[email protected] 0251-8240773
Informasi

Selamat Hari Inovasi Indonesia!

Oleh: Ridwan Irawansyah, S.Sos., M.A.P (Kepala Biro Inovasi dan Hilirisasi Universitas Djuanda)

Hari Inovasi Indonesia diperingati setiap tanggal 1 November setiap tahunnya. Pada tahun ini, Hari Inovasi Indonesia jatuh pada hari Rabu, (1/11/2023). Melalui Hari Inovasi Indonesia ini, diharapkan terciptanya budaya inovatif, produk inovatif, dan layanan inovatif.

Mengutip situs Hari Inovasi, lahirnya Hari Inovasi Indonesia (HII) Tahun 2016 terinspirasi oleh seorang chairman dari Tera Foundation yang bernama Handi Irawan pendiri TERA Foundation dan pendiri sekaligus CEO Frontier Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang riset, pemasaran, teknologi dan digital.

Walaupun HII saat ini belum cukup popular seperti hari besar lainnya, namun HII terasa sangat penting untuk disosialisasikan karena memiliki visi ingin menciptakan budaya inovatif agar seluruh lembaga publik dan organisasi/ perusahaan swasta menghasilkan produk dan layanan inovatif, sehingga mampu berkompetisi secara global.

Inovasi merupakan salah satu faktor fundamental yang menentukan kesuksesan seseorang atau lembaga publik dan organisasi/perusahaan swasta. Seseorang atau lembaga publik dan organisasi/perusahaan swasta yang tidak dapat berinovasi dan mengikuti keinginan pelanggan akan kalah saing dengan kompetitor lain. Oleh karena itu, budaya inovatif perlu ditumbuhkan agar tercipta budaya kerja yang lebih dinamis agar tidak tertinggal dalam merespons perubahan.

Slappendel (1996:109) mengemukakan bahwa inovasi merupakan sebuah proses individualis, strukturalis dan interaktif. Asumsi dasarnya adalah bahwa individu menyebabkan inovasi; inovasi ditentukan oleh karakteristik struktural; dan inovasi ditumbuhkan oleh interaksi struktural pengaruh struktural dan tindakan individu. Oleh karena itu, inovasi harus terjadi baik di sektor publik maupun swasta.

Begitu pula di dunia pendidikan, Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia dituntut untuk semakin meningkatkan perannya sebagai lokomotif pembangunan peradaban baru. Inovasi pendidikan dan pembelajaran adalah hal yang mutlak dilakukan perguruan tinggi sekarang ini, karena tuntutan akan produk pendidikan yang dikehendaki di era revolusi industri 4.0 adalah individu-individu yang terdidik dan terlatih.

Banyak usaha yang dilakukan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta melakukan kegiatan yang sifatnya pembaruan atau inovasi Pendidikan, antara lain: dalam hal manajemen pendidikan, metode pengajaran, media, sumber belajar, pelatihan dosen, implementasi kurikulum, dan sebagainya.

Model dan Contoh Kegiatan Inovasi Pendidikan di perguruan tinggi, yaitu model "top down innovation" dan model "bottom up innovation". Model Pertama adalah suatu inovasi yang datang dari atas atau yang diciptakan oleh pemerintah, dalam hal ini Kemdikbudristek yang disponsori oleh lembaga-lembaga asing. Kedua, adalah inovasi model "bottom up innovation", yaitu model inovasi yang diciptakan berdasarkan ide, kreasi, dan inisiatif sendiri oleh lembaga pendidikan seperti universitas, dosen, dan sebagainya.

Kedua model tersebut menghasilkan hilirisasi dalam bentuk inovasi Pendidikan sebagai luaran hasil riset yang berkualitas dari dosen dan mahasiswa. Aspek hilirisasi dari hasil riset tersebut sangat penting dan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara umum. Kenapa hilirisasi riset sangat penting bagi kita? Pertama, hilirisasi menjadi salah satu strategi menjamin relevansi riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi, untuk mencari solusi beragam masalah nasional. Kedua, hilirisasi juga sekaligus akan membuka pintu manfaat yang lebih besar dari aspek sosial, seperti pembukaan lapangan pekerjaan. Ketiga, hilirisasi juga akan menjadi alternatif sumber pendanaan perguruan tinggi dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dana dari UKT atau SPP mahasiswa.

Universitas Djuanda sebagai salahsatu perguruan tinggi terbesar di Bogor senantiasa melakukan pembaharuan atau inovasi Pendidikan sebagai tuntutan akan produk pendidikan yang dikehendaki di era revolusi industri 4.0 guna menciptakan sumberdaya manusia yang terdidik dan terlatih sehingga mampu berkompetisi secara global. Hal ini sesuai dengan visi misi Universitas Djuanda, dengan visi “Menjadi universitas riset yang menyatu dalam tauhid dan diakui duniadan misi Menyelenggarakan pancadarma pendidikan tinggi berkualitas dan modern yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, profesionalitas dan ketauhidan untuk mendorong terwujudnya lulusan yang cerdas intelektual, spiritual, emosional, sosial, berkompeten, berjiwa wirausaha yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, serta menjadi rahmatan lil alamin

Untuk mencapai visi misi Universitas Djuanda maka dosen sebagai unsur terpenting dalam pendidikan diharuskan senantiasa meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Bila salah satu tugas dan fungsi dosen ini dijalankan dapat  mendorong terwujudnya lulusan yang cerdas intelektual, spiritual, emosional, sosial, berkompeten, berjiwa wirausaha yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, serta menjadi rahmatan lil alamin sesuai dengan Misi Universitas Djuanda.

Semoga momen di Hari Inovasi Indonesia ini, Universitas Djuanda dapat berperan aktif dalam menciptakan budaya inovatif, produk inovatif, dan layanan inovatif. Banyak sekali inovasi yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Djuanda, kedepan mudah-mudahan inovasi UNIDA dapat meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, sehingga turut menguatkan ekosistem inovasi nasional dan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di ranah global.