[email protected] 0251-8240773
Kerjasama

Sekolah Vokasi UNIDA dan Attaubah Herbal Center Sinergi Rintis Pendirian Prodi Pengobatan Tradisonal

Bogor, 27 September 2023 – Sekolah Vokasi (SV) Universitas Djuanda (UNIDA) bersama Attaubah Herbal Center memulai langkah awal untuk mendirikan Program Studi (Prodi) Pengobatan Tradisional. Langkah ini sebagai bentuk menjaga warisan budaya dan pengobatan tradisional Indonesia yang nantinya akan berfokus pada pemahaman, penelitian, dan pengembangan berbagai jenis pengobatan tradisional yang telah menjadi bagian penting dari budaya Indonesia.

Selain itu juga untuk menghadirkan alternatif pengobatan yang berakar pada tradisi dan budaya lokal, seperti ahli terapi, ahli herbal meracik, ahli diagnosa, pengusaha, sertifikasi instruktur herbal dan lain sebagainya.

Dr. (Cand) Ir. Himmatul Miftah, M.Si selaku Kepala Sekolah Vokasi mengadakan pertemuan secara langsung di Ruang Pascasarjana dengan pihak Attaubah Herbal Center, yang turut dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda, Dr. Bambang Widjojanto,

Dr. (Cand) Ir. Himmatul Miftah, M.Si mengatakan, pertemuan ini merupakan wujud dari komitmen Sekolah Vokasi dalam mendukung pelestarian warisan budaya dan pengembangan alternatif pengobatan yang ramah lingkungan.

Ketika berhasil berjalan, prodi pengobatan tradisional ini akan membuka peluang karir yang menarik bagi lulusan di bidang kesehatan,” ujarnya.

"Pengobatan tradisional adalah bagian penting dari budaya Indonesia, dan ingin memberikan pendidikan yang berkualitas dalam bidang ini. Adanya kolaborasi dengan Attaubah Herbal Center adalah langkah pertama dalam membangun Prodi yang akan membantu mempertahankan dan mengembangkan warisan pengobatan tradisional kita,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Attaubah Center, Yudha, berharap bahwa Prodi ini nantinya dapat memperluas pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengobatan tradisional, memberikan solusi yang lebih beragam dalam upaya menjaga kesehatan.

Prodi Pengobatan Tradisional ini akan menyediakan pendidikan yang komprehensif kepada mahasiswa, dengan materi pelajaran yang mencakup berbagai jenis pengobatan tradisional, penggunaan tumbuhan obat, teknik perawatan tradisional, dan aspek-aspek lain yang terkait. Selain itu, prodi ini juga akan mendorong penelitian ilmiah dalam pengobatan tradisional untuk memperkuat dasar pengetahuan dalam bidang ini,” ungkapnya.

Di akhir pembahasan, Ketua Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Dr. Bambang Widjojanto meyakinkan bahwa Prodi ini akan menjadi langkah maju yang signifikan dalam melestarikan dan memajukan pengobatan tradisional di Indonesia. Ia berharap bisa melibatkan komunitas lokal dalam upaya ini dan menciptakan peluang yang lebih besar bagi para praktisi pengobatan tradisional.