[email protected] 0251-8240773
Berita

Santri Mahasiswa Pondok Pesantren Bina Tauhid Selenggarakan Ujian Tasmi 10 Juz

Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid (PP Mabit) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan kegiatan Ujian Tasmi Hafalan Al-Quran 10 Juz yang berlangsung pada Minggu (8/01/2023) di Majelis Baitul Quran. Gina Rahmatunnisa Kholilah, santri mahasiswa angkatan 2019 Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam yang saat ini duduk di semester 7 melaksanakan Ujian Tasmi dengan khidmat dan dihadiri oleh para Asatidz, Pimpinan Pondok Pesantren, orang tua wali peserta ujian, serta santri lainnya. Kegiatan tidak hanya dilaksanakan secara luring sebagian undangan hadir melalui daring melalui zoom meeting.

Kegiatan ujian tahfidz tersebut dilaksanakan sebagai syarat bahwa telah selesainya murojaah 10 Juz dan direkomendasikan untuk melaksanakan ujian tahfidz. Tahapan kegiatan ini, dimulai dari murojaah mingguan, murojaah harian, lalu ujian terbuka.

Saat ditemui oleh tim Humas pada sesi wawancara, Asatidz PP Mabit Saddam Husein, S.H., M.H menjelaskan tahapan yang dilalui para santri dalam ujian tasmi.

“Untuk dinyatakan berhak ujian tasmi ini harus melewati 3 tahapan terlebih dahulu, pertama setoran hafalan halaman per-halaman setiap harinya sampai nanti  selesai 1 juz. Kemudian di tes kembali yang 1 juz itu namanya ujian murojaah, atau boleh juga di sebut ujian marhalah sekali duduk 1 juz. Jika sudah lulus 1 juz itu baru boleh nambah ke juz berikutnya begitulah tahapannya sampai seterusnya, kemudian sekali duduk dengan disoal bisa, melanjutkan ayat,” jelasnya.

Saddam Husein, S.H., M.H berharap agar semua santri bisa menjadi mencontoh dan mengambil bagian dari kegiatan ini.

“Kami berharap semua santri bisa tasmi sedikitnya 7 juz sekali duduk, lebih bagus lagi sampai 30 juz. Umumnya buat kita semua semoga menjadi rahmat al-quran untuk Unversitas Djuanda, Yayasan Amaliah, Perguran Amaliah, Pondok Pesantren Binta, dan tentunya insyaAllah ini menjadi uswah untuk santri yang lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu ditemui terpisah, Gina Rahmatunnisa Kholilah pernah mengatakan bahwa dirinya sering diikutkan pada lomba tahfidz quran 10 juz dan sudah-berkali kali meraih juara pada tingkat Kota maupun Kabupaten. Namun dalam kesempatan ini, Gina mengaku merasa gugup.

”Untuk Perasaan itu sendiri saya merasa degdegan, karena kita dinilai oleh ustadz penanggung jawab tahfidz,” kata Gina.

Selain itu pada Ujian ini merupakan proses panjang bagi Gina yang senantiasa istiqomah membaca Al-Quran, Gina juga memberikan tips agar tetap semangat dalam menghafal Al-Quran.

“Tips agar menjaga Hafalan versi gina yaitu istiqomah murojaah setiap hari walaupun hanya 5 halaman, yang paling utama dari diri kita harus sabar, sungguh-sungguh, ikhlas dalam menghafalnya. Harapan kedepannya Gina dapat tetap menjaga hafalan dan bisa melanjutkan simaan sampai 30 juz,” jelas Gina.