Susun Strategi Menuju Akreditasi Unggul, UNIDA Bogor Selenggarakan Pendampingan
Universitas Djuanda
(UNIDA) Bogor melalui Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (BPMPI)
selenggarakan Pendampingan Pemahaman Terhadap Kebijakan dan Pelaksanaan
Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi di Lingkungan BAN-PT untuk UNIDA
Bogor Menuju Akreditasi Unggul. Kegiatan pendampingan ini diisi oleh Anggota
Dewan Eksekutif BAN-PT Periode 2021-2026, Prof. H. Johni Najwan, SH., MH., Ph.D
dan dihadiri oleh Rektor UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH beserta
jajaran, Kepala BPMPI UNIDA Bogor, Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd beserta
jajaran dan Dekan serta Kepala Prodi baik S1 dan S2 di lingkungan UNIDA Bogor.
Rektor UNIDA Bogor,
Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya kegiatan
pendampingan ini untuk mengetahui dan menetapkan strategi apa yang akan UNIDA
Bogor lakukan untuk target UNIDA Bogor menjadi universitas unggul dapat
tercapai. UNIDA Bogor mengundang Prof. H. Johni Najwan, SH., MH., Ph.D tentunya
untuk mengetahui dan menyusun cara atau strategi jitu dalam upaya mencapai
target UNIDA Bogor tahun 2026 yaitu menjadi unggul.
“Kegiatan kali ini
dihadiri oleh setiap perwakilan dari program studi yang ada di UNIDA Bogor,
sehingga ini dapat menjadi tempat untuk berdiskusi dan pastinya banyak
pertanyaan-pernyataan dari tiap perwakilan program studi karena kebutuhan dari
setiap program studi berbeda-beda untuk mencapai akreditasi program studi A,”
tutur Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH.
Selanjutnya Anggota Dewan
Eksekutif BAN-PT Periode 2021-2026, Prof. H. Johni Najwan, SH., MH., Ph.D dalam
paparan materinya menyampaikan bahwasanya menuju akreditas unggul haruslah pada penentuan
visi merujuk ke salah
satu dari tiga bentuk pengelolaan perguruan tinggi agar menjadi
kelas dunia yang diantaranya teaching university, research university dan
entrepreneurship university. Jika visi menjurus kepada teaching
university maka harus
memperhatikan berapakah jumlah guru besar di universitas dan jika mengarah kepada riset
university tentu harus mengarah para riset. Jika di
Indonesia bisa dikatakan perguruan tinggi baiknya mengarah ke entrepreneurship
university karena budaya Indonesia
lebih kepada entrepreneurship tentunya. Keterampilan Sumber
Daya Manusia (SDM) juga diperlukan dalam menuju universitas unggul yang dimana
keterampilan SDM di Abad 21 ada 9 diantaranya yaitu basic
skill, communication skill, critical and creative thinking skills,
information digital/literacy, inquiry/reasoning skills, interpersonal
skills, multicultutal/multilingual literacy, problem solving and
skill, technologi skills. 9 keterampilan SDM itu termuat dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka
(MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
(Kemendikbudristek) yang tentu harus dimiliki oleh setiap SDM perguruan tinggi.
“Ada pun strategi menuju akreditasi unggul yaitu
yang pertama melaksanakan tugas berdasarkan aturan, kedua mereformasi manajemen
sistem perguruan tinggi, ketiga yaitu penjaminan mutu atau quality assurance
menuju ISO dan WCU, dan yang kelima yaitu perubahan pola pikir dari perguruan
tinggi,” ungkap Prof. H. Johni Najwan, SH., MH., Ph.D.
Kegiatan
dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab antara insan UNIDA Bogor dan
Narasumber.