[email protected] 0251-8240773
Kerjasama

Sinergi Ilmu Pertanian dan Teknologi melalui Kunjungan Akademik Fakultas Pertanian Universitas Djuanda ke UiTM dan UTeM Malaysia

Rabu, 29 Januari 2026, Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) melaksanakan kunjungan akademik ke dua perguruan tinggi terkemuka di Melaka, Malaysia, yaitu Universiti Teknologi MARA Cawangan Melaka (UiTM CM) dan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat jejaring internasional serta membuka peluang kerja sama riset lintas disiplin antara bidang pertanian dan teknologi. Kolaborasi ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Rombongan pertama kali disambut di UiTM CM oleh Maizatul Saadiah Binti Mohamad dari Office of International Affairs. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pertukaran gagasan antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia dalam menjawab tantangan sektor pertanian modern, terutama terkait inovasi teknologi, tata kelola sumber daya, dan keberlanjutan sistem produksi pangan. Ia berharap pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan, mencakup penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, dan publikasi ilmiah.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke UTeM dan diterima oleh Prof. Ts. Dr. Shahrin bin Sahib, Dekan Fakultas Teknologi dan Informatika. Ia menekankan bahwa universitas berbasis teknologi memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi pertanian melalui pengembangan pertanian presisi, otomasi pertanian, Internet of Things (IoT), serta kecerdasan buatan (AI). Sinergi antara inovasi teknologi UTeM dan keahlian pertanian Universitas Djuanda dinilai mampu menghasilkan solusi nyata bagi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.

Diskusi yang berlangsung di kedua kampus menyoroti peluang kolaborasi riset sebagai agenda utama. Sejumlah topik strategis disepakati untuk dikembangkan bersama, antara lain pengembangan teknologi pertanian ramah lingkungan untuk mendukung sistem produksi berkelanjutan, pemanfaatan sensor dan IoT dalam pemantauan lahan dan tanaman, sistem cerdas untuk pengendalian hama terpadu berbasis data, hingga inovasi smart farming untuk mendukung ketahanan pangan regional.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk segera menyusun Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar kerja sama yang mencakup riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan publikasi internasional.

Perwakilan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan yang selaras dengan agenda global SDGs. Sementara itu, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si yang merupakan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda menegaskan bahwa kerja sama internasional ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi pertanian berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi antara ilmu pertanian dan teknologi tidak hanya mendorong lahirnya riset terapan yang relevan dengan kebutuhan petani dan industri, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Fakultas Pertanian UNIDA dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen awal dan pertukaran cendera mata. Diharapkan, kolaborasi trilateral ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi pertanian, peningkatan ketahanan pangan, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN.