Sekolah Vokasi UNIDA dan Attaubah Herbal Center Sinergi Rintis Pendirian Prodi Pengobatan Tradisonal
Bogor, 27 September 2023 – Sekolah Vokasi (SV) Universitas Djuanda (UNIDA) bersama Attaubah Herbal Center memulai
langkah awal untuk mendirikan Program Studi (Prodi) Pengobatan Tradisional.
Langkah ini sebagai bentuk menjaga warisan budaya dan pengobatan tradisional
Indonesia yang nantinya akan berfokus pada pemahaman, penelitian, dan pengembangan berbagai jenis
pengobatan tradisional yang telah menjadi bagian penting dari budaya Indonesia.
Selain itu juga untuk menghadirkan alternatif pengobatan yang berakar pada
tradisi dan budaya lokal, seperti ahli terapi, ahli herbal meracik, ahli
diagnosa, pengusaha, sertifikasi instruktur herbal dan lain sebagainya.
Dr. (Cand) Ir. Himmatul Miftah, M.Si selaku Kepala Sekolah Vokasi mengadakan pertemuan secara langsung di Ruang
Pascasarjana dengan pihak Attaubah Herbal Center, yang turut dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Pendidikan Amaliah
Djuanda, Dr. Bambang
Widjojanto,
Dr. (Cand) Ir. Himmatul Miftah, M.Si
mengatakan, pertemuan
ini merupakan wujud dari komitmen Sekolah Vokasi dalam mendukung pelestarian
warisan budaya dan pengembangan alternatif pengobatan yang ramah lingkungan.
“Ketika berhasil berjalan, prodi pengobatan tradisional ini akan membuka
peluang karir yang menarik bagi lulusan di bidang kesehatan,” ujarnya.
"Pengobatan
tradisional adalah bagian penting dari budaya Indonesia, dan ingin memberikan
pendidikan yang berkualitas dalam bidang ini. Adanya kolaborasi dengan
Attaubah Herbal Center adalah langkah pertama dalam membangun Prodi yang akan
membantu mempertahankan dan mengembangkan warisan pengobatan tradisional kita,”
sambungnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Attaubah Center, Yudha, berharap bahwa Prodi ini nantinya dapat memperluas pengetahuan dan pemahaman masyarakat
tentang pengobatan tradisional, memberikan solusi yang lebih beragam dalam
upaya menjaga kesehatan.
“Prodi Pengobatan Tradisional ini akan menyediakan pendidikan yang
komprehensif kepada mahasiswa, dengan materi pelajaran yang mencakup berbagai
jenis pengobatan tradisional, penggunaan tumbuhan obat, teknik perawatan
tradisional, dan aspek-aspek lain yang terkait. Selain itu, prodi ini juga akan
mendorong penelitian ilmiah dalam pengobatan tradisional untuk memperkuat dasar
pengetahuan dalam bidang ini,”
ungkapnya.
Di akhir pembahasan, Ketua Yayasan Pendidikan
Amaliah Djuanda Dr. Bambang Widjojanto meyakinkan bahwa Prodi ini akan menjadi langkah maju yang signifikan dalam
melestarikan dan memajukan pengobatan tradisional di Indonesia.
Ia berharap bisa melibatkan
komunitas lokal dalam upaya ini dan menciptakan peluang yang lebih besar bagi
para praktisi pengobatan tradisional.