqadah, kemudian bulan Syaban, lalu bulan-bulan sisanya. Karena keutamaannya itulah maka menurut seorang ahli hadits, yakni Ibnu Hajar, bahwa berharap agar Ramadhan lekas berlalu tergolong dosa besar. Sumber: https://jabar.nu.or.id/hikmah/mengapa-dinamakan-ramadhan-0VPiO

 

Puasa yang kita jalankan tentu saja tidak sekedar menahan lapar dan haus, tidak hanya menahan dari makan dan minum. Sebab jika hanya hanya demikian maka seperti sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya tersebut, kecuali hanya rasa lapar dan dahaga saja.” (HR. Ath-Thabrani).

 

Banyak tuntunan puasa yang bersumber dari Nabi yang disampaikan oleh para ulama perihal bagaimana seharusnya menjalankan ibadah puasa, amalan-amalan utama yang dijalankan serta amal-amal sholih lainnya, sehingga puasa kita menjadi lebih khusyu dan terhindar dari hal-hal yang mubadzir dan sia-sia, puasa bukanlah menjadi alasan untuk bermalasan.

 

Panggilan untuk beribadah memang berat, termasuk puasa. Bila yang digerakan itu hanya anggota tubuh mungkin tak terlalu masalah, namun panggilan ibadah itu selain menggerakan anggota tubuh juga menggerakan hati/qolbu, dan ini yang berat. Contohnya, lihatlah…! betapa banyak orang-orang yang ketika mendengar adzan tapi tetap saja nongkrong, ngobrol tak menggubris suara adzan.

 

Itu pertanda bahwa hatinya, qolbunya, jiwanya tak tergerak dengan panggilan tersebut (naudzubillah). Apalagi puasa, ibadah yang tak terlihat secara fisik maka dengan mudah orang akan bersikap seolah puasa. Hal itu hanya membohongi dirinya dan orang lain, namun tentu saja tak sedikitpun bisa membohongi Allah SWT.

 

Hanya kepada Allahlah kita memohon agar diberi kekuatan lahir bathin dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan ini, dan bermohon terlindung serta terhindar dari hal yang merugikan, mubadzir dan sia-sia.

 

Wallahu a lam bisshowab

 

 

24  Maret 2023

_SDJ_