Sambut Hari Pasar Modal Indonesia: Tingkatkan Literasi Pasar Modal untuk Generasi Muda
oleh:
Masnur Mukmin, SE., M.Ak
(Wakil Dekan Non Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Djuanda Bogor)
Hari Pasar
Modal Indonesia jatuh pada tanggal 3 Juni. Dalam rangka memperingati Hari Pasar
Modal Indonesia, perlu kita ketahui Bersama bahwa Pasar Modal memiliki peran
yang sangat penting bagi perekonomian sebuah negara. Pada penjelasan yang
sederhana, besarnya volume transaksi di Pasar Modal Indonesia, dapat menjadi
cerminan tingkat kepercayaan investor dalam berinvestasi pada perusahaan-perusahaan
yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tentu saja kepercayaan tersebut harus
terus dibangun dengan kinerja perusahaan dan kebijakan Pemerintah yang dapat
menjamin iklim investasi yang aman dan stabil.
Layaknya
pasar pada umumnya, secara umum Pasar Modal merupakan tempat bertemunya pembeli
dan penjual dangan komoditas saham sebagai objek yang diperdagangkan. Hal ini
karena Pasar Modal adalah tempat bertemunya perusahaan yang membutuhkan dana
dari masyarakat untuk pengembangan usaha dan lain-lain dengan masyarakat yang
hendak menginvestasikan dana. Dikutip dari siaran pers Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) setidaknya hingga akhir tahun 2021, aktivitas perdagangan saham yang
bertumbuh, tercermin dari kinerja IHSG yang bergerak stabil dan cenderung
meningkat dibandingkan pada triwulan III. Selain itu, peningkatan jumlah
investor hingga akhir tahun 2021 didominasi oleh investor domestik yang berumur
di bawah 30 tahun atau sekitar 59,98 persen dari total investor. Hal ini
mencerminkan peningkatan minat generasi milenial dan generasi Z dalam
bertransaksi di Pasar Modal Indonesia.
Menyoroti
minat generasi muda Indonesia terhadap literasi dan praktik transaksi di Pasar
Modal, memberikan harapan yang baik terhadap masa depan dan cita-cita Pasar
Modal Indonesia yang didominasi oleh investor domestik. Namun demikian, kondisi
?mengikuti tren? yang dilakukan oleh generasi muda juga menjadi masalah lebih
lanjut dalam perkembangan Pasar Modal Indonesia. Istilah fear of missing out
(FOMO) menjadi ?beken? akhir-akhir ini dengan menyoroti perilaku investor muda
dalam bertransaksi di Pasar Modal. Perilaku tersebut dikhawatirkan justru
dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan secara sepihak
dari adanya tren ini. Untuk itu, literasi Pasar Modal dan Investasi menjadi
satu-satunya tameng yang dapat mencegah para investor muda dari jurang kerugian
dalam berinvestasi.
Salah satu
bentuk upaya peningkatan literasi yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti
berbagai workshop atau seminar Pasar
Modal, melakukan penelitian skripsi atau tesis terkait dengan Pasar Modal, atau
aktivitas peningkatan literasi lainnya seperti membaca bacaan dari berbagai
sumber literasi terpercaya. Dengan demikian, diharapkan pada masa yang akan
datang, para investor muda telah terliterasi dengan baik dan membawa perubahan
Pasar Modal Indonesia ke arah yang positif.