Sambut Ramadhan, Pimpinan Majelis Al-Ihya Sampaikan Tausyiah pada Majelis Dhuha di UNIDA
Yayasan Pendidikan Amaliyah Djuanda (YPSPIAI) dan
Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan “Majelis Dhuha”, pada Rabu
(15/03/2023) di Masjid Baitul Hamdi (MBH) Kampus UNIDA. Rangkaian kegiatan Majelis Dhuha ini diisi dengan shalat dhuha,
ratibul haddad, dzikir dan doa serta ditutup oleh tausiyah yang disampaikan oleh Pembina Majelis Al-Ihya Bogor
K.H. Khairul Saleh.
Turut hadir, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin
Roestamy, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan, majelis dhuha merupakan
agenda rutin yang dilaksanakan sekali pada setiap bulannya. Prof. Dr. H. Martin
Roestamy, S.H., M.H berharap ke depan, khususnya pada Bulan Ramadhan, Majelis Dhuha
dapat diselenggarakan secara lebih intens
guna meningkatkan kualitas dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas insan
YPSPIAI dan UNIDA.
“Saya berharap kegiatan Majelis Dhuha ini rutin
dilaksanakan bukan hanya satu bulan sekali. Seluruh pimpinan, karyawan, tendik,
maupun dosen untuk memberhentikan kegiatannya, ikut dalam Majelis Dhuha. Allah yang
membolak-balikan hati, maka berdoalah kepada Allah. Minta sesuatu apapun itu
kepada Allah, jangan kepada manusia. Melalui shalat dhuha ini, kita minta
kepada Allah keberkahan hidup. Pada kesempatan ini juga kita akan mendengar kajian
dari K.H. Khairul Saleh dari Majelis Al-Ihya,” tutur Chancellor UNIDA, Prof.
Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali
Fulazzaky, Ph.D mengatakan bahwasanya kegiatan Majelis Dhuha ini merupakan
persiapan untuk menyambut Bulan Ramadhan. Sehingga perlu untuk mempersiapkan diri
dan lebih meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT.
Sementara itu dalam sesi tausyiah, K.H. Khairul Saleh
menyampaikan terkait dengan keutamaan shalat Dhuha.
“Pengertian Dhuha artinya matahari yang baru memancar,
sempurnanya Dhuha itu sekitar jam 9 pagi. Rasulullah SAW mengatakan, keberkahan
itu ada pada pagi hari, untuk mencari rezeki, mencari ilmu, berdagang, ke
pasar, dan sebagainya. Termasuk kita yang sedang belajar, untuk mendapatkan
ilmu sebanyak-banyaknya sebagai bukti wujud rezeki yang Allah berikan kepada
kita semuanya,” terangnya.
K.H. Khairul Saleh menambahkan, rezeki bukan hanya sebatas
materi, namun udara yang dihirup, air yang diminum, makanan yang sehat, ataupun
otak yang bisa berpikir sehingga mendapatkan ilmu itu merupakan rezeki dari
Allah.
“Tidak
ada satupun pemberian yang kita terima bukan dari Allah. Bagaimana kita ingin
mendapatkan rezeki? Allah sudah mengatakan siapa saja yang bertakwa kepada Allah,
akan senantiasa diberikan jalan keluar. Apa itu takwa? Takwa itu adalah
mengerjakan segala yang diperintahkan dan menjauhkan diri dari segala yang
diharamkan, sambil melaksanakan juga taat kepada Rasulullah SAW dengan
menghidupkan sunnahnya. Ketakwaan merupakan puncak kemuliaan seseorang, tidak
ada lagi dalam hatinya, dalam dirinya, kecuali semata-mata karena Allah SWT. Maka
bersyukurlah kita hidup dalam lingkungan Kampus Bertauhid ini,” tutur K.H. Khairul
Saleh dalam tausyiahnya.