Teladan Siti Khadijah Dalam Berdagang
Disampaikan pada Kajian Kemsulimahan
Oleh : Sudarijati, SE.,M.Si
Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Dia lahir di Makkah pada 556 Masehi, putri pasangan Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Zaidah. Khadijah mendapat sebutan sebagai perempuan agung, istri pertama Rasulullah dan ibu para mukminin hingga akhir zaman (Ummul Mukminin).
Menurut
Ibnu Hisyam, Khadijah merupakan seorang saudagar ternama di Makkah,
meskipun banyak pengusaha laki-laki kala itu yang juga berniaga antar wilayah
di Jazirah Arab hingga Afrika Utara dan Parsia- di Asia Tengah. Karakter
Siti Khadijah yang patut diteladani antara lain :
Ulet dan mandiri; mengelola bisnisnya sendiri tidak
banyak mengandalkan orang lain.
Cerdas ; Khadijah tak pernah sembarangan memilih orang
yang akan berkeja dengannya
Teguh dalam bersikap dan berkomitmen; mampu menjaga
kehormatannya dan tidak ada niat untuk melanggar aturan
Selalu bertindak dengan berani; berani mengelola bisnis seorang diri, bahkan berani melamar Rosul.
Menurut Khoirul Amru Harahap, dalam bukunya Rahasia Sukses Bisnis Khadijah Istri Nabi
SAW mengatakan, Khadijah terlahir di keluarga pedagang sehingga dalam diri
beliau sudah mengalir darah
"pedagang", dan mempunyai jiwa
kewirausahaan yang tinggi, sehingga pandai mengelola modal, baik materi maupun
nonmateri. Dalam mengelola modal, Khadijah menggunakan modalnya
untuk kegiatan investasi yang produktif bukan konsumtif, sehingga investasi
dalam usaha perdagangan yang dilakukannya mengalami pertumbuhan yang pesat. Sedangkan
modal non materi yang dimiliki adalah jiwa kewirausahaannya yang tinggi, Khadijah
mampu mengelola usahanya dengan ulet dan
mampu memilih SDM yang direkrut sebagai
pegawai dalam usahanya dan memilih mitra dagang dengan tepat.
Mitra bisnis adalah orang yang pernah
mendapatkah tugas untuk mengurus barang dagangan Kadijah. Mitra bisnis bukan
dipilih berdasarkan kapasitas intelektual semata tetapi juga factor lainnya. Kualifikasi Khadijah dalam memilih mitra
bisnis yaitu kejujuran, tanggung jawab, dan amanah. Mereka harus membawa barang
dagangan dalam jumlah besar dan selanjutnya akan dilakukan proses bagi hasil
keuntungan. Khadijah r.a. juga memberikan surat panggilan kerja, melakukan
interview singkat, serta mengadakan kesepakatan kerja termasuk ketentuan upah.
Berdasarkan
beberapa sumber referensi, Khadijah mengelola
bisnis yang didasari kejujuran, amanah, dan akhlak yang mulia serta menghindari persaingan yang tidak sehat dalam
berbisnis. Adapun tips sukses berdagang dari Khadijah adalah :
Pertama,
memiliki modal dan kecakapan dalam mengelolanya.
Kedua, gemar
bersedekah, artinya memiliki jiwa sosial yang tinggi. selalu memberikan makanan
kepada orang yang kelaparan, rajin bersedekah kepada orang-orang yang ditimpa
kesulitan hidup. Bersedekah tidak akan mengurangi harta, justru yang ada
sedekah melipatgandakannya. Ketika Khadijah telah menjadi istri Rasululah Saw.
dan telah masuk Islam, beliau mengorbankan seluruh harta kekayaannya untuk
perjuangan dakwah Rasulullah Saw. Khadijah r.a. tidak takut dengan kemiskinan.
Rasa tawakkal kepada Allah Swt. membuatnya merasa aman, tenang, tanpa merasa
khawatir dengan apa yang akan terjadi pada diri dan keluarganya.
Ketiga, mampu melihat peluang. Khadijah
mampu membaca peluang agar harta beliau bisa dimanfaatkan secara produktif dan
beliau mampu membaca potensi pasar di sekitar.
Referensi :
https://www.republika.co.id/berita/p3rtr2313/kunci-sukses-khadijah-sebagai-pengusaha
https://forshareakpro.wordpress.com/2020/06/20/teladan-berbisnis-dari-khadijah-r-a/
https://rumahkitab.com/khadijah-ra-teladan-perempuan-pengusaha/