[email protected] 0251-8240773
Berita

Sarasehan KM FH UNIDA Angkatan 2022, Bangun Jiwa Nasionalisme Berintegritas

Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Sarasehan FH UNIDA Angkatan 2022 dengan tema “Membangun KM FH yang Berjiwa Nasionalisme dengan Menanamkan Nilai Integritas dan Menjunjung Tinggi Asas Kekeluargaan” yang digelar di Villa Galic Gadog pada 27-28 Mei 2023. Sarasehan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan II FH UNIDA, R. Djuniarsono, S.H., M.H dan diisi oleh Dosen FH UNIDA, Dr. Sudiman Sihotang, S.H., M.H, Yahya Abdul Habib Al Katiri, Sutan Syahrudin, SH dan diikuti oleh mahasiswa FH UNIDA angkatan 2022 sebagai peserta.

Pelaksanaan sarasehan tersebut dilatar belakangi oleh upaya pembentukan karakter dari para mahasiswa yang kritis, berjiwa pemimpin, dan idealis. Sehingga diperlukan sebuah pertemuan untuk mendengarkan pendapat dari pemateri, dan alumni mengenai pembentukan karakter sesama mahasiswa FH UNIDA.

Dr. Sudiman Sihotang, S.H., M.H dalam paparan materinya menyatakan bahwasanya kekeluargaan adalah sebuah rasa kepedulian yang diciptakan oleh seseorang atau kelompok agar terciptanya hubungan yang damai dan tentram. Nilai kekeluargaan ialah sebuah sistem, sikap serta kepercayaan yang secara sadar ataupun tidak dapat mempersatukan anggota keluarga pada suatu budaya.

Nilai kekeluargaan ini juga menjadi salah satu pedoman dalam menjalankan norma serta etika di dalam lingkungan keluarga. Kampus merupakan tempat bagi para mahasiswa untuk menuntut ilmu dan melakukan berbagai aktifitas sehingga menjadikan kampus sebagai rumah kedua bagi mahasiswa. Maka dari itu, peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan tentram. Oleh karena itu, Sarasehan seperti ini perlu dilakukan terutama untuk memperarat kekeluargaan,” tuturnya.

Selanjutnya Yahya Abdul Habib Al Katiri menyampaikan bahwasa nasionalisme adalah sikap cinta tanah air, yang artinya mereka mencintai dan mau membangun tanah air menjadi lebih baik. Menghadapi tantangan baik yang berasal dari dalam (radikalisme) maupun luar (pengaruh globalisasi dan teknologi informasi) maka bangsa Indonesia harus meningkatkan nasionalisme-nya dan wawasan kebangsaannya.

Sikap nasonalisme harus dimiliki oleh setiap warga negara termasuk para mahasiswa, sebab dengan adanya sikap cinta tanah air, mereka dapat menjaga dan melindungi negara kita dari ancaman dalam bentuk apapun. Pembuktian Nasionalisme sewajarnya dilakukan dalam bentuk karya nyata dan prestasi yang mampu menjadikan sebuah inspirasi bagi banyak orang,” ungkapnya.

Sementara itu, Sutan Syahrudin, S.H dalam penyampaian materinya menyatakan integritas adalah sikap atau mental dimana menyelaraskan antara pikiran dengan perbuatannya. Definisi integritas sendiri, menurut para ahli adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Menurut Sthepen R. Covey, integritas berarti kita melakukan apa yang kita lakukan karena hal tersebut benar dan bukan karena sedang digandrungi orang atau sesuai dengan tata krama.

Sebagai mahasiswa, penting bagi kita untuk memiliki karakter berintegritas. Mahasiswa yang berintegritas berarti berkarakter, berprinsip serta konsisten dalam menjalankan kehidupan,” pungkasnya.

Setelah selesai pemaparan para pemateri, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni, sharing session alumni, games dan outbond.