[email protected] 0251-8240773
Berita

Teladan Siti Khadijah Dalam Berdagang

Disampaikan pada Kajian Kemsulimahan

Oleh : Sudarijati, SE.,M.Si


Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Dia lahir di Makkah pada 556 Masehi, putri pasangan Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Zaidah.  Khadijah mendapat sebutan sebagai  perempuan agung,  istri pertama Rasulullah dan ibu para mukminin hingga akhir zaman (Ummul Mukminin).

Menurut Ibnu Hisyam, Khadijah merupakan seorang saudagar ternama  di Makkah, meskipun banyak pengusaha laki-laki kala itu yang juga berniaga antar wilayah di Jazirah Arab hingga Afrika Utara dan Parsia- di Asia Tengah. Karakter Siti Khadijah yang patut diteladani antara lain :

Ulet dan  mandiri; mengelola bisnisnya sendiri tidak banyak mengandalkan orang lain.

Cerdas ; Khadijah tak pernah sembarangan memilih orang yang akan berkeja dengannya

Teguh dalam bersikap dan berkomitmen; mampu menjaga kehormatannya dan tidak ada niat untuk melanggar aturan

Selalu bertindak dengan berani; berani mengelola bisnis seorang diri, bahkan berani melamar Rosul.


Menurut  Khoirul Amru Harahap, dalam bukunya Rahasia Sukses Bisnis Khadijah Istri Nabi SAW mengatakan, Khadijah terlahir di keluarga pedagang sehingga dalam diri beliau  sudah mengalir darah "pedagang", dan mempunyai  jiwa kewirausahaan yang tinggi, sehingga pandai mengelola modal, baik materi maupun nonmateri. Dalam mengelola modal, Khadijah menggunakan modalnya untuk kegiatan investasi yang produktif bukan konsumtif, sehingga investasi dalam usaha perdagangan yang dilakukannya mengalami pertumbuhan yang pesat. Sedangkan modal non materi yang dimiliki adalah  jiwa kewirausahaannya yang tinggi, Khadijah mampu mengelola usahanya dengan ulet  dan mampu  memilih SDM yang direkrut sebagai pegawai dalam usahanya dan memilih mitra dagang dengan tepat.


Mitra bisnis adalah orang yang pernah mendapatkah tugas untuk mengurus barang dagangan Kadijah. Mitra bisnis bukan dipilih berdasarkan kapasitas intelektual semata tetapi juga factor lainnya.  Kualifikasi Khadijah dalam memilih mitra bisnis yaitu kejujuran, tanggung jawab, dan amanah. Mereka harus membawa barang dagangan dalam jumlah besar dan selanjutnya akan dilakukan proses bagi hasil keuntungan. Khadijah r.a. juga memberikan surat panggilan kerja, melakukan interview singkat, serta mengadakan kesepakatan kerja termasuk ketentuan upah.

Berdasarkan beberapa sumber referensi, Khadijah  mengelola bisnis yang didasari kejujuran, amanah, dan akhlak yang mulia serta  menghindari persaingan yang tidak sehat dalam berbisnis.  Adapun  tips sukses berdagang dari Khadijah adalah :

Pertama, memiliki modal dan kecakapan dalam mengelolanya.

Kedua, gemar bersedekah, artinya memiliki jiwa sosial yang tinggi. selalu memberikan makanan kepada orang yang kelaparan, rajin  bersedekah kepada orang-orang yang ditimpa kesulitan hidup. Bersedekah tidak akan mengurangi harta, justru yang ada sedekah melipatgandakannya. Ketika Khadijah telah menjadi istri Rasululah Saw. dan telah masuk Islam, beliau mengorbankan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan dakwah Rasulullah Saw. Khadijah r.a. tidak takut dengan kemiskinan. Rasa tawakkal kepada Allah Swt. membuatnya merasa aman, tenang, tanpa merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi pada diri dan keluarganya.

Ketiga, mampu melihat peluang. Khadijah mampu membaca peluang agar harta beliau bisa dimanfaatkan secara produktif dan beliau mampu membaca potensi pasar di sekitar.

 

Referensi :

https://www.republika.co.id/berita/p3rtr2313/kunci-sukses-khadijah-sebagai-pengusaha

https://forshareakpro.wordpress.com/2020/06/20/teladan-berbisnis-dari-khadijah-r-a/

https://rumahkitab.com/khadijah-ra-teladan-perempuan-pengusaha/

https://www.dream.co.id/dinar/jadi-pedagang-yang-sukses-ini-rahasia-bisnis-siti-khadijah-ra-210121t.html