Seminar Nasional Semarak Milad ke-39, FAIPG UNIDA Perkuat Kapasitas Guru BK Hadapi Tantangan Generasi Z dan Alpha
Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Peningkatan Kapasitas Guru BK dalam Memberikan Layanan Konseling yang Efektif, Adaptif, dan Solutif di Sekolah” pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-39 UNIDA.
Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Guru Besar BK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang juga Ketua Umum YPSPIAI Prof. Dr. Uman Suherman AS., M.Pd, Guru Besar Manajemen BK yang juga Rektor UNIDA Prof. Dr. Hj. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I, serta Direktur & Founder PT. Lintas Mitra Sejahtera Adriana Eko Susanti, S.Psi., CH., CHT., MNLP. Kegiatan dipandu oleh Ketua Program Studi MPI UNIDA Dr. M. Rendi Ramdhani, S.Pd.I., M.Pd.I sebagai moderator dan dibuka oleh Dekan FAIPG UNIDA, Dr. Abdul Kholik, M.Pd.I.
Dalam sambutannya, Dr. Abdul Kholik, M.Pd.I menyoroti semakin kompleksnya tantangan dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi karakteristik generasi muda di era digital. Menurutnya, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas agar mampu memberikan layanan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
“Kami berharap seminar ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Pada sesi pemaparan, Prof. Dr. Hj. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I menekankan pentingnya kesiapan Guru BK dalam menghadapi Generasi Alpha yang memerlukan pendekatan baru. Beliau mendorong para guru untuk melakukan analisis sederhana, seperti SWOT, guna merancang layanan konseling yang lebih strategis dan terukur.
Prof. Dr. Hj. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu dalam meningkatkan kualitas layanan konseling. Dari perspektif keislaman, ia mengingatkan bahwa bimbingan konseling merupakan tanggung jawab bersama dalam upaya saling menasihati dalam kebaikan.
“Kita harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu memberikan edukasi yang tepat bagi generasi yang terus berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Uman Suherman AS., M.Pd menjelaskan bahwa bimbingan konseling merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk membantu peserta didik mencapai kemandirian dalam berbagai aspek kehidupan, baik pribadi, sosial, akademik, maupun karier.
Prof. Dr. Uman Suherman AS., M.Pd menambahkan bahwa program BK merupakan bagian integral dari sistem pendidikan yang mencakup fungsi pencegahan, pengembangan, serta pemeliharaan karakter peserta didik.
“Harapan besar ada pada peran Guru BK dalam mendidik dan mengarahkan peserta didik menuju keberhasilan,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Adriana Eko Susanti, S.Psi., CH., CHT., MNLP dalam paparannya menekankan pentingnya kepekaan Guru BK dalam memahami berbagai persoalan peserta didik, termasuk masalah yang tampak sederhana namun berpotensi berkembang menjadi lebih serius. Ia mendorong penerapan strategi pencegahan yang terencana dan berbasis pada pemahaman mendalam terhadap kondisi siswa.
Melalui kegiatan ini, FAIPG UNIDA menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik, khususnya Guru BK di Indonesia. Komitmen tersebut sejalan dengan capaian UNIDA sebagai perguruan tinggi unggul dengan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) terbaik di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV.