[email protected] 0251-8240773
Berita

Ramadhan in Campus, Sekolah Pascasarjana UNIDA Bahas Potensi Arah Pembangunan Bogor sebagai Kota Halal

Rangkaian Kegiatan “Ramadhan in Campus” yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda (UNIDA) dilanjutkan dengan Kajian Ramadhan Sesi 2, Kamis (06/04/2023). Mengangkat tema “Membangun Bogor sebagai Kota Halal”, Kajian Ramadhan kali ini menghadirkan narasumber yakni Prima Sukmana Resma (Auditor Halal LPPOM MUI), Hidayat (Dinas Pendidikan Kota Bogor), dan Yoedi Wicaksono (Head of RnD Heaverly Blush), serta moderator Dosen Magister Teknologi Pangan Dr. Ir. Mardiah, M.Si.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan bertajuk “Ramadhan in Campus” ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Sekolah Pascasarjana UNIDA, yang mana pada  bulan Ramadhan tahun ini memasuki tahun kedua pelaksanaan.

Selain diisi dengan Kajian Ramadhan berupa talkshow dengan menghadirkan para narasumber yang ahli di bidangnya, para dosen hingga tenaga kependidikan di Sekolah Pascasarjana UNIDA juga melaksanakan khataman Al-Quran.

Pada sesi paparan narasumber, Prima Sukmana Resma yang merupakan Auditor Halal LPPOM MUI menjelaskan mengenai kota halal yang mulai ramai dibicarakan kembali dalam beberapa tahun ke belakang. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia juga mendukung untuk bagaimana Indonesia menjadi pusat halal dunia melalui berbagai peraturan dan program yang dikeluarkan.

“Definisi kota halal itu memang gabungan antar lembaga, di industri juga sudah diatur ada kawasan industri halal, bekerja sama dgn Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Bogor menjadi kota akan halal terbentuk jika ekosistem yang dibawahnya itu tersuppport,” terangnya.

Prima Sukmana Resma menambahkan, kota halal bukan berarti diartikan harus halal semua dalam segala hal, tetapi minimal bagaimana seorang muslim yang berkunjung ke kota tersebut dapat nyaman dan aman, seperti mudah mencari tempat peribadatan, hotel, ataupun makanan yang tidak ada keraguan sama sekali terkait dengan kehalalannya.

“Ketika akan membentuk sebuah kota halal ini harus sinergi dari hulu ke hilir. Diperlukan juga edukasi mengenai halal yang lebih luas. UNIDA salah satu kampus yang memiliki fakultas halal yang berani memulai. Ini memang tidak mudah sepeti membalikan telapak tangan, maka perlu edukasi halal ini sedari awal,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, narasumber lainnya Hidayat dari Dinas Pendidikan Kota Bogor mengungkapkan dari aspek pendidikan, halal dapat dimaknai yakni apa yang disampaikan dalam pembelajaran tidak akan merusak moral dan akhlak pelajar itu sendiri. Sehingga untuk mewujudkan Bogor sebagai kota halal dalam aspek pendidikan, diperlukan sinergi dan kolaborasi antar seluruh komponen dan unsur yang terlibat.

“Harus melibatkan seluruh stakeholder, bukan hanya disdik, tetapi seluruh komponen dan unsur. Bagaimana pemerintah daerah memberikan sosialisasi tidak hanya pendidikan formal, tetapi juga pendidikan non formal seperti sekolah tahfizh. Selain itu, harus ada standar yang jelas. Juga mendorong sarana prasarana pendidikan yang halal itu yang sepeti apa. Peran seperti UNIDA ini juga sangat penting, melalui 21 Nilai Karakter Tauhid yang dimiliki menjadi salah satu upaya untuk membentuk insan berakhlakul karimah,” ungkapnya.

Sementara itu, Yoedi Wicaksono selaku Head of RnD Heaverly Blush memaparkan bahwasanya definisi kota halal memiliki banyak makna jika dikaitkan dengan berbagai aspek. Namun yang paling mendasar kota halal tidak lepas dari perspektif islam.

“Halal sendiri adalah salah satu ajaran dari hukum syariah islam, dimana diatur sedemikian rupa sesuai ajaran islam diantaranya industri makanan yang wajib halal. Aturan mengenai audit restoran atau kehalalan makanan sudah jelas, tinggal bagaimana mengimplementasikannya. Ini perlu adanya kepedulian dan kebanggaan dari kita sendiri pada apa yang kita miliki. Di Bogor, menjadi pangsa pasar yang bagus dalam hal kehalalan,” paparnya.

“Seperti UNIDA yang memiliki motto sebagai Kampus Bertauhid. Memposisikan sebagai brand yang unik. UNIDA memiliki potensi untuk menumbuhkan Bogor sebagai kota halal,” sambungnya.

Sebagai informasi, kegiatan Kajian Ramadhan dalam rangkaian Ramadhan in Campus Sekolah Pascasarjana UNIDA ini akan dilanjutkan pada Selasa (11/04/2023) dengan mengangkat tema “Memilih Pendidikan Lanjut Sesuai Passion” yang mengundang narasumber yakni Dr. Nurwati, S.H., M.H (Ketua Program Studi Magister Hukum), Iwan Sumiarsa (Pembina LBH Keadilan Rakyat), Wilna Iznilillah (Lulusan Terbaik Universitas Djuanda), dan Didin Komarudin (Wakapolsek Gunung Putri Bogor), sedangkan moderator ialah Sekretaris Program Studi Magister Hukum Siti Maryam, S.H., M.H.

Lalu Kajian Ramadhan Sesi 4 pada Kamis (13/04/2023) dengan tema “Arah Kebijakan Pengembangan Sekolah Pascasarjana UNIDA di Masa Depan” yang akan diisi oleh Dr. Muhammad Luthfie, M.Si (Wakil Dekan I Sekolah Pascasarjana UNIDA), Dr. Abubakar Iskandar, M.Si (Wakil Dekan II Sekolah Pascasarjana UNIDA), Dr. Ir. Helmi Haris, MS (Ketua Program Studi Magister Teknologi Pangan), Dr. M. Husein Maruapey (Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik), dan Dr. Sudiman Sihotang (Dosen Magister Hukum Sekolah Pascasarjana UNIDA), dengan dimoderatori oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UNIDA Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si.