[email protected] 0251-8240773
Berita

Susun Strategi Menuju Akreditasi Unggul, UNIDA Bogor Selenggarakan Pendampingan

Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melalui Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (BPMPI) selenggarakan Pendampingan Pemahaman Terhadap Kebijakan dan Pelaksanaan Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi di Lingkungan BAN-PT untuk UNIDA Bogor Menuju Akreditasi Unggul. Kegiatan pendampingan ini diisi oleh Anggota Dewan Eksekutif BAN-PT Periode 2021-2026, Prof. H. Johni Najwan, SH., MH., Ph.D dan dihadiri oleh Rektor UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH beserta jajaran, Kepala BPMPI UNIDA Bogor, Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd beserta jajaran dan Dekan serta Kepala Prodi baik S1 dan S2 di lingkungan UNIDA Bogor.

Rektor UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya kegiatan pendampingan ini untuk mengetahui dan menetapkan strategi apa yang akan UNIDA Bogor lakukan untuk target UNIDA Bogor menjadi universitas unggul dapat tercapai. UNIDA Bogor mengundang Prof. H. Johni Najwan, SH., MH., Ph.D tentunya untuk mengetahui dan menyusun cara atau strategi jitu dalam upaya mencapai target UNIDA Bogor tahun 2026 yaitu menjadi unggul.

“Kegiatan kali ini dihadiri oleh setiap perwakilan dari program studi yang ada di UNIDA Bogor, sehingga ini dapat menjadi tempat untuk berdiskusi dan pastinya banyak pertanyaan-pernyataan dari tiap perwakilan program studi karena kebutuhan dari setiap program studi berbeda-beda untuk mencapai akreditasi program studi A,” tutur Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH.

Selanjutnya Anggota Dewan Eksekutif BAN-PT Periode 2021-2026, Prof. H. Johni Najwan, SH., MH., Ph.D dalam paparan materinya menyampaikan bahwasanya menuju akreditas unggul haruslah pada penentuan visi merujuk ke salah satu dari tiga bentuk pengelolaan perguruan tinggi agar menjadi kelas dunia yang diantaranya teaching university, research university dan entrepreneurship university. Jika visi menjurus kepada teaching university maka harus memperhatikan berapakah jumlah guru besar di universitas dan jika mengarah kepada riset university tentu harus mengarah para riset. Jika di Indonesia bisa dikatakan perguruan tinggi baiknya mengarah ke entrepreneurship university karena budaya Indonesia lebih kepada entrepreneurship tentunya. Keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) juga diperlukan dalam menuju universitas unggul yang dimana keterampilan SDM di Abad 21 ada 9 diantaranya yaitu basic skill, communication skill, critical and creative thinking skills, information digital/literacy, inquiry/reasoning skills, interpersonal skills, multicultutal/multilingual literacy, problem solving and skill, technologi skills. 9 keterampilan SDM itu termuat dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang tentu harus dimiliki oleh setiap SDM perguruan tinggi.

“Ada pun strategi menuju akreditasi unggul yaitu yang pertama melaksanakan tugas berdasarkan aturan, kedua mereformasi manajemen sistem perguruan tinggi, ketiga yaitu penjaminan mutu atau quality assurance menuju ISO dan WCU, dan yang kelima yaitu perubahan pola pikir dari perguruan tinggi,” ungkap Prof. H. Johni Najwan, SH., MH., Ph.D.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab antara insan UNIDA Bogor dan Narasumber.