[email protected] 0251-8240773
Berita

Rektor UNIDA Ajak Pendidik Tumbuhkan Cinta Literasi dan Numerasi Sejak Dini pada Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2026

Rektor Universitas Djuanda (UNIDA), Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I mengajak para pendidik untuk membangun kecintaan terhadap literasi dan numerasi sejak usia dini sebagai fondasi dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan era Society 5.0. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2026 yang diselenggarakan oleh Progaram Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UNIDA, Jum’at (17/7/2026).

Seminar yang mengusung tema "Transformasi Pendidikan Dasar melalui Literasi, Numerasi, dan Inovasi Pembelajaran Digital Era Society 5.0" ini diikuti oleh akademisi, guru, mahasiswa, serta praktisi pendidikan dari berbagai daerah secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam paparannya yang bertemakan "Menumbuhkan Cinta Literasi dan Numerasi Sejak Dini", Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menekankan bahwa rendahnya kemampuan literasi dan numerasi peserta didik tidak hanya disebabkan oleh faktor akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh rendahnya minat belajar dan persepsi bahwa membaca maupun matematika merupakan mata pelajaran yang sulit.

"Hasil asesmen menunjukkan bahwa tantangan kita bukan sekadar meningkatkan kemampuan membaca dan berhitung, tetapi bagaimana menumbuhkan rasa suka anak terhadap proses belajar. Ketika anak mencintai belajar, kemampuan mereka akan berkembang secara alami," ujarnya.

Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menjelaskan bahwa literasi dan numerasi merupakan kemampuan dasar yang menjadi fondasi berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, proses pembelajaran harus dirancang lebih bermakna, kontekstual, dan menyenangkan sehingga peserta didik terdorong belajar karena rasa ingin tahu, bukan semata-mata mengejar nilai.

“Pendekatan konstruktivisme yang dikembangkan Jean Piaget dan Lev Vygotsky menjadi salah satu strategi yang relevan diterapkan dalam pendidikan dasar. Melalui pendekatan ini, peserta didik membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman belajar, eksplorasi, diskusi, dan pemecahan masalah, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses tersebut,” terangnya.

Selain itu, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menggarisbawahi pentingnya penerapan Joyful Learning untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, interaktif, dan menantang. Lingkungan belajar yang positif, menurutnya, mampu meningkatkan motivasi intrinsik, kreativitas, serta daya ingat peserta didik.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi di era Society 5.0, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I juga menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), maupun Learning Management System (LMS) perlu dimanfaatkan sebagai pendukung pembelajaran. Namun, teknologi tidak dapat menggantikan peran guru dalam membentuk karakter, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan peserta didik.

Menutup paparannya, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I mengajak seluruh pendidik untuk mengubah paradigma pembelajaran dari sekadar mengejar capaian akademik menjadi membangun kecintaan belajar sejak dini.

"Anak yang mencintai membaca akan membaca tanpa disuruh, dan anak yang menyukai angka akan belajar matematika tanpa merasa terbebani. Tugas pendidik adalah menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga literasi dan numerasi tumbuh sebagai kecintaan, bukan beban," pungkasnya.