[email protected] 0251-8240773
Berita

Roadshow Pembinaan Program Studi hari ke-3, Fakultas Ilmu Pangan Halal Berbenah Untuk Mencapai Unggul

Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) pada hari keeempat mendapat jadwal agenda roadshow dalam rangka Sosialisasi Pembinaan Program Studi di Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor pada Sabtu (4/06/2022). Kegiatan yang bertajuk rencana tindak lanjut evaluasi akreditasi menuju universitas unggul ini dihadiri oleh seluruh pejabat struktural dan dosen FIPHAL. Turut hadir menjadi narasumber sekaligus tim roadshow yaitu Penasihat Pendidikan Tinggi Yayasan Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd., Wakil Rektor I Aal Lukmanul Hakim, SH., MH., ?Wakil Rektor III Dr. Ir. Ristika Handarini, MP. dan Sekretaris Dewan Pengawas Universitas serta Tim Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (BPMPI)Arti Yoesdiarti, SP., MM.

Acara berlangsung diawali dengan presentasi kondisi terkini dari setiap program studi oleh Dekan FIPHAL Dr. Ir. Helmi Haris, M.S. Dalam paparannya mengatakan? kesesuaian bidang kerja dari lulusan FIPHAL yang bekerja tidak sesuai dengan program studinya. Maka untuk lulusan selanjutnya akan dicoba dengan kegiatan yang sifatnya menunjang sertifikasi kebetulan saat ini sudah ada sekolah vokasi.

??Kita sudah merencanakan, karena kelemahan bagi mahasiswa untuk kegiatan pelatihan yang berbayar terkendala pada biaya. Rencana dari kami, paling tidak di awal perkuliahan ada dana yang sudah dialokasikan untuk biaya pelatihan, sehingga mahasiswa tidak lagi terkendala biaya,? ungkapnya

?

?Dekan Fiphal juga mengidentifikasi masalah fakultas dan potensi program studi.

?

?FIPHAL masih di angka sangat baik. Ada kemungkinan bisa naik ke atas atau turun ke bawah . Saya yakin jika diisi dengan serius ini akan bagus. Untuk itu saya sangat bersyukur ada kunjungan ini. Kami diberikan pencerahan, motivasi pada kami sehingga untuk tahun ?2024 mulai berbenah agar mendapat hasil sangat baik meski tidak unggul serta mengingatkan kita dengan kondisi saat ini.?

?

Selain itu Dekan FIPHAL berharap terkait revitalisasi laboratorium, agar menjadikan laboratorium lebih fungsional dengan menginventarisir dan melengkapi peralatan lab, serta melengkapi SOP yang dimiliki. Pengembangan laboratorium diperlukan yakni Laboratorium Manajemen di Program Studi Teknologi Industri Pertanian dan Laboratorium Sensory di Program Studi Teknologi Pangan.

?Laboratorium menjadi kewajiban dalam bidang ilmu eksak sehingga kebutuhannya yang sangat vital,? pungkasnya.

?

Penasihat Pendidikan Tinggi Yayasan Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. melihat potensi FIPHAL berkaitan dengan ketauhidan.

?Unida sebagai kampus bertauhid, jadi fakultas ini merupakan etalase bagi Unida yang bisa dilihat oleh masyarakat. Oleh karena itu saya sangat berharap bagaimana fakultas ini senantiasa ada di hati masyarakat. Masyarakat harus punya animo memberikan umpan balik itu bisa didapat dari mahasiswa dan lulusan. Artinya tantangan yang paling besar adalah mahasiswa.?

?

Perbaikan untuk menunjang kearah yang semakin baik senantiasa dilakukan dengan optimal oleh FIPHAL. Ahmad Syarbaini, S.TP., M.Si.? selaku wakil dekan menyampaikan penilaian dan angka-angka sejauh ini sudah lebih baik, dan ada perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya sehingga hasil capaian sangat baik pada tahun 2024 sangat optimistis tercapai.

?

Ditanggapi oleh Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. target sebagai Universitas Unggul karena dengan keunggulan berbagai hal bisa didapatkan oleh Universitas. Kampus unggul bukan hanya diakui pemerintah tetapi diakui oleh masyarakat. Lisensinya melalui akreditasi dan perangkingan.

?Sangat baik saya dukung. Akan tetapi kita harus sepakat jangan punya standar sangat baik tetapi standarnya harus unggul. Upayakan unggul pada saat mendapat sangat baik. Prestasi itu harus optimal, bukan semampunya selama bisa dikembangkan kita kejar untuk terus lebih baik,? ujarnya.

?

Wakil Rektor I Aal Lukmanul Hakim, SH., MH. mengatakan tujuan roadshow ini untuk mengharmonisasikan dan sinergitas program kerja ?tingkat yayasan, universitas sampai kepada fakultas dan Kaprodi.

?Proker kedepan akan dirancang berbasis masalah, dengan demikian apa yang dikerjakan berbasis masalah. Rencana tidak lanjut akan dituangkan dalam program kerja sampai kepada prioritas jangka pendek, jangka panjang dan unit terkait, sehingga diharapkan tahun depan proker kita menjadi terarah dan bisa diukur,? tuturnya.