Rencana Tindak Lanjut Evaluasi Akreditasi Menuju Universitas Unggul, Pimpinan Universitas Djuanda Roadshow ke FISIPKOM dan Fakultas Ekonomi
Sebagai upaya tindak lanjut dari hasil rapat pimpinan, Universitas Djuanda adakan Roadshow sosialisasi pembinaan Program Studi yang diselenggarakan pada tanggal 2-4 Juni 2022. Kegiatan roadshow pertama dilakukan di Fakultas Ekonomi (FE) dan dan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (Fisipkom) pada 2 Juni 2022. Kegiatan yang bertajuk rencana tindak lanjut evaluasi akreditasi menuju universitas unggul ini diikuti oleh pejabat struktural dan dosen-dosen di FE dan Fisipkom. Turut hadir menjadi narasumber sekaligus tim roadshow yaitu Penasihat Pendidikan Tinggi Yayasan Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd., Dewan Pengawas Universitas Samsuri SE., MM., Rektor dan Para Wakil Rektor serta Tim Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (BPMPI).
Pada sesi roadshow ini, berbagai persoalan dan tantangan di FE dan Fisipkom dibahas dan diuraikan untuk memajukan Fakultas dan Program Studi khususnya. Arahan yang diberikan terkait dengan pengelolaan SDM dan hal-hal strategis lain-nya. Dalam paparannya Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd mengatakan jika ingin dipandang sebagai kampus unggul perlu mendapat penilaian yang baik dari masyarakat. Orang tua yang mempunyai persepsi unggul pada kampus, sehingga mereka apresiasi menitipkan putra/putri nya kepada kita.
"Bagaimana agar mempunyai penilaian seperti itu. Berikan pelayanan yang terbaik kepada mahasiswa dan alumni, kita perlu memberikan kebanggaan dari lulusan di kampus ini dengan cara ciptakan mereka lulus tepat waktu, berikan IPK yang terbaik jika mahasiswa mendapat IPK 2.7 maka, bimbing mahasiswa tersebut agar mendapat IPK 3.00," ungkapnya.
Selain itu dosen dan Program studi menjadi ujung tombak kampus menjadi unggul. PDDIKTI harus menjadi basis data yang dilengkapi oleh program studi dan perlu adanya peningkatan dosen.
"Yang pertama ditingkatkan itu adalah dosen, bukan kapasitasnya sebagai dosen, karena itu tidak diragukan lagi. Dosen itu bagaimana mengembangkan diri untuk menjadi standar bagi mahasiswa, jadi dosen tidak hanya menyampaikan mata kuliah, karena akreditasi itu berbasis data dan dokumen, maka data yang berbasis produktifitas agar dimasukkan kedalam sister. Kelengkapan identitas seperti seminar, menjadi narasumber, pengabdian masyarakat dll, sehingga bapak ibu eligible untuk dipanggil dalam sertifikasi dosen."
Hal ini senada dengan Samsuri SE., MM. selaku Dewan Pengawas Universitas ia mengatakan “Prodi merupakan unit kerja utama sebagai ujung tombak universitas sehingga prodi perlu bersinergi dengan dosen.”
Selain itu Prodi juga sebagai ujung tombak kualitas pembelajaran untuk meningkatkan Universitas. Layak atau tidak sebuah prodi secara kualitatif dituangkan dalam bentuk akreditasi. Wakil Rektor I, Aal Lukmanul Hakim, SH., MH. menambahkan.
"Akreditasi bukan tujuan akhir, begitupun angka-angka dalam IKU (Indikator Kinerja Utama) tetapi bagaimana kita bisa membuat lulusan Unida diterima dimasyarakat. IKU sebagai perjalanan proses menuju tujuan tetapi harapan akhirnya dengan akreditasi unggul IKU yang baik maka akan berimbas pada kompetensi lulusan," pungkasnya.
Acara roadshow berlangsung dengan interaktif dan kondusif dengan menghasilkan berbagai masukan dan motivasi kepada para dosen dan Program Studi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka mendukung ketercapaian visi universitas.
Sumber : https://unida.ac.id/artikel/rencana-tindak-lanjut-evaluasi-akreditasi-menuju-universitas-unggul-pimpinan-universitas-djuanda-roadshow-ke-fakultas-ekonomi-dan-fisipkom (Humas UNIDA)