Sport For All Sebagai Upaya Mewujudkan Al-Aqlu Salim fi Jismi Salim
Semangat
atas Penetapan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS), diawali dari PON 1 yang
diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah. Dengan dasar membangun gerakan
pembangunan olahraga sebagai upaya mewujudkan identitas diri kebangsaan yang
baru merdeka di kancah Internasional. Atas dasar tersebut pula sebagai titik
dimana pencanangan Hari Olahraga Nasional. Momentum peringatan HAORNAS
merupakan legacy yang semestinya mendapatkan perhatian secara seksama.
Dibutuhkan inovasi yang berkelanjutan dengan berbagai program mutakhir, dengan
maksud mendukung (A. Rahardian, 2018) kebijakan pemerintah guna memberikan
pelayanan publik yang maksimal berkenaan dengan keolahragaan Nasional. Beberapa
inovasi yang pernah dilakukan ialah dengan digaungkannya gerakan sport for all.
Sport
for All adalah semboyan lama dalam gerakan olahraga yang sampai saat ini masih
relevan untuk digunakan dalam pembangunan keolahragaan Nasional. Namun sejauh
ini, melihat peran pemerintah mewujudkan hal tersebut dapat dikatakan belum
maksimal terkhusus dalam implementasi regulasi yang dibentuk yakni UU SKN No. 3
Tahun 2005. Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Adi Rahadian (2021)
kondisi-kondisi lapangan yang terjadi, di antaranya: 1) Belum jelasnya arah
pembangunan keolahragaan Nasional, yang berimplikasi pada partisipasi dan
budaya olahraga yang rendah di tengah masyarakat; 2) Pembinaan dan pengembangan
olahraga yang belum sistematis, terpadu, dan berkelanjutan; 3) Aksesibilitas
dan fasilitas olahraga yang masih minim; dan 4) Fluktuatif pencapaian prestasi
Indonesia di ajang internasional (A. Rahardian A. M., 2021). Merespon hal
tersebut seyogyanya peran pemerintah diperlukan, pembangunan olahraga dimaknai
sebagai membangun peradaban masyarakat, untuk selanjutnya mengedepankan
keunggulan obyektif, kompetitif, dan sportivitas (Kristiyanto, 2016). (Lutan,
2022) mengatakan pembangunan olahraga merupakan dasar utama pendukung
pembangunan identitas sebuah bangsa.
Pembangunan
olahraga dapat diaktualisasikan dalam bentuk pembinaan dan pengembangan
olahraga, dimana merupakan bentuk upaya peningkatan kualitas manusia, di
Indonesia, dimaksudkan meningkatkan kesehatan jasmani, mental dan rohani
masyarakat, guna membentuk watak dan kepribadian. Oleh sebab itu olahraga perlu
dikelola dengan sistematik, profesional, serta menjadi komitmen kolektif.
Tahapan-tahapan yang dapat dilakukan seperti yang dihasilkan dari (KONI, 2014)
dimulai atlet sejak dini yang mengikuti olahraga agar terbuka dalam memilih
calon atlet yang berbakat, tahapan kedua melakukan pembibitan dengan membuka
ruang-ruang berlatih sebanyak-banyaknya guna memandu bakat untuk dapat
melakukan pelatihan yang intensif dan pelatihan yang berkualitas, kemudian
tahapan terakhir melakukan pembinaan prestasi pada saat atlet mencapai usia
emasnya.
Dilain
hal, pembangunan olahraga nasional tidak akan terwujud dengan baik apabila
hanya pemangku kebijakan saja yang berperan, namun kita sebagai masyarakatnya
sudah barang tentu mengambil peran dan porsi sebagaimana mestinya. Oleh sebab
itu, dalam rangka HAORNAS Tahun 2022 ini bentuk nyata yang dapat kita lakukan
sebagai bagian dari bangsa ini adalah memahami bahwa olahraga adalah milik kita
semua atau dengan kata lain sport for all. Kiranya mindfulness tersebut membawa
pada suatu perubahan, disadari ataupun tidak lahirnya akal yang sehat ada pada
badan/jasmani yang sehat pula (Al-Aqlu Salim fi Jismi Salim). Banyak hal yang
dapat kita lakukan, secara individu, menempatkan kegiataan olahraga menjadi
kegiatan wajib dalam agenda mingguan, adapun secara kelompok/institusi/lembaga,
memberikan akses dan aset yang baik terhadap pelayanan keolahragaan, dan
memberikan luang waktu untuk berlatih secara intensif serta berkualitas. Dan
yang terakhir, secara umum, mendukung para-para atlet yang sedang berjuang,
mengenalkan sejak dini kepada anak/kerabat terkait pentingnya kegiatan
olahraga. Karena olahraga berdampak pada jasmani yang sehat, dan jasmani yang
sehat akan berdampak pada akal yang sehat, dan akal yang sehat pula akan
berdampak pada kegiataan penghambaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa secara
paripurna.
Selamat
Hari Olahraga Nasional 2022!
Salam
Olahraga dan Salam Sehat Untuk Kita Semua.
Referensi
A.
Rahardian, A. M. (2018). Kebijakaan Olahraga dalam Pemerintahan Lokal: Sebuah
Penelitian dalam merumuskan Rancangan Induk Pembangunan Olahraga Nasional.
Seminar Pendidikan Jasmani (pp. 1-12). Bandung: Universitas Pendidikan
Indonesia: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.
A.
Rahardian, A. M. (2021). HAORNAS: Gerakan Sport For All Kunci Keberhasilan
Olahraga Indonesia. Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI) Vol. 1 No. 1,
2-3.
KONI.
(2014). Rencana Strategis Komite Olahraga Nasional Tahun 2014-2019 . Jakarta:
Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat RI.
Kristiyanto,
A. (2016). Formula Khas Budaya dan Daya Saing Olahraga Untuk Bergegas Menuju
Pentas Prestasi Dunia. Seminar Nasional Refleksi Prestasi dan Budaya Olahraga
Dalam Perspektif Ilmu Keolahragaan Yang Inovatif (pp. 1-21). Bandung: UPI-FPOK.
Lutan,
R. (2022, September 08). Indonesia and The Asian Games: Sort, Nationalism and
The New Order. Retrieved from Sport in Society:
https://doi.org/10.1080/17430430500249175
Zhouxiang,
L. (2011). Sport, Nationalism and The Building of The Modern Chinese Nation
State. International Journal of the History of Sport Vol. 28 No. 7, 1030-1054.