[email protected] 0251-8240773
Berita

Rangkaian Roadshow, LPPM dan BPK Ajak Dosen FAPERTA Susun Proposal Penelitian dan Pengabdian

Dalam rangkaian acara Roadshow Penawaran Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2023”, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) Universitas Djuanda (UNIDA) kunjungi Fakultas Pertanian (FAPERTA), pada Senin, 13 Maret 2023.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni daring melalui platform Zoom Cloud Meeting dan luring di Ruang Rapat FAPERTA UNIDA. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BPK UNIDA Dr. Rasmitadila, ST., M.Pd, Perwakilan dari LPPM UNIDA, Plh. Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP beserta para Wakil Dekan dan para dosen di lingkungan FAPERTA UNIDA.

Plh. Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada LPPM UNIDA dan BPK UNIDA yang telah berkunjung ke FAPERTA dalam agenda roadshow mengenai penawaran Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang tentunya ini akan menjadi sangat bermanfaat dalam rangka persiapan penyusunan proposal penelitian dan pengebdian dari Kemendikbudristek tahun anggaran 2023.

“Jika melihat dari data Sinta dan BIMA maka di FAPERTA sendiri itu sudah ada 18 dosen yang sudah eligible untuk mengajukan proposal, tentunya diharapkan tahun ini akan banyak peningkatan dalam jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di UNIDA terutama di FAPERTA,” tutur Dr. Ir. Ristika Handarini, MP.

Sementara itu, Kepala BPK UNIDA, Dr. Rasmitadilla, ST., M.Pd dalam paparannya menyatakan bahwasanya kegiatan ini tentunya dilaksanakan juga di fakultas lainnya yang ada di lingkungan UNIDA untuk meningkatkan proposal penelitian dan pengabdian yang didanai oleh Kemendikbudristek di tahun 2023. Dengan kegiatan kali ini, LPPM dan BPK UNIDA mengajak untuk para dosen menyusun proposal baik penelitian maupun pengabdian. Pada kesempatan ini didiskusikan dan sharing mengenai apa saja syarat dan tips agar proposal dapat diterima dan didanai.

“Untuk dapat diterima dan didanai maka dosen perlu membuat dan menyusun proposal yang sempurna, apa yang dimaksud dengan proposal sempurna itu adalah proposal yang sesuai dengan template dan panduan dari Kemendikbudristek yang tentu akan memperbanyak peluang proposal kita untuk didanai,” ungkapnya.

“Upaya dalam peningkatan jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang didanai maka dosen dalam menentukan topik perlu memperhatikan 9 bidang fokus penelitian yang diantaranya terkait pangan, energi, kesehatan, transportasi, produk rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora serta bidang riset lainnya. Selain itu harus memperhatikan juga 5 prioritas riset yaitu green economy, blue economy, digital economy, tourism serta Health Independence,” pungkas Dr. Rasmitadilla, ST., M.Pd.