[email protected] 0251-8240773
Informasi

Sehat Jiwa dan Raga serta Produktif

Sri Harini, Nispi Yani Sya’baniyyah

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Djuanda

Artikel dibuat dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Pikiran dan Tubuh Internasional

 

Setiap Tanggal 3 Januari merupakan Peringatan Hari Kesehatan Pikiran dan Tubuh. Peringatan ini menjadi salah satu upaya bagi manusia agar mencintai tubuh dan pikirannya sehingga kondisinya baik dan sejahtera karena kesehatan itu sangat penting. Kesehatan akan mendukung segala aktifitas yang dilakukan oleh manusia sehingga menjadi lebih produktif atau bermanfaat bagi banyak orang.

Mens Sana In Corpore Sano

Mens sana in corpore sano, adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang artinya adalah "jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat." Maksudnya jika jiwa seseorang sehat, maka tubuhnya akan sehat juga, begitu pula sebaliknya.  Pencetus atau penemu semboyan men sana in corpore sano adalah seorang penyair bernama Decimus Iunius Juvenalis. Semboyan tersebut semakin digaungkan ketika dunia sedang dilanda pandemi Covid-19 sejak akhir 2019 hingga saat ini. Para dokter maupun instansi kesehatan di dunia ramai-ramai menggencarkan kegiatan olahraga agar dapat membantu menjaga imunitas tubuh.

Emosi, pengalaman, keyakinan, hingga tindakan yang dilakukan saling berhubungan dengan keharmonisan pikiran hingga tubuh dan kesehatan secara keseluruhan. Kesadaran akan hal tersebut kemudian diperingati dengan adanya Hari Kesehatan Pikiran dan Tubuh Internasional.

Sejarah Hari Kesehatan Pikiran dan Tubuh Internasional

Gerakan Hari Kesehatan Pikiran dan Tubuh Internasional diperkenalkan oleh Hippocrates. Penelitian dan ajarannya berperan penting dalam meluncurkan eksplorasi lanjutan tentang cara pengobatan yang digunakan di dunia. Terdapat perkembangan dalam praktik kesehatan pikiran dan tubuh. Dalam beberapa dekade terakhir, banyak orang telah berfokus dan meneliti hubungan antara pikiran dan tubuh saat keduanya bekerja sama secara sinergis menuju kehidupan yang sehat.

Pada abad ke 17 an manusia melakukan pengobatan dengan cara yang alami atau herbal. Pada tahun 1960-an mulai muncul pengobatan modern dan menimbulkan adanya penolakan oleh orang-orang yang percaya pada pengobatan alami. Kemudian pada Tahun 1970-an Meskipun telah ada dalam praktik negara Timur selama bertahun-tahun, mindfulness dan meditasi mulai muncul sebagai bagian dari proses penyembuhan di negara Barat.

Sehat Fisik dan Mental dalam Islam

Kesehatan berasal dari kata dari Bahasa Arab “sahhah” artinya sehat, tidak sakit, atau selamat. Secara harfiah, “kesehatan” diartikan sebagai keadaan sehat, baik dari segi jasmani maupun rohani.

Islam sangat memperhatikan masalah kesehatan. Kesehatan adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Maka dari itu, kita selaku hamba Allah sepatutnya bersyukur atas nikmat sehat yang diberikan oleh-Nya. Rasulullah bersabda, “Ada dua anugerah yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan yang baik dan waktu luang.” (HR. Bukhari).

Islam, dalam al-Quran dan hadist, telah menetapkan berbagai prinsip untuk mempertahankan keseimbangan tubuh manusia agar tetap dalam kondisi sehat. Salah satu upaya menjaga kesehatan jasmani dapat dilakukan dengan menjaga pola makan dan minum yang baik.  Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya”. (QS. ‘Abasa 80 : 24 ). Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-A’raf 7: 31).

Islam dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental dalam hal positif. Hadist riwayat Bukhari menyebutkan bahwa tidak ada penyakit yang diciptakan Allah, melainkan Dia juga yang menciptakan obatnya. Al-Qur’an dapat digunakan sebagai pedoman bagi orang-orang untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup. Maka sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan”. (QS. Al-Insyirah 94: 5-6)

Kesehatan dalam Manajemen dan Wirausaha

 

Fungsi otak yang utama bukan berfikir tetapi mengendalikan sistem kesehatan tubuhVitalitas otak dalam menjaga kesehatan ternyata tergantung pada frekuensi perbuatan baik. Manusia adalah makhluk sosial, bergaul, bermuamalah, bekerjasama, tolong menolong, dan kegiatan komunikasi dengan orang lain adalah sebuah aspek kerja otak yang paling utama. Islam menganjurkan kepada umatnya untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan.  Semakin banyak perbuatan baik yang dilakukan maka semakin sehat otak atau pikirannya dan semakin sehat pula fisiknya.

 

Berbuat baik menenangkan otak dan menyehatkan badan

Berbuat baik menenangkan otak dan menyehatkan badan, termasuk bagi wirausaha. Berwirausaha memberi peluang kepada seseorang untuk banyak berbuat baik, membantu memenuhi kebutuhan barang dan jasa kepada orang lain, membantu memberikan kesempatan kerja bagi orang lain yang sangat membutuhkan. Banyak berbuat kebaikan akan sangat menyehatkan bagi si pelaku maupun yang melihatnya.  Hal ini dibuktikan oleh ahli kesehatan dengan penelitiannya The Healing Brain (Robert Ornstein David Sobel, pemenang American Health Award, 1988).  Penelitiannya dengan dua kelompok diberikan perlakuan yang berbeda. Kelompok pertama diberikan perlakuan menonton film perang yang melihat banyak adegan kegiatan dokter perawat dan tenaga sosial lain dalam memberikan bantuan kepada korban perang. Sedangkan kelompok kedua tidak diberikan perlakuan apa-apa tanpa melihat tayangan film.  Beberapa saat setelah itu maka masing-masing kelompok diukur kadar imunoglubolin ternyata kelompok yang menonton film kadar imunoglubolinnya jauh lebih tinggi dibanding kelompok yang tidak menonton film.  Sehingga salah satu kesimpulannya jika manusia hanya dengan melihat perbuatan baik dapat meningkatkan kadar kekebalan tubuhnya bagaimana jika manusia melakukan sendiri perbuatan baik tersebut. 

 

Maka jika ingin sehat perbanyaklah berbuat baik kepada orang-orang dan lingkungan dimana kita berada. Dengan berbuat banyak kebaikan maka otak kita menjadi tenang dan mental kita menjadi lebih sehat serta fisik menjadi lebih kuat. Dengan kesehatan mental dan fisik maka dapat lebih produktif dan dapat melakukan kebaikan kepada banyak orang.

 

Referensi:

https://www.aktualita.co/2022/01/3-januari

https://www.detik.com/jateng/berita/d-6494236

Mochamad Sadheli. Arti "Men Sana In Corpore Sano" dalam Olahraga. https://www.kompas.com/sports/read/2022/06/09/02000078/arti-men-sana-in-corpore-sano-dalam-olahraga?page=all.

https://fk.uii.ac.id/islam-sebagai-pedoman-sehat-fisik-dan-mental/

Ornstein, Robert and  Sobel, David. 1999. The Healing Brain: Breakthrough Discoveries About How the Brain Keeps Us Healthy. Malor Books.