Rangkaian Roadshow, LPPM dan BPK Ajak Dosen FAPERTA Susun Proposal Penelitian dan Pengabdian
Dalam rangkaian acara “Roadshow Penawaran Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat Hibah Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2023”, Lembaga Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Badan Pengembangan Keilmuan (BPK)
Universitas Djuanda (UNIDA) kunjungi Fakultas Pertanian (FAPERTA), pada Senin, 13 Maret 2023.
Kegiatan ini
dilaksanakan secara hybrid, yakni
daring melalui platform Zoom Cloud Meeting dan luring di Ruang Rapat FAPERTA UNIDA. Kegiatan
tersebut dihadiri oleh Kepala BPK UNIDA Dr. Rasmitadila, ST., M.Pd, Perwakilan dari LPPM UNIDA, Plh. Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP beserta para Wakil
Dekan dan para dosen di lingkungan FAPERTA UNIDA.
Plh. Dekan FAPERTA
UNIDA, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP dalam sambutannya menyampaikan ucapan
terima kasih kepada LPPM UNIDA dan BPK UNIDA yang telah berkunjung ke FAPERTA
dalam agenda roadshow mengenai
penawaran Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang tentunya
ini akan menjadi sangat bermanfaat dalam rangka persiapan penyusunan proposal penelitian dan
pengebdian dari Kemendikbudristek tahun anggaran 2023.
“Jika melihat dari data Sinta dan BIMA maka di
FAPERTA sendiri itu sudah ada 18 dosen yang sudah eligible untuk mengajukan proposal, tentunya diharapkan tahun ini
akan banyak peningkatan dalam jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat di UNIDA terutama di FAPERTA,” tutur Dr. Ir.
Ristika Handarini, MP.
Sementara itu, Kepala BPK UNIDA, Dr. Rasmitadilla,
ST., M.Pd dalam paparannya menyatakan bahwasanya kegiatan ini tentunya
dilaksanakan juga di fakultas lainnya yang ada di lingkungan UNIDA untuk
meningkatkan proposal penelitian dan pengabdian yang didanai oleh Kemendikbudristek
di tahun 2023. Dengan kegiatan kali ini, LPPM dan BPK UNIDA mengajak untuk para
dosen menyusun proposal baik penelitian maupun pengabdian. Pada kesempatan ini didiskusikan
dan sharing mengenai apa saja syarat
dan tips agar proposal dapat diterima dan didanai.
“Untuk dapat diterima dan didanai maka dosen
perlu membuat dan menyusun proposal yang sempurna, apa yang dimaksud dengan
proposal sempurna itu adalah proposal yang sesuai dengan template dan panduan dari Kemendikbudristek yang tentu akan
memperbanyak peluang proposal kita untuk didanai,” ungkapnya.
“Upaya dalam peningkatan jumlah proposal
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang didanai maka dosen dalam
menentukan topik perlu memperhatikan 9 bidang fokus penelitian yang diantaranya
terkait pangan, energi, kesehatan, transportasi, produk rekayasa keteknikan,
pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora serta bidang riset
lainnya. Selain itu harus memperhatikan juga 5 prioritas riset yaitu green
economy, blue economy, digital economy, tourism serta Health Independence,”
pungkas Dr. Rasmitadilla, ST., M.Pd.