Santri Mahasiswa Pondok Pesantren Bina Tauhid Selenggarakan Ujian Tasmi 10 Juz
Pondok
Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid (PP Mabit) Universitas Djuanda (UNIDA)
selenggarakan kegiatan Ujian Tasmi Hafalan Al-Quran 10 Juz yang berlangsung pada
Minggu (8/01/2023) di Majelis Baitul Quran. Gina Rahmatunnisa Kholilah, santri
mahasiswa angkatan 2019 Program Studi (Prodi) Manajemen
Pendidikan Islam yang saat ini duduk di semester 7 melaksanakan Ujian Tasmi
dengan khidmat dan dihadiri oleh para Asatidz, Pimpinan Pondok Pesantren, orang tua wali peserta
ujian, serta santri lainnya. Kegiatan tidak hanya dilaksanakan secara luring
sebagian undangan hadir melalui daring melalui zoom meeting.
Kegiatan
ujian tahfidz tersebut dilaksanakan sebagai syarat bahwa telah selesainya murojaah 10 Juz dan direkomendasikan
untuk melaksanakan ujian tahfidz. Tahapan kegiatan ini, dimulai dari murojaah
mingguan, murojaah harian, lalu ujian
terbuka.
Saat ditemui
oleh tim Humas pada sesi wawancara, Asatidz PP Mabit Saddam
Husein, S.H., M.H
menjelaskan tahapan yang dilalui para santri dalam ujian tasmi.
“Untuk
dinyatakan berhak ujian tasmi ini harus melewati 3 tahapan terlebih dahulu,
pertama setoran hafalan halaman per-halaman setiap harinya sampai nanti selesai 1 juz. Kemudian di tes kembali yang 1
juz itu namanya ujian murojaah, atau
boleh juga di sebut ujian marhalah
sekali duduk 1 juz. Jika sudah lulus 1 juz itu baru boleh nambah ke juz
berikutnya begitulah tahapannya sampai seterusnya, kemudian sekali duduk dengan
disoal bisa, melanjutkan ayat,” jelasnya.
Saddam
Husein, S.H., M.H
berharap agar semua santri bisa menjadi mencontoh dan mengambil bagian dari
kegiatan ini.
“Kami
berharap semua santri bisa tasmi
sedikitnya 7 juz sekali duduk, lebih bagus lagi sampai 30 juz. Umumnya buat
kita semua semoga menjadi rahmat al-quran untuk Unversitas Djuanda, Yayasan
Amaliah, Perguran
Amaliah, Pondok Pesantren Binta, dan tentunya insyaAllah
ini menjadi uswah untuk santri yang lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu ditemui terpisah, Gina
Rahmatunnisa Kholilah pernah mengatakan bahwa dirinya sering diikutkan
pada lomba tahfidz quran 10 juz dan sudah-berkali kali meraih juara pada
tingkat Kota maupun Kabupaten.
Namun dalam
kesempatan ini, Gina mengaku merasa gugup.
”Untuk
Perasaan itu sendiri saya merasa degdegan, karena kita dinilai oleh ustadz
penanggung jawab tahfidz,” kata Gina.
Selain itu
pada Ujian ini merupakan proses panjang bagi Gina yang senantiasa istiqomah
membaca Al-Quran,
Gina juga memberikan tips agar tetap semangat dalam menghafal Al-Quran.
“Tips agar
menjaga Hafalan versi gina yaitu istiqomah murojaah setiap hari walaupun
hanya 5 halaman, yang paling utama dari diri kita harus sabar, sungguh-sungguh,
ikhlas dalam menghafalnya. Harapan kedepannya Gina dapat tetap menjaga hafalan dan bisa
melanjutkan simaan sampai 30 juz,”
jelas Gina.