Sosialisasikan Makanan Sehat dan Menu Diet, SV UNIDA Adakan Pelatihan dan Demo Masak
Sekolah Vokasi (SV) Universitas Djuanda (UNIDA)
selenggarakan Pelatihan dan Demo Masak Sajian Sehat, Lezat dan Tepat Gizi Diet
Rendah Kalori yang dilaksanakan di Laboratorium UNIDA pada Sabtu, 24 Juni 2023.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala SV UNIDA, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si
beserta jajaran dan Owner Orlin Kitchen Salad Bar, Nailul Fitroh R, SE beserta
jajaran dan diikuti oleh insan UNIDA.
Kegiatan tersebut berisikan pemaparan mengenai
makanan sehat dan menu untuk diet serta praktik secara langsung dalam
pembuatannya.
Kepala SV UNIDA, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si
menyatakan bahwasanya tujuan acara ini adalah untuk memperkenalkan menu sehat yang
dibutuhkan masyarakat, dengan adanya pelatihan ini maka tersosialisasi
bagaiamana pola dan menu makanan sehat yang nantinya diharapkan dapat
diimplementasikan khususnya di UNIDA.
“Dengan adanya kegiatan ini maka dapat
memperkenalkan yang nantinya salah satu dari mata kuliah atau keahlian yang
dimiliki oleh mahasiswa bisnis jasa makanan di SV UNIDA. Bagi yang berjiwa
entrepreneur ini salah satu peluang untuk menjadi mitra dalam berbisnis dengan core
bisnisnya menu diet dan menu sehat,” tuturnya.
Sementara itu, Nailul Fitroh R, SE selaku Owner
Orlin Kitchen Salad Bar memaparkan bahwa menu diet tentu cocok untuk menu diet
yang dimana tujuan dari diet itu sendiri adalah untuk mengontrol kadar gula
darah menjadi normal, mencapai berat badan normal, membantu meningkatkan HDL,
menurunkan HDL dan trigliserida serta membantu mengontrol tekanan darah menjadi
normal. Prinsip diet itu sendiri yaitu makan tepat 3J (Jenis, Jadwal dan
Jumlah), minum obat secara rutin, mengurangi asupan natrium, mengubah jenis
asupan lemak makanan, serat tinggi diutamakan dari sayur dan buah serta olah
raga yang teratur.
“makanan yang dianjurkan, untuk makanan pokok
seperti nasi tim/bubur, kentang rebus, bihun, mie. macaroni, tepung-tepungan
untuk bubur dan oat. Untuk lauk hewan dan nabatinya dapat dari ikan segar,
tahu, tempe, daging sapi, ayam, telur dan susu (tidak digoreng). Dan untuk
konsumsi lemaknya dapat dengan margarin, mentega, minyak untuk menumis dan
lebih baik lemak tak jenuh. Tentu sayur dan buah-buahan perlu akan tetapi bukan
yang diawetkan atau tidak diasikan serta untuk konsumsi bumbunya sendiri bisa
gula, garam, bawang, kencur, jahe, kunyit, laos, salam dan sereh. Mkanan-makan
tersebut merupakan makanan yang digunakan dalam program menu sehat dan menu
diet,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama perwakilan dari Orlin
Kitchen Salad Bar, Nurlina Bintan Ula Barakah, SKM menambahkan dalam meterinya
bahwa dalam perhitungan status gizi itu perlu dipahami oleh setiap orang
seperti bahaya obesitas yang perlu diperhatikan bahkan terlalu kurus pun itu
tidak sehat atau dapat dikatakan bahaya juga. Maka dari itu perlu gizi seimbang
atau normal. Perlu juga dalam memperhatikan kebutuhan kalori harian, seperti
kalori basal yaitu kalori dalam kondisi normal atau tidak melakukan aktivitas apapun
maka dapat dihitung dengan berat badan dikalikan 25 Kkal bagi perempuan dan
dikalikan 30 Kkal bagi pria akan tetapi jika usia sudah lebih dari 40 tahun
maka dikurangi 5% dari kalori basal. Dan untuk aktivitas jika aktivitas ringan
maka ditambah 10% dari kalori basal, untuk aktivitas sedang ditambah 20% dan
untuk aktivitas berat maka ditambah 30%.
“Dalam menghitung kebutuhan kalori juga perlu
mempertimbangkan status gizi seperti status gizi kita obesitas maka perlu
dikurangi 20%-30% kalori basal, jika berlebih maka dikurangi 10% dan jika
status gizi kita kurang maka ditambah 20%-30% dari kalori basal. Dalam menu
sehat dan menu diet tentu itu harus diperhatikan kebutuhan kalorinya agar menu
sehat dapat dirasakan dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara
langsung cara membuat menu makanan sehat dan menu diet.