Teks Khutbah Idul Adha 1446 H Masjid Baitul Hamdi Universitas Djuanda – Ustadz Muhammad Rendi Ramdhani, M.Pd
KHUTBAH IDUL ADHA
MASJID BAITUL HAMDI UNIVERSITAS DJUANDA
1446 H/2025 M
oleh: Muhammad Rendi Ramdhani, M.Pd (Dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru Universitas Djuanda)
Muslimin, Muslimat, Kekasih Allah SWT, Jamaah Hari Raya Idul Adha Yang
Dimuliakan Oleh Allah SWT.
Alhamdulilah, itulah kalimat yang sempurna menandakan kita mengagungkan dan
memuji allah SWT, karena memang hanya allah lah yang pantas dipuji, manusia dan
seluruh makhluk allah yang lain hanya pantas memuji, itulah sebabnya sifat yang paling
dibenci oleh allah dari seorang hamba adalah sombong dan membanggakan dirinya,
Allahu akbar adalah bentuk pengakuan bahwa allah yang maha besar, hanya allah
yang pantas disembah, hanya allah yang pantas diagungkan. alahu akbar juga bermakna kesadaran bahwa kita adalah hamba yang lemah, hamba yang serba
kekurangan, hamba allah yang butuh pertolongan, hamba allah yang butuh rahmat dan
kasih sayang allah SWT.
Hari ini jutaan, ratusan juta, bahkan milyaran umat islam di seluruh pelosok bumi ini
berkumpul di lapangan, di mesjid, semuanya mengucapkan kalimat yang sama takbir,
tahmid, tahlil mengangungkan allah SWT. allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, laa
ilaaha illallahu walahu akbar allahu akbar walillahil hamdu mereka bersyukur
bergembira namun terkadang bercampur rasa haru, karena disaat saat seperti inilah
kita sering diingatkan akan kerabat keluarga kita, akan orang tua kita, dan saudara-
saudara kita.
Pada waktu-waktu yang lalu, kita hadir bersama orang tua kita, namun hari ini
keduanya sudah tiada, mereka mendahului kita menuju alam baqa’ dan tinggal kita
yang meneruskan cita-cita perjuangannya.
Pada tahun-tahun yang lalu, kita bersama anak-anak kita, namun hari ini boleh jadi ada
diantara kita yang sudah tidak bersama lagi dengan anaknya, karena justeru anaknya
yang telah mendahuluinya, ada suami yang sudah tidak sama dengan isterinya, karena
isterinya pun mendahuluinya ke alam kubur atau sebaliknya, ada isteri yang tidak lagi
bersama suaminya hadir di tempat ini, karena suaminya lebih dahulu dipanggil
menghadap kehadirat allah, muncul kerinduan untuk bersamanya, tapi kerinduan
tinggal kerinduan, kerinduan kita hanya dibalut dengan linangan air mata, karena tidak
mungkin kita kembali bersamanya, kita hanya mengikuti dengan keyakinan “suatu
waktu kamipun akan mengikuti ke alam kubur ”fa idza jaa ajaluhum laa yastakhiruna
saatan wa laa yastaqdimun….” Apabila ajal sudah datang tidak bisa ditunda dan tidak
bisa dimajukan meskipun hanya waktu yang sangat sesaat.
ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD
Hari ini adalah hari yang istimewa, karena ada dua ibadah besar yang dilakukan di
penghujung tahun hijriah, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban, kemarin jutaan orang
berkumpul di padang arafah, dengan pakaian yang sama, dengan ucapan yang sama,
mereka memenuhi undangan allah, membuktikan ketaatannya menunaikan ibadah haji,
dengan pakaian yang sama, sebagai pertanda bahwa di hadapan allah kita semua
adalah sama, tidak jelas mana orang kaya dan mana orang miskin, mana pejabat,
mana rakyat biasa, mana orang terkenal, mana rakyat jelata, semuanya menundukkan
diri bertafakkur, bertawajju dengan penuh tawadhu dan khusyu’ mengucapkan kalimat-
kalimat yang indah, labbaikallah humma labbaik, labaika la syarikalaka labbaik,
innalhamda, wanni’mata laka walmulk laa syarikalak,
Kita doakan semoga yang sudah menunaikan ibadah haji, diterima ibadahnya dan
mendapatkan ganjaran disisi allah SWT, pun kita berdoa semoga kita yang belum
menunaikan ibadah haji dimudahkan rezkinya, diberikan kesehatan dan kesempatan,
untuk bisa juga menunaikan ibadah haji di tahun-tahun yang akan datang. walillahi
alannasi hijjul bayti manistathoa ilahi sabila.
Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar walillahilham maasyiral muslimin jamaah idul adha yang dirahmati dan dimuliakan allah SWT.
Ibadah besar yang kedua adalah ibadah qurban, dan inipun merupakan napak tilas dari
perjalanan seorang manusia besar, abul anbiya bapaknya semua nabi yaitu nabiyullah
ibrahim, khalilullah ibrahim alaihi salam, sebagaimana kita tahu dalam sejarah, suatu
malam nabiyyullah ibrahim bermimpi beliau melihat anaknya disembelih oleh dirinya,
lalu ketika bangun beliau menyampaikan kepada anak semata wanyangnya ismail as,
wahai anakku, sesungguhnya saya melihat dalam mimpiku, saya diperintah oleh allah
untuk menyembelihmu, coba pikirkan anakku, bagaimana perasaanmu, bagaimana
pendapatmu?
Ismail sebagai mana akar namanya mendengar, ismail kemudian menjawab, ayah
lakukan segera perintah allah, jangan engkau tunda, insya allah engkau akan
mendapatiku sebagai orang-orang yang bersabar. (if’al ma tu’mar satajiduni….)
Allahu akbar, ibrahim pun menyampaikan kepada isterinya, pakaikan baju anakmu,
saya akan berangkat berdua, berangkatlah berdua menuju ke jabal qurban di mina,
sampai disana ibrahim hanya mampu mengucapkan kalimat takbir: allahu akbar, allahu
akbar, allahu akbar laa ilaha illallahu wallahu akbar, allahu akbar walillahilham,
Dipalingkan matanya, dibaringkan anaknya diatas pahanya, ismail berkata: ayah …
ikatlah kedua tanganku, jangan sampai saya kesakitan dan mengamuk yang akhirnya
akan menyakiti badan ayah, ayah … jangan tatap wajahku, jangan sampai muncul
perasaan iba dan engkau tidak jadi menjalankan perintah allah, ayah… sampaikan
salamku kepada ibuku, belum sempat saya membalas jasanya, belum sempat saya
mengabdi kepadanya, insya allah di hari kemudian kelak saya akan melayaninya, saya
akan menjadi pelayan baginya.
Cukup pesan ismail, air mata tumpah menyaksikan keduanya akan terjadi
penyembelihan yang besar, tidak ada kata yang keluar dari mulut ibrahim kecuali
mengagungkan allah: allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar.
Pedang sudah terhunus siap-siap akan memenggal kepala anak semata wayangnya,
yang 80 tahun dinantikan kemudian diberikan nikmat anak oleh allah SWT. malaikat-
malaikat pada menangis, malaikat memohon kepada allah “yaa allah selamatkan
manusia, selamatkan ismail, selamatkan ibrahim, dia telah membuktikan ketaatannya,
dia telah membuktikan bahwa dia ridha akan perintahmu” maka allah menerima,
mengabulkan doa para malaikat dan makhluk di langit, kemudian menggantikannya
dengan seekor kibas, ibrahim menarik pedangnya, yang ternyata yang disembelih adalah leher seekor kibas yang besar, menyaksikan kejadian itu ismail hanya pun bisa
berteriak takbir mengagungkan allah SWT, allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar laa
ilaha illallahu wallahu akbar allahu akbar walillahilhamd,
Setelah itu ibrahim alaihissalam dan ismail pulang ke rumahnya dengan ucapan takbir
allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, sitti hajar yang menunggu di rumahnya dengan
perasaan sedih, karena dia tahu anaknya akan hilang, anaknya akan mati disembelih
ayahnya karena memenuhi perintah allah, begitu mendengarkan suara suaminya
bersama suara anaknya mengumandangkan takbir, iapun menangis terharu sedih
bercampur bahagia sambil juga mengucapkan kalimat-kalimat takbir allahu akbar,
allahu akbar, allahu akbar laa ilaha illallahu wallahu akbar allahu akbar walillahilhamd.
Maasyiral muslimin rahimakumullah menurut akal sehat, ibrahim akan memilih
menyelamatkan anaknya dari pada memenuhi perintah allah, tapi ibrahim melabrak
semua itu, norma akal sehat dilawannya, demi mengharap ridhonya allah SWT, beliau
lebih memilih cinta kepada allah, melebihi cinta kepada anak, cinta kepada keluarga
dan cinta kepada segalanya.
Oleh karena itu hari ini, khatib mengajak mari kita mengambil contoh dari pengorbanan
nabiyullah ibrahim alaihissalam, kita korbankan semuanya demi cinta kita kepada allah
SWT, semoga dengan hikmah dari pengorbanan dari ibrahim lahirlah ibrahim-ibrahim
baru di bumi pertiwi ini, mari kita korbankan ismail-ismail kita, karena boleh jadi ismail
kita dalam bentuk jabatan, ismail kita dalam bentuk harta kekayaan, ismail kita dalam
bentuk anak dan isteri, ismail kita dalam bentuk kepopuleran, ismail kita dalam bentuk
benda-benda duniawi. hari ini saatnya kita korbankan ismail, kita korbankan ismali-
ismal kita, dan kita penuhi perintah allah, lebih mendahulukan cinta kita kepada allah
dari pada cinta kita kepada selain allah SWT.