[email protected] 0251-8240773
Berita

Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda Lakukan Kunjungan Akademik ke MARA Halal Industrial Park Malaysia

Malaysia, 27 Januari 2026 Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda melaksanakan kunjungan akademik internasional ke MARA Halal Industrial Park di bawah pengelolaan Majlis Amanah Rakyat (MARA), Pejabat Daerah, Malaysia, pada Selasa (27/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Tridarma International Visit Batch 6 yang diselenggarakan di INTEM Malaysia bekerja sama dengan ASEANACA.

Kunjungan ini difokuskan pada penguatan wawasan terkait tata kelola inkubasi bisnis, pengembangan kewirausahaan, serta inovasi teknologi yang dikelola secara terintegrasi oleh lembaga pemerintah Malaysia. Delegasi memperoleh pemaparan langsung mengenai ekosistem pengembangan industri halal, strategi pembinaan wirausaha muda, serta model hilirisasi riset yang berhasil diterapkan MARA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Agenda ini dinilai sangat strategis dalam mendukung visi “Kampus Berdampak”, yaitu perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri. Implementasi konsep ini diwujudkan melalui penguatan hilirisasi riset, pengembangan pusat inkubasi bisnis kampus, serta peningkatan relevansi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja global.

Selain itu, program internasional ini dirancang untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya:

  1. IKU 3: Dosen Berkegiatan di Luar Kampus
  2. IKU 6: Kerja Sama Program Studi dengan Mitra Kelas Dunia

Melalui kunjungan ini, dosen dan pimpinan program studi mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan pengelola kawasan industri halal dan inkubator bisnis pemerintah Malaysia, sehingga membuka peluang kolaborasi riset terapan, pertukaran akademik, serta pengembangan program kewirausahaan berbasis teknologi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Djuanda, Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran delegasi di Malaysia merupakan bentuk komitmen institusi dalam meningkatkan mutu akademik hingga ke level global.

“Kegiatan ini menjadi langkah konkret Universitas Djuanda dalam memperluas jejaring internasional, khususnya untuk penguatan pendidikan pascasarjana dan doktoral. Kami ingin memastikan bahwa proses pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat terhubung langsung dengan praktik terbaik di tingkat dunia,” ujar beliau”.

Prof. Dr. Hj. Endeh Suhartini, S.H., M.H., Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda, menyampaikan bahwa kunjungan akademik ke MARA Halal Industrial Park Malaysia merupakan langkah strategis dalam memperluas wawasan global sivitas akademika pascasarjana. Menurut beliau, pengalaman melihat langsung tata kelola industri halal berbasis inovasi dan dukungan pemerintah memberikan perspektif penting bagi penguatan riset terapan, pengembangan kurikulum, serta kolaborasi internasional yang berdampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

Sementara itu, Dr. Lina Herlina, S.Hum., M.Pd, selaku Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Djuanda, salah satu dosen sebagai perwakilan dari Sekolah Pascasarjana dalam kunjungan tersebut menjelaskan bahwa model pengelolaan yang diterapkan MARA memiliki relevansi kuat dengan pengembangan manajemen pendidikan Islam berbasis kewirausahaan dan pemberdayaan umat.

Menurut beliau, MARA tidak hanya berperan sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai institusi pembangunan sumber daya manusia yang mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, pembinaan karakter, dan dukungan bisnis dalam satu ekosistem berkelanjutan.

“Pendekatan MARA sangat inspiratif bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam, karena memadukan tata kelola kelembagaan yang profesional dengan misi pemberdayaan masyarakat. Konsep inkubasi bisnis yang mereka jalankan dapat diadaptasi dalam konteks lembaga pendidikan Islam untuk mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan memiliki jiwa kewirausahaan sosial,” jelas Dr. Lina Herlina.

Beliau menambahkan bahwa studi ini membuka wawasan baru dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman, khususnya dalam membangun kemitraan strategis, inovasi program, serta penguatan tata kelola berbasis dampak sosial.

Selain itu, MARA memiliki relevansi dengan berbagai Program Studi di Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda. Kunjungan ke MARA (Majlis Amanah Rakyat) memberikan perspektif lintas disiplin karena lembaga ini mengintegrasikan pendidikan, tata kelola publik, kewirausahaan, industri halal, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan. Berikut keterkaitannya dengan masing-masing program studi:

  1. Magister Hukum

       Model pengelolaan kawasan industri halal MARA berkaitan erat dengan regulasi industri, perlindungan konsumen halal, hukum bisnis, serta kebijakan publik berbasis syariah. Ini relevan untuk kajian hukum ekonomi, hukum administrasi negara, dan tata kelola regulatif dalam mendukung ekosistem industri halal.

  1. Magister Administrasi Publik

    MARA merupakan contoh praktik good governance sektor publik dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sistem perencanaan program, pengelolaan inkubator bisnis, serta sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi studi nyata dalam manajemen kebijakan publik dan inovasi layanan publik berbasis dampak.

  1. Magister Teknologi Pangan (Pangan Halal)

    MARA Halal Industrial Park sangat relevan dengan pengembangan rantai pasok halal, standar sertifikasi, keamanan pangan, dan inovasi produk berbasis teknologi pangan. Ini membuka peluang kolaborasi riset terapan dalam pengembangan produk halal yang kompetitif di pasar global.

  1. Magister Pendidikan Dasar

    Model pembinaan SDM MARA menekankan pentingnya penguatan karakter, keterampilan hidup (life skills), dan jiwa kewirausahaan sejak dini. Hal ini dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan kurikulum dan manajemen pendidikan dasar yang lebih kontekstual dan berorientasi masa depan.

  1. Magister Manajemen

    Ekosistem inkubasi bisnis dan pengembangan UMKM berbasis inovasi di MARA relevan dengan kajian manajemen strategis, kewirausahaan, manajemen inovasi, serta pengembangan bisnis berkelanjutan. Ini menjadi contoh nyata penerapan teori manajemen dalam skala nasional berbasis dukungan pemerintah.

  1. Perspektif Doktor Hukum terhadap Model MARA

Dari sudut pandang Doktor Hukum, MARA (Majlis Amanah Rakyat) merepresentasikan praktik konkret bagaimana negara menggunakan instrumen hukum untuk mendorong keadilan sosial melalui pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. MARA tidak hanya berfungsi sebagai lembaga administratif, tetapi sebagai perwujudan kebijakan hukum publik (public policy law) yang dirancang untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pendidikan, pembiayaan usaha, serta pengembangan industri strategis seperti industri halal.

     Secara keseluruhan, MARA merepresentasikan model integratif antara pendidikan, kebijakan publik, dan pengembangan industri, sehingga sangat selaras dengan semangat Kampus Berdampak yang sedang dikembangkan Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda.

     Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Universitas Djuanda dan lembaga-lembaga strategis di Malaysia dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman dan kebermanfaatan global.