Strategi Ketahanan Pangan Dalam Menghadapi Krisis Global Berbasis Kemandirian Skala Mikro, BEM FAPERTA UNIDA selenggarakan Seminar Nasional
Dalam rangkaian Hari Tani
Nasional Badan Eksekutif Mahasisawa (BEM) Fakultas Pertanian (FAPERTA)
Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Seminar Nasional pada Sabtu (08/10/2022)
yang dilaksanakan secara luring di Aula Gedung C Universitas Djuanda Bogor.
Acara yang bertajuk Strategi Ketahanan Pangan Dalam Menghadapi Krisis Global
Berbasis Kemandirian Skala Mikro menghadirkan narasumber R.S. Suroyo. Jr.
S.P.,M.Si dari Sekjend DPP Pemuda Tani, Dekan Fakultas Pertanian UNIDA Dr. Yudi
Wahyudin S.Pi.,M.Si dan Jan Prince Permata S.P., M.Si dari Sekretaris Dewan
Pertimbangan Presiden.
Dalam sambutannya Dekan Fakultas
Pertanian menyebutkan bahwa seminar yang bertemakan ketahanan pangan ini tentu
menjadi sangat penting, khususnya bagi mahasiswa pertanian agar lebih terbuka
terhadap kondisi ketahanan pangan nasional.
“Tujuan diadakannya seminar
tersebut yaitu agar mahasiswa mengetahui lebih luas tentang ketahanan pangan
nasional dan strategi ketahanan pangan yang tepat di era krisis global sehingga
kita sebagai generasi dapat memastikan ketersediaan pangan untuk masyarakat
Indonesia,” kata Shefira Gustiana Laksana selaku Ketua BEM FAPERTA UNIDA.
Pada sesi penyampaian materi disampaikan oleh Jan Prince Permata, S.P.,
M.Si. menyampaikan bahwa Letak geografis Indonesia ini sangat menguntungkan,
lahan pertanian yang cukup luas dan subur, daya dukung alam yang masih relatif
kondusif, serta budaya masyarakat yang masih cenderung agraris adalah kekuatan
utama bagi Indonesia untuk mengimplementasikan strategi ketahanan pangan.
“Namun implementasi strategi
tersebut tidak lepas dari beberapa kendala, terutama yang berkaitan dengan diversifikasi
pangan, kemandirian, kedaulatan dan daya saing pangan serta akses penduduk pada
pangan. Kendala tersebut terutama disebabkan oleh: sistem logistik pangan yang
belum memadai, masih rendahnya nilai tukar petani, semakin menurunnya luas lahan
pertanian dan daya dukung alam, belum terpadunya kebijakan ketahanan pangan
serta semakin buruknya diversifikasi pangan," Jelasnya.
Sementara itu oleh pemateri kedua
R.S.Suroyo.Jr, S.P.,M.Si disampaikan bahwa kedepan strategi ketahanan pangan
harus berbasis pada resource and knowledge
based strategy dengan memberikan prioritas pada peningkatan nilai tukar
petani, ketersediaan lahan pertanian, peningkatan daya dukung alam, perbaikan
teknologi pertanian, strategi pasca panen dan penguatan sistem logistik pangan
(dengan membangun sistem konektivitas antara surplus dan defisit unit).
“Strategi ketahanan pangan
nasional juga harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu, sehingga
strategi tersebut mampu meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi dalam
rangka ketahanan nasional," Jelas pemateri yang akrab disapa Bung Suroyo.
Pada kesempatan Dekan FAPERTA
UNIDA yang juga menjadi pemateri pada acara tersebut menyampaikan strategi
Ketahanan Pangan Nasional hendaknya tidak hanya diarahkan untuk untuk mencapai
kecukupan akan pangan.
“Namun agar lebih diarahkan untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan (swasembada pangan) serta peningkatan daya saing produk-produk pangan nasional dalam rangka Ketahanan Nasional. Kita mengetahui bahwa pangan adalah komoditi yang sangat strategis bagi ketahanan nasional. Ketersediaan dan keterjangkauan pangan merupakan indikator kunci bagi stabilitas nasional," Pungkas Dr. Yudi Wahyudin S.Pi., M.Si.
