[email protected] 0251-8240773
Berita

Roadshow LPPM UNIDA dan BPK Petakan Proposal Penelitian dan Pengabdian Tahun 2023

Bogor, 15  Maret 2023.

LPPM Universitas Djuanda bersama Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) melakukan kunjungan ke Fakultas Ilmu Sosial, Politik, dan Ilmu Komputer serta Fakultas Ilmu Pangan Halal dalam rangka Penawaran Proposal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dari Kemendikbudristek tahun 2023. Roadshow hari ketiga ini pun juga dibagi kedalam dua sesi. Sesi pertama pukul 09.30-11.30 WIB dilaksananakan di FAIPG, dan sesi kedua dilaksanakan di FE pada pukul 13.30-15.00 WIB.

 

Pada roadshow hari ketiga (15/3/2023) sesi pertama ini dihadiri oleh Kepala Biro Riset, Kepala Biro PKM dan Inovasi Hilirisasi, Ketua BPK (Dr. Rasmitadila, S.T., M.Pd), Dekan FAI-PG, Dekan FE beserta para dosen dari masing-masing fakultas.

 

Dalam dua sesi tersebut, Kepala Biro PKM, Danu Suryani, S.H., M.H. mewakili Wakil Rektor III/Ketua yang berhalangan hadir karena ada agenda MoU mengatakan bahwa LPPM beserta BPK siap membantu segala hal yang diperlukan untuk kelancaran pengajuan proposal, disamping itu disampaikan bahwa Biro PKM akan membuat aplikasi untuk menampung potensi dosen melalui company profile dosen-dosen. Kemudian menyampaikan pesan WR III bahwa pada prosesnya LPPM dan BPK akan berbagi tugas menggali bersama guna mencapai arrangement yang lebih luas terkait dengan meningkatkan klasterisasi di masa mendatang dan hadirnya kita dalam kegiatan ini adalah karena ada rasa sayang kita semua kepada lembaga ini untuk membangkitkan kembali Universitas Djuanda  kedalam level terbaiknya dengan berbagai macam ghiroh yang luar biasa dari mulai diri kita sendiri, dari yang sederhana, dan dari sekarangVision without action is just hallucination. Disamping itu juga Dr. Yudi Wahyudin menyampaikan bahwa ada target yang dibebankan oleh Rektor Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D  bahwa semestinya kita mempunyai bank proposal dan dari bank proposal tersebut target proposal tahun 2023 adalah sebanyak 200.

 

Dekan FAI-PG, Dr. Zahra Khusnul Latifa, M.Pd.I menyampaikan untuk membuat deposit box untuk mengakomodir kebutuhan dosen-dosen PBA terkait roadmap PBA untuk dipetakan kedalam roamap Fakultas dan Prodi sehingga dapat dipakai dalam untuk kelengkapan program usulan penelitian dan pengabdian tahun 2023. Sehingga bidang fokus yang diusulkan sesuai dengan roadmap penelitian Unida, Fakultas dan Prodi.

 

Sementara dalam pemaparan di sesi kedua, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Dra. Sri Harini, M.Si. menyampaikan  bahwa merasa bersyukur dengan kegiatan ini  sehingga dapat menyimak dan bertanya hal-hal terkait kepada tim LPPM dan BPK. Kemudian juga Fakultas Ekonomi sudah melakukan pemetaan elijibilitas dosen serta core SINTA over all.  Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai pencerahan dalam memahami penyusunan proposal sehingga dengan mengikuti kegiatan tersebut dapat mengajukan proposal yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang terdapat dalam buku panduan serta template yang ditetapkan.  Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk skema pengabdian tidak ada masalah dan mempunyai peluang yang cukup besar.

 

Dr. Rasmitadila, selaku Ketua BPK dalam dua sesi roadshow menyampaikan dan menegaskan buatlah proposal yang sempurna dan harus menang sebab proposal yang bagus adalah proposal yang lolos untuk didanai. Kemudian harus melihat dan berpatokan kepada 9 bidang fokus riset nasional  yakni pangan, energi, kesehatan, transportasi, produk rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora dan bidang riset lainnya. Bidang riset lainnya adalah terkait yang menjadi perhatian yang harus dipecahkan sekarang Serta 5 prioritas riset yakni green economy, blue economy, digital economy, tourism dan health independence. Jadi Topik proposal yang dikirimkan harus sesuai dengan bidang fokus dan prioritas riset nasional tadi.

 

Ketika penelitian tidak lagi menggunakan skema desentralisasi, maka semua dosen akan bersaing dengan seluruh dosen di Indonesia dan akan di review oleh reviewer nasional.

 

Lebih lanjut Dr. Rasmitadila mengatakan bahwa dalam membuat proposal, jangan keluar  dari pedoman buku panduan, jangan keluar dari template yang ditetapkan sebab satu item saja tidak sesuai dengan panduan atau template maka dipastikan akan langsung dicoret/gagal, pilih anggota yang memiliki rekam jejak publikasi yang baik, meskipun tidak ada larangan untuk memilih anggota yang belum mempunyai publikasi, namun hal itu akan menjadi pertimbangan reviewer dalam merekomendasikan proposal tersebut. Kemudian juga dalam membuat roadmap, substansinya harus terlihat sebab nilai skor untuk roadmap lumayan besar besar yakni 30 dari 100. Jadi proposal WAJIB Sempurna dan MENANG.

 

 

_SDJ_2023