Susun RPS yang Berorientasi pada MBKM, UNIDA Bogor Selenggarakan Workshop
Universitas Djuanda
(UNIDA) Bogor melalui Biro Pendidikan dan Pembelajaran (Biro Dikjar)
selenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
Berorientasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Bagi Dosen UNIDA Bogor
secara hybrid yaitu daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings
dan secara luring di Aula Gedung C UNIDA Bogor pada Senin sampai dengan Selasa,
5-6 September 2022. Kegiatan ini diisi oleh Direktur Eksekutif Yayasan Pusat
Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), Dr. Hj. R. Siti Pupu
Fauziah, M.Pd.I selaku Keynote Speaker, Kepala Badan Penjaminan Mutu dan
Pengembangan Institusi (BPMPI) UNIDA Bogor, Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd,
Kelala Biro Dikjar UNIDA Bogor, Dr. La Ode Amril, M.Pd dan dihadiri oleh Plt. Rektor
UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH beserta jajaran serta diikuti oleh
Dekan dan Kepala Prodi yang ada di lingkungan UNIDA Bogor.
Chancellor UNIDA
Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH dalam arahannya menyampaikan bahwasanya
diharapkan kegiatan ini akan berjalan dengan lancar dan dapat bermanfaat
khususnya untuk para dosen UNIDA Bogor dalam penyusunan RPS yang saat ini harus
juga sesuai dengan nilai-nilai MBKM. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di
UNIDA Bogor ini selain berkaitan dengan MBKM juga berkaitan dengan ketauhidan
yang dimana RPS harus berisi karekter yang mengkristalisasikan 21 Nilai
Karakter Bertauhid dan penyusunan RPS ini merupakan upaya pengembangan
pendidikan di UNIDA Bogor.
"Menyusun RPS
ini harus sesuai juga dengan jiwa para dosennya jadi tidak asal membuat RPS
karena RPS ini dapat menjabarkan pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas dan
kegiatan Workshop seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin karena
perlu ada pembiasaan penyusunan RPS bagi para dosen UNIDA Bogor," tutur
Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH.
Selanjutnya Plt. Rektor
UNIDA Bogor, Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH dalam sambutannya menyampaikan
terima kasih kepada seluruh pihak yang terkait dalam penyelenggaraajn Workshop
ini. RPS ini merupakan agenda di awal semester dan harus selalu diperbaharui.
Karena RPS ini menjadi sangat penting untuk proses pembelajaran di kelas bahkan
untuk akreditasi perguruan tinggi karena UNIDA Bogor sedang dalam upaya
mencapai akreditas unggul dan oleh karena itu tidak boleh ada mata kuliah yang
tidak memiliki RPS.
Wakil Rektor I
UNIDA Bogor, Aal Lukmanul Hakim, SH.,MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa
program ini sesuai dengan program kerja Wakil Rektor 1 dan menjadi program
kerja di awal tahun akademik. Workshop penyusunan RPS ini perlu kita
sadari menjadi sangat penting dalam proses pembelajaran karena dapat menggambarkan
keseluruhan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh setiap dosen. RPS menjadi bagian dari
standar proses pembelajaran dan sebagai normatif sehingga menjadi kewajiban
para dosen untuk menyusun RPS.
"Workshop
ini untuk penyegaran dan penyeragaman baik format maupun substansi yang
diharapkan semuanya beragam dan tidak ada miss atau kesalahan dalam
penyusunan RPS. Perlu ada teknik khusus dalam penyusunan RPS karena RPS menjadi
ujung tombak dan kunci sukses dalam mencapai capaian pembelajaran. Dan RPS ini
menjadi bagian dalam upaya mencapai UNIDA Bogor unggul karena RPS ini menjadi
nilai yang krusial dalam akreditasi," tutur Aal Lukamnul Hakim, SH., MH.
Lalu Direktur
Eksekutif YPSPIAI, Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I dalam paparan materinya
menyampaikan bahwasanya dalam RPS tentu harus mengandung pendidikan karakter
yang dimana UNIDA Bogor sudah memiliki 21 Karakter Bertauhid yang dimana
disebagian universitas pendidikan karakter menjadi sebuah kendala. Dan pendidikan karakter di UNIDA Bogor
juga mengadopsi nilai agama, lokal, nasional bahkan sampai
internasional. Dalam Workshop
ini akan membahas mengenai RPS, ada pun yang dimaksud dengan RPS adalah
seperangkat rencana dan pengaturan tentang cara pemenuhan capaian pembelajaran
mata kuliah menggunakan ragam bahan kajian yang relevan, dengan strategi atau metode
pembelajaran yang tepat dan melalui assessment yang benar sebagai
pedoman penyelenggaraan pembelajaran mata kuliah.
“Internalisasi Nilai Karakter Bertauhid dalam
RPS dapat dalam dua hal yang pertama yaitu materi pembelajaran yang dimana Nilai
Karakter Bertauhid dimasukan kedalam salah satu materi pembelajaran atau
terintegrasi dalam salah satu materi pembelajaran mata kuliah dan kedua yaitu
pengalaman belajar yang dimana Nilai Karakter Bertauhid diwujudkan dalam bentuk
tugas individu atau kelompok sehingga menjadi pengalaman belajar mahasiswa.”
Ungkap Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan
Penjaminan Mutu dan Pengembantan Institusi (BPMPI), Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah,
M.Pd dalam paparan materinya menyakan bahwa Workshop penyunan RPS ini
sangat penting dilaksanakan tentunya. RPS paling sedikit harus memuat
diantaranya nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, Satuan
Kredit Semester, nama Dosen pengampu; pembelajaran lulusan yang dibebankan pada
mata kuliah; kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap Pembelajaran
untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan; bahan kajian yang terkait dengan
kemampuan yang akan dicapai; metode Pembelajaran; waktu yang disediakan untuk
mencapai kemampuan pada tiap tahap Pembelajaran; pengalaman belajar mahasiswa
yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa
selama satu semester; kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan daftar
referensi yang digunakan.
“Beberapa metode pembelajaran yang dapat
diterapkan dan dirumuskan dalam RPS diantaranya diantaranya diskusi kelompok, pembelajaran
kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, studi
kasus, pembelajaran berbasis masalah, metode pembelajaran lain dan simulasi.
Untuk bentuk pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya yaitu kuliah,
responsi, tutorial, seminar, praktikum, penelitian, perancangan, pengembangan,
pelatihan militer, pertukaran pelajar, magang, wirausaha dan bentuk lain
pengabdian kepada masyarakat,” tutur Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd.
Selanjutnya Kepala Biro Dikjar, Dr. La Ode
Amril, M.Pd dalam paparan materinya menyampaikan bahwa cara menuangkan
implementasi MBKM dalam RPS diantaranya dengan Case-based Method dan Project-based
learning yaitu pembelajaran berorientasi pada pemecahan permasalahan secara
kontekstual, atau pembelajaran berorientasi pada pelaksanaan proyek. Kedua
yaitu Pembelajaran kolaboratif yaitu dengan Kolaborasi pembelajaran antar prodi
dan lintas prodi, dalam PT dan lintas PT serta kolaborasi dosen dalam
pembelajaran baik dalam bidang maupun lintas bidang keahlian. Ketiga dengan Pelibatan
praktisi dalam pembelajaran yaitu dengan melibatkan praktisi dalam pembelajaran
pada porsi yang bersesuaian.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan RPS di
setiap fakultas di UNIDA Bogor yang dibimbing oleh fasilitator dari Biro
Dikjar.