[email protected] 0251-8240773
Berita

Sosialisasikan Makanan Sehat dan Menu Diet, SV UNIDA Adakan Pelatihan dan Demo Masak

Sekolah Vokasi (SV) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Pelatihan dan Demo Masak Sajian Sehat, Lezat dan Tepat Gizi Diet Rendah Kalori yang dilaksanakan di Laboratorium UNIDA pada Sabtu, 24 Juni 2023. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala SV UNIDA, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si beserta jajaran dan Owner Orlin Kitchen Salad Bar, Nailul Fitroh R, SE beserta jajaran dan diikuti oleh insan UNIDA.

Kegiatan tersebut berisikan pemaparan mengenai makanan sehat dan menu untuk diet serta praktik secara langsung dalam pembuatannya.

Kepala SV UNIDA, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si menyatakan bahwasanya tujuan acara ini adalah untuk memperkenalkan menu sehat yang dibutuhkan masyarakat, dengan adanya pelatihan ini maka tersosialisasi bagaiamana pola dan menu makanan sehat yang nantinya diharapkan dapat diimplementasikan khususnya di UNIDA.

“Dengan adanya kegiatan ini maka dapat memperkenalkan yang nantinya salah satu dari mata kuliah atau keahlian yang dimiliki oleh mahasiswa bisnis jasa makanan di SV UNIDA. Bagi yang berjiwa entrepreneur ini salah satu peluang untuk menjadi mitra dalam berbisnis dengan core bisnisnya menu diet dan menu sehat,” tuturnya.

Sementara itu, Nailul Fitroh R, SE selaku Owner Orlin Kitchen Salad Bar memaparkan bahwa menu diet tentu cocok untuk menu diet yang dimana tujuan dari diet itu sendiri adalah untuk mengontrol kadar gula darah menjadi normal, mencapai berat badan normal, membantu meningkatkan HDL, menurunkan HDL dan trigliserida serta membantu mengontrol tekanan darah menjadi normal. Prinsip diet itu sendiri yaitu makan tepat 3J (Jenis, Jadwal dan Jumlah), minum obat secara rutin, mengurangi asupan natrium, mengubah jenis asupan lemak makanan, serat tinggi diutamakan dari sayur dan buah serta olah raga yang teratur.

“makanan yang dianjurkan, untuk makanan pokok seperti nasi tim/bubur, kentang rebus, bihun, mie. macaroni, tepung-tepungan untuk bubur dan oat. Untuk lauk hewan dan nabatinya dapat dari ikan segar, tahu, tempe, daging sapi, ayam, telur dan susu (tidak digoreng). Dan untuk konsumsi lemaknya dapat dengan margarin, mentega, minyak untuk menumis dan lebih baik lemak tak jenuh. Tentu sayur dan buah-buahan perlu akan tetapi bukan yang diawetkan atau tidak diasikan serta untuk konsumsi bumbunya sendiri bisa gula, garam, bawang, kencur, jahe, kunyit, laos, salam dan sereh. Mkanan-makan tersebut merupakan makanan yang digunakan dalam program menu sehat dan menu diet,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama perwakilan dari Orlin Kitchen Salad Bar, Nurlina Bintan Ula Barakah, SKM menambahkan dalam meterinya bahwa dalam perhitungan status gizi itu perlu dipahami oleh setiap orang seperti bahaya obesitas yang perlu diperhatikan bahkan terlalu kurus pun itu tidak sehat atau dapat dikatakan bahaya juga. Maka dari itu perlu gizi seimbang atau normal. Perlu juga dalam memperhatikan kebutuhan kalori harian, seperti kalori basal yaitu kalori dalam kondisi normal atau tidak melakukan aktivitas apapun maka dapat dihitung dengan berat badan dikalikan 25 Kkal bagi perempuan dan dikalikan 30 Kkal bagi pria akan tetapi jika usia sudah lebih dari 40 tahun maka dikurangi 5% dari kalori basal. Dan untuk aktivitas jika aktivitas ringan maka ditambah 10% dari kalori basal, untuk aktivitas sedang ditambah 20% dan untuk aktivitas berat maka ditambah 30%.

“Dalam menghitung kebutuhan kalori juga perlu mempertimbangkan status gizi seperti status gizi kita obesitas maka perlu dikurangi 20%-30% kalori basal, jika berlebih maka dikurangi 10% dan jika status gizi kita kurang maka ditambah 20%-30% dari kalori basal. Dalam menu sehat dan menu diet tentu itu harus diperhatikan kebutuhan kalorinya agar menu sehat dapat dirasakan dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara langsung cara membuat menu makanan sehat dan menu diet.