[email protected] 0251-8240773
Berita

Sambut Ramadhan, Pimpinan Majelis Al-Ihya Sampaikan Tausyiah pada Majelis Dhuha di UNIDA

Yayasan Pendidikan Amaliyah Djuanda (YPSPIAI) dan Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan “Majelis Dhuha”, pada Rabu (15/03/2023) di Masjid Baitul Hamdi (MBH) Kampus UNIDA. Rangkaian kegiatan Majelis Dhuha ini diisi dengan shalat dhuha, ratibul haddad, dzikir dan doa serta ditutup oleh tausiyah yang disampaikan oleh Pembina Majelis Al-Ihya Bogor K.H. Khairul Saleh.

Turut hadir, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan, majelis dhuha merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sekali pada setiap bulannya. Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H berharap ke depan, khususnya pada Bulan Ramadhan, Majelis Dhuha dapat diselenggarakan secara lebih intens guna meningkatkan kualitas dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas insan YPSPIAI dan UNIDA.

“Saya berharap kegiatan Majelis Dhuha ini rutin dilaksanakan bukan hanya satu bulan sekali. Seluruh pimpinan, karyawan, tendik, maupun dosen untuk memberhentikan kegiatannya, ikut dalam Majelis Dhuha. Allah yang membolak-balikan hati, maka berdoalah kepada Allah. Minta sesuatu apapun itu kepada Allah, jangan kepada manusia. Melalui shalat dhuha ini, kita minta kepada Allah keberkahan hidup. Pada kesempatan ini juga kita akan mendengar kajian dari K.H. Khairul Saleh dari Majelis Al-Ihya,” tutur Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D mengatakan bahwasanya kegiatan Majelis Dhuha ini merupakan persiapan untuk menyambut Bulan Ramadhan. Sehingga perlu untuk mempersiapkan diri dan lebih meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT.

Sementara itu dalam sesi tausyiah, K.H. Khairul Saleh menyampaikan terkait dengan keutamaan shalat Dhuha.

“Pengertian Dhuha artinya matahari yang baru memancar, sempurnanya Dhuha itu sekitar jam 9 pagi. Rasulullah SAW mengatakan, keberkahan itu ada pada pagi hari, untuk mencari rezeki, mencari ilmu, berdagang, ke pasar, dan sebagainya. Termasuk kita yang sedang belajar, untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya sebagai bukti wujud rezeki yang Allah berikan kepada kita semuanya,” terangnya.  

K.H. Khairul Saleh menambahkan, rezeki bukan hanya sebatas materi, namun udara yang dihirup, air yang diminum, makanan yang sehat, ataupun otak yang bisa berpikir sehingga mendapatkan ilmu itu merupakan rezeki dari Allah.

“Tidak ada satupun pemberian yang kita terima bukan dari Allah. Bagaimana kita ingin mendapatkan rezeki? Allah sudah mengatakan siapa saja yang bertakwa kepada Allah, akan senantiasa diberikan jalan keluar. Apa itu takwa? Takwa itu adalah mengerjakan segala yang diperintahkan dan menjauhkan diri dari segala yang diharamkan, sambil melaksanakan juga taat kepada Rasulullah SAW dengan menghidupkan sunnahnya. Ketakwaan merupakan puncak kemuliaan seseorang, tidak ada lagi dalam hatinya, dalam dirinya, kecuali semata-mata karena Allah SWT. Maka bersyukurlah kita hidup dalam lingkungan Kampus Bertauhid ini,” tutur K.H. Khairul Saleh dalam tausyiahnya.