[email protected] 0251-8240773
Berita

Targetkan Akreditasi Unggul, AGB FAPERTA UNIDA Terima AL dari BAN-PT

Program Studi Agribisnis (AGB) Fakultas Pertanian (FAPERTA), Universitas Djuanda (UNIDA) menerima kunjungan Asesmen Lapangan (AL) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi di Ruang ATJ UNIDA dan dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) yang juga merupakan Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Rektor UNIDA Assoc. Prof. Dr. Hj. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Dekan FAPERTA Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si, beserta jajaran pimpinan universitas serta para asesor BAN-PT, yaitu Prof. Ir. Irfan Suliansyah, M.S dan Dr. Teguh Endaryanto, S.P., M.Si.

Dalam sambutannya, Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H., menyampaikan bahwa ia mulai bergabung dengan UNIDA pada tahun 2006 dan langsung membangun Business Center untuk mendukung pengembangan program studi Agribisnis.

“Pada tahun 2006, hal pertama yang saya bangun adalah Business Center bersama Pak Miftah untuk mendukung Agribisnis (AGB) dengan semangat luar biasa. Saya berharap kedatangan asesor hari ini tidak hanya untuk melihat, tapi juga memberikan masukan baru mengenai pengembangan agribisnis di UNIDA ke depan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I., menambahkan bahwa Asesmen Lapangan ini merupakan tahapan yang telah lama dinantikan setelah pengiriman borang. Ia berharap proses ini dapat berjalan lancar serta memberikan hasil terbaik bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi di UNIDA, terlebih saat ini UNIDA telah terakreditasi institusi Unggul.

“AL adalah sesuatu yang sudah dinanti-nanti setelah mengunggah borang. InsyaAllah, kami siap menyediakan data dan keterangan yang diperlukan oleh para Asesor. Semoga AL ini berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Irfan Suliansyah, M.S. menjelaskan bahwa perlu dibangun budaya kerja yang baik sehingga proses akreditasi dapat dihadapi dengan lebih tenang.

“Jika kita memiliki budaya yang baik, kita akan melakukan hal-hal dengan terstruktur, tercatat dan terdokumentasi, serta disiplin dalam menjalankan segala sesuatu. Sehingga memberikan hasil yang baik ketika akreditasi,” jelasnya.