Ramadhan in Campus, Sekolah Pascasarjana UNIDA Bahas Potensi Arah Pembangunan Bogor sebagai Kota Halal
Rangkaian
Kegiatan “Ramadhan in Campus”
yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas
Djuanda (UNIDA) dilanjutkan dengan Kajian
Ramadhan Sesi 2, Kamis (06/04/2023). Mengangkat tema “Membangun Bogor sebagai Kota Halal”, Kajian Ramadhan kali ini
menghadirkan narasumber yakni Prima Sukmana Resma (Auditor Halal LPPOM MUI),
Hidayat (Dinas Pendidikan Kota Bogor), dan Yoedi Wicaksono (Head of RnD
Heaverly Blush), serta moderator Dosen Magister Teknologi Pangan Dr. Ir.
Mardiah, M.Si.
Seperti
diberitakan sebelumnya, kegiatan bertajuk “Ramadhan in Campus” ini merupakan
agenda rutin yang dilaksanakan oleh Sekolah Pascasarjana UNIDA, yang mana
pada bulan Ramadhan tahun ini memasuki
tahun kedua pelaksanaan.
Selain
diisi dengan Kajian Ramadhan berupa talkshow dengan menghadirkan para
narasumber yang ahli di bidangnya, para dosen hingga tenaga kependidikan di
Sekolah Pascasarjana UNIDA juga melaksanakan khataman Al-Quran.
Pada sesi
paparan narasumber, Prima Sukmana Resma yang merupakan Auditor Halal LPPOM MUI
menjelaskan mengenai kota halal yang mulai ramai dibicarakan kembali dalam
beberapa tahun ke belakang. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia juga mendukung
untuk bagaimana Indonesia menjadi pusat halal dunia melalui berbagai peraturan
dan program yang dikeluarkan.
“Definisi
kota halal itu memang gabungan antar lembaga, di industri juga sudah diatur ada
kawasan industri halal, bekerja sama dgn Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Bogor
menjadi kota akan halal terbentuk jika ekosistem yang dibawahnya itu
tersuppport,” terangnya.
Prima
Sukmana Resma menambahkan, kota halal bukan berarti diartikan harus halal semua
dalam segala hal, tetapi minimal bagaimana seorang muslim yang berkunjung ke kota
tersebut dapat nyaman dan aman, seperti mudah mencari tempat peribadatan,
hotel, ataupun makanan yang tidak ada keraguan sama sekali terkait dengan kehalalannya.
“Ketika
akan membentuk sebuah kota halal ini harus sinergi dari hulu ke hilir. Diperlukan
juga edukasi mengenai halal yang lebih luas. UNIDA salah satu kampus yang
memiliki fakultas halal yang berani memulai. Ini memang tidak mudah sepeti membalikan
telapak tangan, maka perlu edukasi halal ini sedari awal,” jelasnya.
Senada
dengan hal tersebut, narasumber lainnya Hidayat dari Dinas Pendidikan Kota Bogor
mengungkapkan dari aspek pendidikan, halal dapat dimaknai yakni apa yang
disampaikan dalam pembelajaran tidak akan merusak moral dan akhlak pelajar itu
sendiri. Sehingga untuk mewujudkan Bogor sebagai kota halal dalam aspek
pendidikan, diperlukan sinergi dan kolaborasi antar seluruh komponen dan unsur
yang terlibat.
“Harus
melibatkan seluruh stakeholder, bukan
hanya disdik, tetapi seluruh komponen dan unsur. Bagaimana pemerintah daerah
memberikan sosialisasi tidak hanya pendidikan formal, tetapi juga pendidikan non
formal seperti sekolah tahfizh. Selain itu, harus ada standar yang jelas. Juga
mendorong sarana prasarana pendidikan yang halal itu yang sepeti apa. Peran
seperti UNIDA ini juga sangat penting, melalui 21 Nilai Karakter Tauhid yang dimiliki
menjadi salah satu upaya untuk membentuk insan berakhlakul karimah,” ungkapnya.
Sementara
itu, Yoedi Wicaksono selaku Head of RnD Heaverly Blush memaparkan bahwasanya definisi
kota halal memiliki banyak makna jika dikaitkan dengan berbagai aspek. Namun
yang paling mendasar kota halal tidak lepas dari perspektif islam.
“Halal
sendiri adalah salah satu ajaran dari hukum syariah islam, dimana diatur
sedemikian rupa sesuai ajaran islam diantaranya industri makanan yang wajib
halal. Aturan mengenai audit restoran atau kehalalan makanan sudah jelas,
tinggal bagaimana mengimplementasikannya. Ini perlu adanya kepedulian dan kebanggaan
dari kita sendiri pada apa yang kita miliki. Di Bogor, menjadi pangsa pasar
yang bagus dalam hal kehalalan,” paparnya.
“Seperti UNIDA
yang memiliki motto sebagai Kampus Bertauhid. Memposisikan sebagai brand yang unik. UNIDA memiliki potensi
untuk menumbuhkan Bogor sebagai kota halal,” sambungnya.
Sebagai
informasi, kegiatan Kajian Ramadhan dalam rangkaian Ramadhan in Campus Sekolah
Pascasarjana UNIDA ini akan dilanjutkan pada Selasa (11/04/2023) dengan
mengangkat tema “Memilih Pendidikan
Lanjut Sesuai Passion” yang mengundang narasumber yakni Dr. Nurwati, S.H.,
M.H (Ketua Program Studi Magister Hukum), Iwan Sumiarsa (Pembina LBH Keadilan
Rakyat), Wilna Iznilillah (Lulusan Terbaik Universitas Djuanda), dan Didin
Komarudin (Wakapolsek Gunung Putri Bogor), sedangkan moderator ialah Sekretaris
Program Studi Magister Hukum Siti Maryam, S.H., M.H.
Lalu Kajian Ramadhan Sesi 4
pada Kamis (13/04/2023) dengan tema “Arah
Kebijakan Pengembangan Sekolah Pascasarjana UNIDA di Masa Depan” yang akan
diisi oleh Dr. Muhammad Luthfie, M.Si (Wakil Dekan I Sekolah Pascasarjana
UNIDA), Dr. Abubakar Iskandar, M.Si (Wakil Dekan II Sekolah Pascasarjana
UNIDA), Dr. Ir. Helmi Haris, MS (Ketua Program Studi Magister Teknologi
Pangan), Dr. M. Husein Maruapey (Ketua Program Studi Magister Administrasi
Publik), dan Dr. Sudiman Sihotang (Dosen Magister Hukum Sekolah Pascasarjana UNIDA),
dengan dimoderatori oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UNIDA Dr. Hj. Rita
Rahmawati, M.Si.