Pustakawan Perguruan Tinggi Pilar Literasi Akademik di Tengah Transformasi Pendidikan
Tulisan dalam rangka memperingati Hari Pustakawan Nasional 2025
Oleh: Ruhimat, S.Sos., M.I.Kom
Kepala Biro BYC Library Universitas Djuanda
Setiap 7 Juli, Hari Pustakawan Nasional hadir sebagai pengingat akan pentingnya peran pustakawan dalam membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan. Di tengah arus transformasi digital dan tuntutan akademik yang semakin kompleks, pustakawan perguruan tinggi menempati posisi yang sangat strategis—bukan hanya sebagai pengelola koleksi ilmiah, tetapi juga sebagai fasilitator literasi akademik yang krusial bagi sivitas kampus.
Pustakawan di lingkungan perguruan tinggi tidak lagi sekadar bertugas mengelola sirkulasi buku atau katalogisasi koleksi. Mereka kini menjadi agen perubahan dalam mendukung pengembangan budaya akademik berbasis literasi informasi, literasi digital, dan bahkan literasi data. Dalam ekosistem pendidikan tinggi yang menuntut produktivitas riset, publikasi ilmiah, dan integritas akademik, pustakawan hadir sebagai mitra sejajar bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa.
Salah satu kontribusi paling nyata adalah pendampingan pustakawan dalam proses penulisan akademik. Mereka melatih mahasiswa dan dosen untuk menggunakan referensi ilmiah dengan benar, mengenalkan perangkat manajemen sitasi seperti Mendeley dan Zotero, serta membimbing proses penelusuran informasi berbasis database ilmiah seperti Scopus, ProQuest, atau ScienceDirect. Di berbagai kampus, pustakawan bahkan menjadi instruktur dalam pelatihan plagiarisme dan etika penulisan akademik.
Tak hanya itu, pustakawan juga memainkan peran penting dalam pengelolaan repositori institusi, mendukung keterbukaan akses terhadap hasil penelitian, dan memastikan publikasi kampus dapat terindeks secara global. Dalam konteks ini, mereka menjadi penjaga keberlanjutan ilmu pengetahuan serta penguat reputasi akademik institusi.
Namun, seiring dengan meningkatnya tuntutan peran ini, penting bagi institusi pendidikan tinggi untuk memberikan dukungan yang memadai: mulai dari pelatihan profesional, peningkatan kompetensi teknologi informasi, hingga rekognisi karier yang layak. Tanpa dukungan sistemik, potensi besar pustakawan untuk berkontribusi secara strategis akan sulit terwujud optimal.
Peringatan Hari Pustakawan Nasional 2025 ini menjadi momentum untuk membuka mata bahwa di balik berkembangnya literasi akademik di kampus-kampus Indonesia, terdapat dedikasi senyap dari para pustakawan. Mereka adalah garda terdepan yang membantu mahasiswa menulis skripsi pertamanya, membimbing dosen menerbitkan jurnal bereputasi, dan mendampingi institusi dalam membangun jejak intelektual yang kredibel.
Selamat Hari Pustakawan Nasional. Mari beri apresiasi pada para penjaga pengetahuan yang telah setia menemani perjalanan akademik kita semua.