Selamat Hari Inovasi Indonesia!
Oleh: Ridwan Irawansyah, S.Sos., M.A.P (Kepala Biro Inovasi dan Hilirisasi Universitas Djuanda)
Hari Inovasi Indonesia diperingati setiap tanggal 1 November setiap tahunnya. Pada tahun ini, Hari Inovasi Indonesia jatuh pada hari Rabu, (1/11/2023). Melalui Hari Inovasi Indonesia ini, diharapkan terciptanya budaya inovatif, produk inovatif, dan layanan inovatif.
Mengutip situs Hari Inovasi, lahirnya Hari
Inovasi Indonesia (HII) Tahun 2016 terinspirasi oleh seorang chairman dari Tera
Foundation yang bernama Handi Irawan pendiri
TERA Foundation dan pendiri sekaligus CEO Frontier Group, sebuah perusahaan
yang bergerak di bidang riset, pemasaran, teknologi dan digital.
Walaupun
HII saat ini belum cukup popular seperti hari besar lainnya, namun HII terasa sangat
penting untuk disosialisasikan karena memiliki visi ingin menciptakan budaya
inovatif agar seluruh lembaga publik dan organisasi/ perusahaan swasta
menghasilkan produk dan layanan inovatif, sehingga mampu berkompetisi secara
global.
Inovasi merupakan salah satu faktor fundamental
yang menentukan kesuksesan seseorang atau lembaga publik dan organisasi/perusahaan
swasta. Seseorang atau lembaga publik dan organisasi/perusahaan swasta yang
tidak dapat berinovasi dan mengikuti keinginan pelanggan akan kalah saing
dengan kompetitor lain. Oleh karena itu, budaya inovatif perlu ditumbuhkan agar
tercipta budaya kerja yang lebih dinamis agar tidak tertinggal dalam merespons
perubahan.
Slappendel
(1996:109) mengemukakan bahwa inovasi merupakan sebuah proses individualis,
strukturalis dan interaktif. Asumsi dasarnya adalah bahwa individu menyebabkan
inovasi; inovasi ditentukan oleh karakteristik struktural; dan inovasi
ditumbuhkan oleh interaksi struktural pengaruh struktural dan tindakan
individu. Oleh karena itu, inovasi harus terjadi baik di sektor publik maupun
swasta.
Begitu pula di dunia pendidikan,
Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia dituntut untuk semakin meningkatkan perannya
sebagai lokomotif pembangunan peradaban baru. Inovasi pendidikan dan
pembelajaran adalah hal yang mutlak dilakukan perguruan tinggi sekarang ini,
karena tuntutan akan produk pendidikan yang dikehendaki di era revolusi
industri 4.0 adalah individu-individu yang terdidik dan terlatih.
Banyak usaha yang dilakukan
perguruan tinggi baik negeri maupun swasta melakukan kegiatan yang sifatnya pembaruan
atau inovasi Pendidikan, antara lain: dalam hal manajemen pendidikan, metode
pengajaran, media, sumber belajar, pelatihan dosen, implementasi kurikulum, dan
sebagainya.
Model dan Contoh Kegiatan Inovasi
Pendidikan di perguruan tinggi, yaitu model "top down innovation"
dan model "bottom up innovation". Model Pertama adalah suatu
inovasi yang datang dari atas atau yang diciptakan oleh pemerintah, dalam hal
ini Kemdikbudristek yang disponsori oleh lembaga-lembaga asing. Kedua,
adalah inovasi model "bottom up innovation", yaitu model
inovasi yang diciptakan berdasarkan ide, kreasi, dan inisiatif sendiri oleh
lembaga pendidikan seperti universitas, dosen, dan sebagainya.
Kedua model tersebut menghasilkan
hilirisasi dalam bentuk inovasi Pendidikan sebagai luaran hasil riset yang berkualitas
dari dosen dan mahasiswa. Aspek hilirisasi dari hasil riset tersebut sangat
penting dan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara umum. Kenapa hilirisasi
riset sangat penting bagi kita? Pertama, hilirisasi menjadi salah satu strategi
menjamin relevansi riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi, untuk mencari
solusi beragam masalah nasional. Kedua, hilirisasi juga sekaligus akan membuka
pintu manfaat yang lebih besar dari aspek sosial, seperti pembukaan lapangan
pekerjaan. Ketiga, hilirisasi juga akan menjadi alternatif sumber pendanaan
perguruan tinggi dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dana dari UKT
atau SPP mahasiswa.
Universitas Djuanda sebagai
salahsatu perguruan tinggi terbesar di Bogor senantiasa melakukan pembaharuan
atau inovasi Pendidikan sebagai tuntutan akan produk pendidikan yang
dikehendaki di era revolusi industri 4.0 guna menciptakan sumberdaya manusia
yang terdidik dan terlatih sehingga mampu
berkompetisi secara global. Hal ini sesuai dengan visi misi
Universitas Djuanda, dengan visi “Menjadi universitas riset
yang menyatu dalam tauhid dan diakui dunia” dan misi “Menyelenggarakan pancadarma
pendidikan tinggi berkualitas dan modern yang meliputi pendidikan, penelitian,
pengabdian kepada masyarakat, profesionalitas dan ketauhidan untuk mendorong
terwujudnya lulusan yang cerdas intelektual, spiritual, emosional, sosial,
berkompeten, berjiwa wirausaha yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,
serta menjadi rahmatan lil alamin”
Untuk mencapai visi misi Universitas Djuanda maka dosen sebagai unsur terpenting dalam pendidikan diharuskan senantiasa meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan
kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni. Bila salah satu tugas dan fungsi dosen ini dijalankan dapat mendorong terwujudnya lulusan yang cerdas
intelektual, spiritual, emosional, sosial, berkompeten, berjiwa wirausaha yang
bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, serta menjadi rahmatan lil alamin sesuai dengan Misi Universitas Djuanda.
Semoga momen di Hari Inovasi Indonesia ini, Universitas Djuanda dapat berperan aktif dalam menciptakan budaya inovatif, produk inovatif, dan layanan inovatif. Banyak sekali inovasi yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Djuanda, kedepan mudah-mudahan inovasi UNIDA dapat meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, sehingga turut menguatkan ekosistem inovasi nasional dan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di ranah global.