[email protected] 0251-8240773
Informasi

Sport For All Sebagai Upaya Mewujudkan Al-Aqlu Salim fi Jismi Salim

Semangat atas Penetapan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS), diawali dari PON 1 yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah. Dengan dasar membangun gerakan pembangunan olahraga sebagai upaya mewujudkan identitas diri kebangsaan yang baru merdeka di kancah Internasional. Atas dasar tersebut pula sebagai titik dimana pencanangan Hari Olahraga Nasional. Momentum peringatan HAORNAS merupakan legacy yang semestinya mendapatkan perhatian secara seksama. Dibutuhkan inovasi yang berkelanjutan dengan berbagai program mutakhir, dengan maksud mendukung (A. Rahardian, 2018) kebijakan pemerintah guna memberikan pelayanan publik yang maksimal berkenaan dengan keolahragaan Nasional. Beberapa inovasi yang pernah dilakukan ialah dengan digaungkannya gerakan sport for all.

Sport for All adalah semboyan lama dalam gerakan olahraga yang sampai saat ini masih relevan untuk digunakan dalam pembangunan keolahragaan Nasional. Namun sejauh ini, melihat peran pemerintah mewujudkan hal tersebut dapat dikatakan belum maksimal terkhusus dalam implementasi regulasi yang dibentuk yakni UU SKN No. 3 Tahun 2005. Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Adi Rahadian (2021) kondisi-kondisi lapangan yang terjadi, di antaranya: 1) Belum jelasnya arah pembangunan keolahragaan Nasional, yang berimplikasi pada partisipasi dan budaya olahraga yang rendah di tengah masyarakat; 2) Pembinaan dan pengembangan olahraga yang belum sistematis, terpadu, dan berkelanjutan; 3) Aksesibilitas dan fasilitas olahraga yang masih minim; dan 4) Fluktuatif pencapaian prestasi Indonesia di ajang internasional (A. Rahardian A. M., 2021). Merespon hal tersebut seyogyanya peran pemerintah diperlukan, pembangunan olahraga dimaknai sebagai membangun peradaban masyarakat, untuk selanjutnya mengedepankan keunggulan obyektif, kompetitif, dan sportivitas (Kristiyanto, 2016). (Lutan, 2022) mengatakan pembangunan olahraga merupakan dasar utama pendukung pembangunan identitas sebuah bangsa.

Pembangunan olahraga dapat diaktualisasikan dalam bentuk pembinaan dan pengembangan olahraga, dimana merupakan bentuk upaya peningkatan kualitas manusia, di Indonesia, dimaksudkan meningkatkan kesehatan jasmani, mental dan rohani masyarakat, guna membentuk watak dan kepribadian. Oleh sebab itu olahraga perlu dikelola dengan sistematik, profesional, serta menjadi komitmen kolektif. Tahapan-tahapan yang dapat dilakukan seperti yang dihasilkan dari (KONI, 2014) dimulai atlet sejak dini yang mengikuti olahraga agar terbuka dalam memilih calon atlet yang berbakat, tahapan kedua melakukan pembibitan dengan membuka ruang-ruang berlatih sebanyak-banyaknya guna memandu bakat untuk dapat melakukan pelatihan yang intensif dan pelatihan yang berkualitas, kemudian tahapan terakhir melakukan pembinaan prestasi pada saat atlet mencapai usia emasnya.

Dilain hal, pembangunan olahraga nasional tidak akan terwujud dengan baik apabila hanya pemangku kebijakan saja yang berperan, namun kita sebagai masyarakatnya sudah barang tentu mengambil peran dan porsi sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu, dalam rangka HAORNAS Tahun 2022 ini bentuk nyata yang dapat kita lakukan sebagai bagian dari bangsa ini adalah memahami bahwa olahraga adalah milik kita semua atau dengan kata lain sport for all. Kiranya mindfulness tersebut membawa pada suatu perubahan, disadari ataupun tidak lahirnya akal yang sehat ada pada badan/jasmani yang sehat pula (Al-Aqlu Salim fi Jismi Salim). Banyak hal yang dapat kita lakukan, secara individu, menempatkan kegiataan olahraga menjadi kegiatan wajib dalam agenda mingguan, adapun secara kelompok/institusi/lembaga, memberikan akses dan aset yang baik terhadap pelayanan keolahragaan, dan memberikan luang waktu untuk berlatih secara intensif serta berkualitas. Dan yang terakhir, secara umum, mendukung para-para atlet yang sedang berjuang, mengenalkan sejak dini kepada anak/kerabat terkait pentingnya kegiatan olahraga. Karena olahraga berdampak pada jasmani yang sehat, dan jasmani yang sehat akan berdampak pada akal yang sehat, dan akal yang sehat pula akan berdampak pada kegiataan penghambaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa secara paripurna.

Selamat Hari Olahraga Nasional 2022!

Salam Olahraga dan Salam Sehat Untuk Kita Semua.

 

Referensi

A. Rahardian, A. M. (2018). Kebijakaan Olahraga dalam Pemerintahan Lokal: Sebuah Penelitian dalam merumuskan Rancangan Induk Pembangunan Olahraga Nasional. Seminar Pendidikan Jasmani (pp. 1-12). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.

A. Rahardian, A. M. (2021). HAORNAS: Gerakan Sport For All Kunci Keberhasilan Olahraga Indonesia. Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI) Vol. 1 No. 1, 2-3.

KONI. (2014). Rencana Strategis Komite Olahraga Nasional Tahun 2014-2019 . Jakarta: Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat RI.

Kristiyanto, A. (2016). Formula Khas Budaya dan Daya Saing Olahraga Untuk Bergegas Menuju Pentas Prestasi Dunia. Seminar Nasional Refleksi Prestasi dan Budaya Olahraga Dalam Perspektif Ilmu Keolahragaan Yang Inovatif (pp. 1-21). Bandung: UPI-FPOK.

Lutan, R. (2022, September 08). Indonesia and The Asian Games: Sort, Nationalism and The New Order. Retrieved from Sport in Society: https://doi.org/10.1080/17430430500249175

Zhouxiang, L. (2011). Sport, Nationalism and The Building of The Modern Chinese Nation State. International Journal of the History of Sport Vol. 28 No. 7, 1030-1054.