[email protected] 0251-8240773
Berita

Rangkaian The 9th DICAS & The 9th DICSS UNIDA 2025, Akademisi Taylor’s University Malaysia Kemukakan Peran AI dan Data Science dalam Mendorong Teknologi Hijau Berkelanjutan

Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan data science menjadi kunci penting dalam mendorong pengembangan teknologi hijau berkelanjutan guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Hal tersebut disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Abdulkareem Sh. Mahdi Obaidi, akademisi asal Irak yang saat ini berkiprah di Taylor’s University, Malaysia.

Pemaparan tersebut disampaikan saat ia menjadi salah satu pembicara internasional pada rangkaian kegiatan the 9th Djuanda International Conference on Applied Science (DICAS) dan the 9th Djuanda International Conference on Social Science (DICSS) yang diselenggarakan oleh Universitas Djuanda (UNIDA), dalam rangka memperingati Hari Nusantara atau Deklarasi Djuanda, pada Senin (22/12/2025) di Aula Gedung C, Kampus UNIDA, Bogor.

Dalam pemaparannya yang bertajuk “Engineering the SDGs: How AI and Data Science Are Transforming Green Technologies”, Assoc. Prof. Dr. Abdulkareem menekankan bahwa tantangan keberlanjutan global, seperti efisiensi energi, ketahanan iklim, infrastruktur berkelanjutan, hingga pengembangan teknologi rendah karbon, pada dasarnya merupakan persoalan rekayasa yang kompleks dan membutuhkan pendekatan inovatif.

Ia menjelaskan bahwa model rekayasa berbasis fisika tetap memegang peranan penting dalam menjaga akurasi dan keandalan, namun sering kali memerlukan komputasi tinggi serta memiliki keterbatasan dalam eksplorasi desain. Di sisi lain, pendekatan berbasis AI dan data science mampu mempercepat proses prediksi, mengoptimalkan desain, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam berbagai aplikasi teknik berkelanjutan.

Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Abdulkareem memperkenalkan konsep hybrid intelligence, yaitu integrasi antara teknik AI dengan prinsip-prinsip rekayasa fisik. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi komputasi dan realisme fisik, sehingga dapat diaplikasikan secara lebih bertanggung jawab dalam praktik keteknikan.

Melalui berbagai ilustrasi konseptual dan contoh berbasis rekayasa, ia menunjukkan kontribusi AI-assisted engineering dalam mendukung sejumlah SDGs, di antaranya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Pada kesempatan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Abdulkareem juga menyoroti pentingnya penerapan AI yang bertanggung jawab dalam bidang teknik, mencakup aspek transparansi, validasi, etika, serta peran krusial penilaian manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan. Ia menutup pemaparannya dengan pandangan ke depan mengenai peran insinyur masa depan sebagai profesional yang melek AI, berorientasi sistem, dan mampu memanfaatkan teknologi berbasis data secara bertanggung jawab demi mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sebagai informasi, The 9th DICAS & The 9th DICSS yang diselenggarakan oleh UNIDA ini mengusung tema “Converging Knowledge for a Sustainable Future: Leading Transformative Change through Interdisciplinary Innovation”. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi akademisi, peneliti, praktisi, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk berbagi gagasan, hasil riset, dan inovasi lintas disiplin sekaligus memperkuat semangat Deklarasi Djuanda dalam konteks tantangan global pembangunan berkelanjutan masa kini.

Selain Assoc. Prof. Dr. Abdulkareem, turut menjadi narasumber dalam The 9th DICAS & The 9th DICSS antara lain Prof. Dr. Naim Demirel (Recep Tayyip Erdoğan Üniversitesi, Turki), Prof. Dr. Ravinder Rena (School of Business, Woxsen University, Hyderabad, India), Prof. Dr. Dimitrios Maditinos (Democritus University of Thrace, Yunani), Prof. Dr. Necmettin Marasli (Istanbul Gelisim Üniversitesi, Turki), Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto (Universitas Pendidikan Indonesia & Hiroshima University, Jepang), Prof. Dr. Nuarual Hilal Md (Universiti Utara Malaysia), dan Assoc. Prof. Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si (Universitas Djuanda, Indonesia).