Sarasehan KM FH UNIDA Angkatan 2022, Bangun Jiwa Nasionalisme Berintegritas
Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan
Sarasehan FH UNIDA Angkatan 2022 dengan tema “Membangun KM FH yang Berjiwa
Nasionalisme dengan Menanamkan Nilai Integritas dan Menjunjung Tinggi Asas
Kekeluargaan” yang digelar di Villa Galic Gadog pada 27-28 Mei 2023. Sarasehan
tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan II FH UNIDA, R. Djuniarsono, S.H., M.H dan
diisi oleh Dosen FH UNIDA, Dr. Sudiman Sihotang, S.H., M.H, Yahya Abdul Habib
Al Katiri, Sutan Syahrudin, SH dan diikuti oleh mahasiswa FH UNIDA angkatan
2022 sebagai peserta.
Pelaksanaan sarasehan tersebut dilatar belakangi oleh upaya pembentukan karakter dari para
mahasiswa yang kritis, berjiwa pemimpin, dan idealis. Sehingga diperlukan
sebuah pertemuan untuk mendengarkan pendapat dari pemateri, dan alumni mengenai
pembentukan karakter sesama mahasiswa FH UNIDA.
Dr. Sudiman Sihotang, S.H., M.H dalam paparan materinya menyatakan
bahwasanya kekeluargaan adalah sebuah rasa kepedulian yang diciptakan oleh
seseorang atau kelompok agar terciptanya hubungan yang damai dan tentram. Nilai
kekeluargaan ialah sebuah sistem, sikap serta kepercayaan yang secara sadar
ataupun tidak dapat mempersatukan anggota keluarga pada suatu budaya.
“Nilai kekeluargaan ini juga menjadi salah satu pedoman dalam menjalankan
norma serta etika di dalam lingkungan keluarga. Kampus merupakan tempat bagi
para mahasiswa untuk menuntut ilmu dan melakukan berbagai aktifitas sehingga
menjadikan kampus sebagai rumah kedua bagi mahasiswa. Maka dari itu, peran
mahasiswa sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menciptakan lingkungan yang
sehat, nyaman, dan tentram. Oleh karena itu, Sarasehan seperti ini
perlu dilakukan terutama untuk memperarat kekeluargaan,” tuturnya.
Selanjutnya Yahya Abdul Habib Al Katiri menyampaikan bahwasa nasionalisme
adalah sikap cinta tanah air, yang artinya mereka mencintai dan mau membangun
tanah air menjadi lebih baik. Menghadapi tantangan baik yang berasal dari dalam
(radikalisme) maupun luar (pengaruh globalisasi dan teknologi informasi) maka
bangsa Indonesia harus meningkatkan
nasionalisme-nya dan wawasan kebangsaannya.
“Sikap nasonalisme harus dimiliki oleh
setiap warga negara termasuk para mahasiswa, sebab dengan adanya sikap cinta tanah air, mereka dapat menjaga
dan melindungi negara kita dari ancaman dalam bentuk
apapun. Pembuktian Nasionalisme sewajarnya dilakukan dalam bentuk karya nyata
dan prestasi yang mampu menjadikan sebuah inspirasi bagi banyak orang,” ungkapnya.
Sementara itu, Sutan Syahrudin, S.H dalam penyampaian materinya
menyatakan integritas adalah sikap atau mental dimana menyelaraskan antara
pikiran dengan perbuatannya. Definisi integritas sendiri, menurut para ahli
adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi
nilai-nilai luhur dan keyakinan. Menurut Sthepen R. Covey, integritas berarti
kita melakukan apa yang kita lakukan karena hal tersebut benar dan bukan karena
sedang digandrungi orang atau sesuai dengan tata krama.
“Sebagai mahasiswa, penting bagi kita untuk memiliki karakter
berintegritas. Mahasiswa yang berintegritas berarti berkarakter, berprinsip
serta konsisten dalam menjalankan kehidupan,” pungkasnya.
Setelah selesai pemaparan para pemateri, kegiatan dilanjutkan dengan
pentas seni, sharing session alumni, games dan outbond.