[email protected] 0251-8240773
Informasi

Sambut Hari Pasar Modal Indonesia: Tingkatkan Literasi Pasar Modal untuk Generasi Muda

oleh:
Masnur Mukmin, SE., M.Ak
(Wakil Dekan Non Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Djuanda Bogor)


Hari Pasar Modal Indonesia jatuh pada tanggal 3 Juni. Dalam rangka memperingati Hari Pasar Modal Indonesia, perlu kita ketahui Bersama bahwa Pasar Modal memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian sebuah negara. Pada penjelasan yang sederhana, besarnya volume transaksi di Pasar Modal Indonesia, dapat menjadi cerminan tingkat kepercayaan investor dalam berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tentu saja kepercayaan tersebut harus terus dibangun dengan kinerja perusahaan dan kebijakan Pemerintah yang dapat menjamin iklim investasi yang aman dan stabil.

Layaknya pasar pada umumnya, secara umum Pasar Modal merupakan tempat bertemunya pembeli dan penjual dangan komoditas saham sebagai objek yang diperdagangkan. Hal ini karena Pasar Modal adalah tempat bertemunya perusahaan yang membutuhkan dana dari masyarakat untuk pengembangan usaha dan lain-lain dengan masyarakat yang hendak menginvestasikan dana. Dikutip dari siaran pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setidaknya hingga akhir tahun 2021, aktivitas perdagangan saham yang bertumbuh, tercermin dari kinerja IHSG yang bergerak stabil dan cenderung meningkat dibandingkan pada triwulan III. Selain itu, peningkatan jumlah investor hingga akhir tahun 2021 didominasi oleh investor domestik yang berumur di bawah 30 tahun atau sekitar 59,98 persen dari total investor. Hal ini mencerminkan peningkatan minat generasi milenial dan generasi Z dalam bertransaksi di Pasar Modal Indonesia.

Menyoroti minat generasi muda Indonesia terhadap literasi dan praktik transaksi di Pasar Modal, memberikan harapan yang baik terhadap masa depan dan cita-cita Pasar Modal Indonesia yang didominasi oleh investor domestik. Namun demikian, kondisi ?mengikuti tren? yang dilakukan oleh generasi muda juga menjadi masalah lebih lanjut dalam perkembangan Pasar Modal Indonesia. Istilah fear of missing out (FOMO) menjadi ?beken? akhir-akhir ini dengan menyoroti perilaku investor muda dalam bertransaksi di Pasar Modal. Perilaku tersebut dikhawatirkan justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan secara sepihak dari adanya tren ini. Untuk itu, literasi Pasar Modal dan Investasi menjadi satu-satunya tameng yang dapat mencegah para investor muda dari jurang kerugian dalam berinvestasi.

Salah satu bentuk upaya peningkatan literasi yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti berbagai workshop atau seminar Pasar Modal, melakukan penelitian skripsi atau tesis terkait dengan Pasar Modal, atau aktivitas peningkatan literasi lainnya seperti membaca bacaan dari berbagai sumber literasi terpercaya. Dengan demikian, diharapkan pada masa yang akan datang, para investor muda telah terliterasi dengan baik dan membawa perubahan Pasar Modal Indonesia ke arah yang positif.