Sentuh Hati Diaspora, Puluhan Dosen dan Mahasiswa Universitas Djuanda Gelar Pengabdian Internasional di Kuala Lumpur
KUALA LUMPUR, 31 Januari 2026 – Menutup rangkaian Tridarma International Visit & Academic (Batch 6) dengan penuh makna, Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan yang menjadi bagian integral dari ASEANACA International Conference (6th ICOSTELM 2026) ini dilaksanakan di Kolej Antarbangsa Rich Talent International College.
Tidak sekadar kunjungan akademik, UNIDA mengerahkan puluhan dosen dan mahasiswa untuk turun langsung menyapa dan memberdayakan saudara sebangsa yang tergabung dalam Perkumpulan Anak Rantau Indonesia. Dalam kegiatan ini, para akademisi UNIDA memberikan pelatihan, penyuluhan, dan transfer pengetahuan sesuai dengan bidang kepakaran masing-masing, mulai dari hukum, administrasi, sosial, hingga keterampilan praktis lainnya guna meningkatkan kapasitas para perantau.
Kegiatan pengabdian ini dirancang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Secara spesifik, program ini mendukung SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses ilmu pengetahuan bagi kaum migran, dan SDGs Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan skill yang relevan untuk dunia kerja. Selain itu, kolaborasi lintas negara ini memperkuat SDGs Poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dalam konteks kinerja universitas, kegiatan ini merupakan wujud nyata pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), utamanya IKU 3 (Dosen Berkegiatan di Luar Kampus), IKU 2 (Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus), serta IKU 5 (Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat). UNIDA membuktikan bahwa keberadaan kampus memberikan dampak langsung, tidak hanya bagi masyarakat lokal di Bogor, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Djuanda, Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral institusi terhadap warga negara Indonesia di mancanegara.
"Pengabdian kepada masyarakat adalah roh dari Tridarma Perguruan Tinggi. Kehadiran puluhan dosen dan mahasiswa Universitas Djuanda di tengah Perkumpulan Anak Rantau Indonesia di Kuala Lumpur ini membawa misi kepedulian. Kami tidak hanya hadir untuk konferensi ilmiah, tetapi kami ingin memastikan bahwa ilmu yang kami miliki baik itu pemahaman hukum ketenagakerjaan, manajemen keuangan keluarga, maupun administrasi publik—dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh saudara-saudara kita yang sedang berjuang di negeri orang," ujar Dr. Aal Lukmanul Hakim.
Lebih lanjut, Dr. Aal menegaskan komitmen UNIDA dalam pemberdayaan global.
"Melalui transfer pengetahuan dan keterampilan ini, kami berharap dapat meningkatkan keberdayaan dan perlindungan diri para diaspora kita. Ini adalah bukti bahwa Universitas Djuanda hadir sebagai menara air yang mengalirkan manfaat, mendukung pencapaian SDGs, dan memastikan bahwa pendidikan tinggi Indonesia berkontribusi nyata bagi kemanusiaan tanpa sekat batas negara," pungkasnya.
Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian panjang kunjungan akademik Universitas Djuanda di Malaysia yang berlangsung sejak 27 Januari 2026, menegaskan posisi UNIDA sebagai universitas yang unggul dalam riset dan peduli pada pengabdian masyarakat.