Selamat! 35 Dosen UNIDA Raih Pendanaan Riset dan Pengabdian Tahun Anggaran 2025 dari Kemendiktisaintek RI
Capaian membanggakan kembali diraih Universitas Djuanda (UNIDA) dalam dunia pendidikan tinggi di tingkat nasional. Sebanyak 35 dosen UNIDA dinyatakan lolos sebagai penerima pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025 dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.
Pencapaian ini mencerminkan kesungguhan UNIDA dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset yang berdampak langsung pada masyarakat. Skema pendanaan yang diraih para dosen di antaranya mencakup Penelitian Fundamental Reguler, Penelitian Tugas Akhir Mahasiswa, Penelitian Kolaboratif Lintas Model, hingga Program Pengabdian kepada Masyarakat dalam berbagai bidang ilmu.
Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas capaian ini.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa Universitas Djuanda terus menunjukkan pertumbuhan sebagai lembaga yang konsisten menghasilkan karya riset dan pengabdian yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Lebih dari sekadar capaian individu, hal ini merupakan refleksi dari dedikasi institusi dalam memajukan ilmu untuk kemaslahatan umat,” tutur Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UNIDA Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I turut menyampaikan rasa bangganya dan menegaskan bahwa institusi akan terus memperkuat kapasitas riset dan pengabdian melalui berbagai program yang telah dicanangkan.
“Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh insan UNIDA untuk terus berinovasi, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan mutu serta kontribusi dalam menghasilkan riset yang solutif bagi berbagai permasalahan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu salah satu dosen penerima pendanaan, Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E. menyampaikan bahwa dukungan institusi dan budaya akademik di UNIDA menjadi kunci keberhasilan dalam meraih program kompetitif nasional ini.
“Lingkungan akademik yang mendorong kolaborasi, serta fasilitas dan pendampingan yang diberikan oleh kampus, sangat membantu kami dalam menyusun proposal yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, adanya sinergi antardosen dalam berbagai bidang ilmu turut memperkaya perspektif riset yang kami ajukan,” ungkap Dekan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA tersebut.