Targetkan Program Studi Unggul, BPMPI UNIDA Selenggarakan Sosialisasi ISK
Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan
Institusi (BPMPI) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan sosialisasi
Instrumen Suplemen Konversi (ISK) pada Kamis (16/02/2023)
melalui ruang pertemuan daring zoom
meeting yang dihadiri oleh perwakilan dari setiap Program
Studi.
Kepala BPMPI UNIDA Dr.
Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd dalam pembukaannya
menjelaskan bahwa ISK adalah instrumen akreditasi tambahan yang
digunakan untuk pengambilan keputusan konversi peringkat terakreditasi yang
diperoleh dengan instrumen akreditasi 7 standar (APS 3.0 dan APT 2.0) menjadi
peringkat akreditasi baru sesuai dengan instrumen
akreditasi 9 kriteria.
“ISK dalam bentuk instrumen program studi
perlu ISK, karena APT dan APS sudah ada 9 kriteria. Maka selama 6 bulan
kedepan, 3 program studi tersebut harus mengajukan ISK, tidak bisa langsung
melakukan perpanjangan akreditasi tetapi harus melalui Pemantauan dan Evaluasi
Peringkat Akreditasi (PEPA) yang harus disinkronisasi data dengan PDDIKTI,”
jelasnya.
UNIDA memiliki target pada tahun 2026 untuk mencapai akreditasi unggul, maka hal utama yang perlu dilakukan
yaitu akreditasi program studi yang sebaiknya
unggul atau baik sekali. Pada Kesempatan ini dibuka juga sesi diskusi bersama yang kemudian BPMPI memandu pengisian instrumen ISK.
“Instrumen ISK akan dipandu mengisinya,
setelah mengisi excel Bapak/Ibu akan
menggunggah dalam bentuk pdf, diantaranya yang harus
disii ada 4 komponen yaitu dosen tetap, kurikulum, penjaminan mutu dan
pelacakan lulusan. Hal inilah yang menjadi syarat perlu peringkat,”
pungkas Kepala BPMPI UNIDA.