[email protected] 0251-8240773
Berita

Tangkal Hoaks dengan Literasi Digital, Pegiat Cek Fakta Liputan6.com FISIPKOM UNIDA Selenggarakan Penyuluhan

Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar penyuluhan tangkal hoaks kepada pelajar di SMAN 1 Kabandungan, belum lama ini.

Kegiatan yang bertema Cerdas Literasi Digital Tangkal Hoaks ini diisi oleh Tim Pegiat Cek Fakta Liputan6.com yang terdiri dari dosen UNIDA diantaranya Maria Fitriah, S.Sos., M.Si, Desi Hasbiyah, S.S.i., M.I.Kom, Neng Virly Apriliyani, S.Sos., M.A.P, dan Cecep Wahyudin, S.Sos., M.A.P, serta para mahasiswa antara lain Helwa Nur Alfa Laila, Deddy Ardiansyah, Akmal Fadillah, dan Sitti Sakinah Noviyanti yang turut memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan, pre-test, materi, post-test, games, bernyanyi, dan yel-yel. Interaksi yang terjalin membuat peserta lebih memahami dengan adanya peningkatan edukasi mengenai cerdas tangkal hoaks saat mengakses informasi untuk literasi digital, terutama di media sosial.

Salah satu Pegiat Cek Fakta Liputan6.com, Maria Fitriah, S.Sos., M.Si, mengatakan, ada enam tips cerdas bermedia sosial untuk bisa identifikasi mewaspadai hoaks. Tips tersebut antara lain yakni cermati alamat situs, cek keaslian foto dan video, perhatikan judul berita atau informasi yang bersifat provokatif, periksa sumbernya, baik penulis maupun publikasinya, kembangkan pola pikir yang kritis, serta cek fakta dan ikuti grup diskusi antihoaks.

“Kita dapat menelusuri cek fakta melalui Liputan6.com rilis chatbot whatsapp pada nomor 08119787670,” jelasnya.

Maria Fitriah, S.Sos., M.A.P juga menjelaskan, cerdas dalam informasi melakukan dua hal terdiri dari memilah dan memilih informasi.

“Memilah informasi antara lain pilih berita sesuai kebutuhan, baca berita dengan lengkap, mengambil informasi dari sumber terpercaya, memilih lebih dari satu sumber informasi, dan berpikir kritis. Sedangkan memilih informasi yaitu pilih informasi dari media yang tepat,” pungkasnya.