[email protected] 0251-8240773
Kerjasama

Rangkaian INCHES 2025, FAIPG UNIDA Tanda Tangani MoA dengan Jurnal Bereputasi Nasional dan Internasional

Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) memperkuat jejaring akademiknya melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan sejumlah jurnal bereputasi internasional dan nasional. Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian International Conference on Human Sciences, Education and Islamic Economics (INCHES) 2025 yang digelar di Aula Gedung C Kampus UNIDA pada Rabu, 5 November 2025.

Dalam forum ilmiah internasional tersebut, FAIPG UNIDA menandatangani kerja sama akademik dengan dua jurnal bereputasi Scopus Q1, satu jurnal Scopus Q3, dan lima jurnal terakreditasi Sinta 2. Beberapa di antaranya adalah Malaysian Journal of Learning & Instruction (Scopus Q1), International Journal of Language Education (Scopus Q3), serta Jurnal Ilmiah Gema Perencana Kementerian Agama Republik Indonesia (Sinta 2).

Dekan FAIPG UNIDA, Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E., menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperluas kolaborasi internasional dan meningkatkan mutu publikasi ilmiah sivitas akademika.

“Alhamdulillah conference hari ini menghasilkan MoA dengan dua jurnal Scopus Q1, satu Scopus Q3, dan 5 jurnal Sinta 2. Semoga menjadi penyemangat untuk para dosen mempublikasikan artikelnya. MoA ini menjadi wujud komitmen kami dalam memperkuat posisi UNIDA di tingkat global. Kolaborasi ini membuka peluang riset bersama, publikasi internasional, serta implementasi program kampus berdampak di tingkat global,” ujarnya.

Sementara itu, Editor in Chief Malaysian Journal of Learning & Instruction, Prof. Dr. Tengku Faekah Tengku Ariffin, menyambut baik kolaborasi ini dan berharap agar kerja sama yang terjalin dapat memberi kontribusi signifikan bagi pengembangan riset pendidikan dan studi keislaman di kawasan Asia Tenggara.

“Kami melihat UNIDA sebagai mitra strategis yang aktif mengembangkan riset berbasis nilai keislaman dan pendidikan. Sinergi ini diharapkan melahirkan lebih banyak karya ilmiah berkualitas internasional,” ungkap Prof. Faekah.