Terapkan Teknik Budidaya Tanaman Sayuran Daun Secara Akuaponik, FAPERTA UNIDA Selenggarakan Pelatihan dan FGD
Program Studi Agroteknologi dan Akuakultur Fakultas Pertanian (FAPERTA)
Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Pelatihan dan Focus Group Discussion (FGD) Penerapan
Teknologi Akuaponik di Gabungan
Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Sejahtera Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor
dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan yang diselenggarakan di Cikereteg, pada Jumat dan Selasa, 9 dan 13 Desember 2022.
Kegiatan tersebut diisi oleh Delly Agung Rifansyah, S.Tr.Pi, (Balai
Penyuluhan Pertanian) dan tim dosen dari Prodi Agroteknologi dan Akuakultur
FAPERTA UNIDA yang diantaranya yaitu Ir. Fia Sri Mumpuni, MP (Dosen Prodi
Akuakultur) Dudi Lesmana,S.Pi.,M.Si ( Dosen Prodi Akuakultur), Ir. Mulyana, M.
Si (Dosen Prodi Akuakultur), Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si ( Dosen Prodi
Akuakultur), Dr. Arifah Rahayu, Ir., M.Si (Dosen Prodi Agroteknologi). Dr.
Setyono, Ir., M.Si. ( Dosen Prodi Agroteknologi), Nani Yulianti SP., M.Si.
(Dosen Prodi Agroteknologi), Delly Agung Rifansyah, S.Tr.Pi, (Balai Penyuluhan
Pertanian), Oktavianus Lumban Tobing, Ir.,M.Si (Dosen Prodi Agroteknologi),
Yuliawati,SP.M.Si (Dosen Prodi Agroteknologi), Dr. Eko Rini Farastuti,
S.Pi.M.Si (Dosen Prodi Agroteknologi), Muhammad Zainal Fanani (Dosen Prodi
Agroteknologi) serta Nur Rochman,Ir.M.P. (Dosen Prodi Agroteknologi). Kegiatan
ini merupakan bagian dari Program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi
dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Kinerja IKU Bagi
Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2022.
Akuaponik adalah sistem budidaya yang mengintegrasikan antara akuakultur
dan hidroponik, dengan prinsip memanfaatkan limbah budidaya ikan menjadi
nutrien bagi tanaman. Pakan ikan (sekitar 75%) terbuang dan mencemari media
budidaya, sehingga pemanfaatan limbah organik dalam akuaponik dapat mengurangi
dampak negatif limbah terhadap ikan. Keunggulan sistem akuaponik antara lain
ramah lingkungan, biaya ekonomis, nilai estetika tinggi, dan dapat meningkatkan
efisiensi penggunaan lahan, sehingga cocok dikembangkan untuk model pertanian
kota. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan
teknik budidaya tanaman sayuran daun secara akuaponik, untuk mengoptimalkan
sarana yang tersedia di Gapoktan Bina Sejahtera (kolam ikan).
Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam sambutannya
menyatakan bahwa dalam kegiatan ini diharapkan dosen dan mahasiswa harus bisa
mengaplikasikan penerapan program teknologi akuaponik sehingga dapat membimbing
dan membantu masyarakat mengenai akuaponik dan diharapkan juga kerja sama
antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat ini terjalin dengan baik sehingga
menghasilkan manfaat seperti yang diharapkan.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan
teknik budidaya tanaman sayuran daun secara akuaponik, untuk mengoptimalkan
sarana yang tersedia di Gapoktan Bina Sejahtera,” tutur Dr. Yudi Wahyudin,
S.Pi., M.Si.
Ketua Pelaksana, Nani Yulianti, S.P., M.Si dalam sambutannya menyatakan
bahwa diharapkan setelah kegiatan pelatihan dan FGD, penerapan teknologi
akuaponik dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian petani. Kedepannya Gapoktan
Bina Sejahtera bisa secara mandiri mengembangkan sistem akuaponik sehingga
mampu meningkatkan dan mengembangkan pertaniannya secara mandiri.
Perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Nani dalam sambutannya
menyampaikan terima kasih kepada para dosen dan mahasiswa FAPERTA UNIDA serta
para peserta yang sudah ikut andil dalam acara ini. Diharapkan setelah program
pelatihan ini, adanya keberlanjutan dari para peserta mengenai upaya dalam
meningkatkan usaha, terkhusus di bidang Akuaponik ini.
Selanjutnya Ketua Gapoktan, Harun dalam sambutannya menyampaikan ucapan
terimkasih kepada FAPERTA UNIDA yang sudah mempercayai Gapoktan Bina Sejahtera
sebagai mitra pengabdian. Kami sangat sangat bangga dan akan berupaya agar
pengembangan akuaponik di gapoktan bina sejahtera dapat memberi manfaat dan
meningkatkan kesejahteraan petani.
Pada kesempatan yang sama, Narasumber dari BPP, Delly Agung Rifansyah,
S.Tr.Pi dalam paparan materi mengenai prospek pengembangan akuaponik yaitu suatu
penerapan 2 Teknologi bidang pertanian dan perikanan, Ikan sebagai penyuplai
nutrisi bagi tanaman, dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Metode ini
sedang dikembangkan karena dengan mengembangkannya maka akan memberi dampak
positif bagi perkembangan pertanian di masyarakat.
Dosen FAPERTA UNIDA, Ir. Nur Rochman, MP dalam pemaparan materinya
mengenai merubah petani menjadi petani milenial menyatakan bahwa modal utama
dalam berusaha harus yakin, keyakinan yang terkandung dalam Qs. Al-Ashar, harus
berpikir masa depan, belajar bekerja keras dari muda, dan bukan mementingan
kepentingan sendiri, harus memikirkan kepentingan konsumen karena kepentingan
konsumen itu penting dalam membangun dan mengembangkan usaha termasuk dalam
bidang akuaponik.
Lalu Dosen Agroteknologi FAPERTA UNIDA, Nani Yulianti SP., M.Si dalam
paparannya menjelaskan mengenai macam-macam sistem akuaponik dan langsun melakukan
praktik budidaya sayuran dengan sistem akuponik langsung di instalasi yang
diberikan ke mitra dalam kegiatan pengabdian ini.
Dosen Agroteknologi FAPERTA UNIDA, Dr. Arifah Rahayu, Ir., M.Si
menjelaskan materi tentang tanaman hidroponik, tanaman hidroponik adalah
tanaman yang media tanamnya bukan berupa tanah. Teknik menanam yang satu ini
biasanya menggunakan media tanam air.
“Tanaman hidroponik juga tidak membutuhkan banyak air, tidak perlu
melakukan penyiraman seperti tanaman yang ditanam pada media tanah sehingga
jika dikembangkan dan diimplementasikan oleh para petani maka akan lebih
memudahkan dan menambah keuntungan para petani,” ungkap Dr. Arifah Rahayu, Ir.,
M.Si.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan meteri dan praktik dari para semua
narasumber mengenai akuaponik.