Rangkaian Milad ke-39: MMPI Sekolah Pascasarjana UNIDA Selenggarakan Webinar Pendidikan, Angkat Isu Guru Hadapi Tantangan Transformasi Pendidikan di Era AI
Dalam rangkaian peringatan Milad ke-39 Universitas Djuanda (UNIDA), Sekolah Pascasarjana melalui Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (MMPI) menyelenggarakan Webinar Pendidikan dengan mengangkat tema “Guru Muslim di Era AI: Kepemimpinan Pembelajaran dalam Mengajar Cerdas dan Mendidik Beradab”, pada Rabu, 15 April 2026.
Kegiatan ini menghadirkan Rektor sekaligus Guru Besar Manajemen Bimbingan Konseling UNIDA Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I dan Kepala Kementerian Agama Kota Bogor H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.E.I sebagai Keynote Speakers. Turut menjadi narasumber yakni dosen MMPI UNIDA Assoc. Prof. Dr. Irman Suherman, S.Pd.I., M.Pd., AHRA, dan Dr. Lina Herlina, S.Hum., M.Pd, Ketua Program Studi MMPI yang bertindak sebagai moderator.
Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA, Prof. Dr. Henny Nuraeny, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Milad ke-39 menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan peran pendidikan dalam menghadapi tantangan era digital dan kecerdasan buatan.
Prof. Dr. Henny Nuraeny, S.H., M.H menegaskan, transformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai karakter dan adab dalam proses pembelajaran.
“Guru di era Artificial Intelligence dituntut untuk mampu memimpin proses pembelajaran secara adaptif dan inovatif, tanpa meninggalkan esensi pendidikan sebagai proses pembentukan karakter dan adab,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Henny Nuraeny, S.H., M.H berharap seminar ini dapat menjadi wadah kolaborasi dan diskusi ilmiah bagi para akademisi dan praktisi pendidikan dalam merumuskan strategi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Weminar ini menjadi bagian dari upaya UNIDA dalam merespons perkembangan teknologi yang semakin berpengaruh dalam dunia pendidikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik, khususnya guru Muslim, mampu mengembangkan kepemimpinan pembelajaran yang adaptif, cerdas, serta berorientasi pada pembentukan karakter,” pungkasnya.
Dalam sesi keynote speakers, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I menjelaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) mendorong sistem pendidikan menjadi lebih cepat, efisien, dan personal, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang peran guru. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I menegaskan pentingnya penguatan Bimbingan dan Konseling (BK) untuk membantu peserta didik berkembang optimal, mengurangi ketergantungan teknologi, serta menyeimbangkan kecerdasan digital dengan kematangan psikologis.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Bogor H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.E.I menyampaikan materi berjudul “Peran Guru dan Madrasah dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan di Era Artificial Intelligence di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bogor”. Dalam penjelasannya, H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.E.I menyampaikan bahwa madrasah perlu adaptif terhadap teknologi sekaligus menjaga nilai moral dan spiritual. Karena itu, dibutuhkan peran baru guru dan strategi kelembagaan yang tetap berakar pada nilai-nilai dasar pendidikan Islam.
Adapun narasumber selanjutnya, Dosen MMPI UNIDA Assoc. Prof. Dr. Irman Suherman, S.Pd.I., M.Pd., AHRA memaparkan materi bertajuk “Strategi Guru Muslim Memimpin Pembelajaran Cerdas dan Beradab dengan Bantuan AI”. Assoc. Prof. Dr. Irman Suherman, S.Pd.I., M.Pd., AHRA menegaskan bahwa kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) yang secara tradisional dilekatkan pada peran kepala sekolah sesungguhnya juga merupakan kompetensi fundamental setiap guru di dalam kelas. Guru berperan sebagai pemimpin yang mengarahkan, mendiagnosis kebutuhan, dan mengambil keputusan instruksional untuk memastikan proses belajar berjalan optimal serta berdampak pada capaian siswa.