[email protected] 0251-8240773
Berita

Terapkan Teknik Budidaya Tanaman Sayuran Daun Secara Akuaponik, FAPERTA UNIDA Selenggarakan Pelatihan dan FGD

Program Studi Agroteknologi dan Akuakultur Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Pelatihan dan Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Teknologi Akuaponik di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Sejahtera Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan yang diselenggarakan di Cikereteg, pada Jumat dan Selasa, 9 dan 13 Desember 2022.

Kegiatan tersebut diisi oleh Delly Agung Rifansyah, S.Tr.Pi, (Balai Penyuluhan Pertanian) dan tim dosen dari Prodi Agroteknologi dan Akuakultur FAPERTA UNIDA yang diantaranya yaitu Ir. Fia Sri Mumpuni, MP (Dosen Prodi Akuakultur) Dudi Lesmana,S.Pi.,M.Si ( Dosen Prodi Akuakultur), Ir. Mulyana, M. Si (Dosen Prodi Akuakultur), Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si ( Dosen Prodi Akuakultur), Dr. Arifah Rahayu, Ir., M.Si (Dosen Prodi Agroteknologi). Dr. Setyono, Ir., M.Si. ( Dosen Prodi Agroteknologi), Nani Yulianti SP., M.Si. (Dosen Prodi Agroteknologi), Delly Agung Rifansyah, S.Tr.Pi, (Balai Penyuluhan Pertanian), Oktavianus Lumban Tobing, Ir.,M.Si (Dosen Prodi Agroteknologi), Yuliawati,SP.M.Si (Dosen Prodi Agroteknologi), Dr. Eko Rini Farastuti, S.Pi.M.Si (Dosen Prodi Agroteknologi), Muhammad Zainal Fanani (Dosen Prodi Agroteknologi) serta Nur Rochman,Ir.M.P. (Dosen Prodi Agroteknologi). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Kinerja IKU Bagi Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2022.

Akuaponik adalah sistem budidaya yang mengintegrasikan antara akuakultur dan hidroponik, dengan prinsip memanfaatkan limbah budidaya ikan menjadi nutrien bagi tanaman. Pakan ikan (sekitar 75%) terbuang dan mencemari media budidaya, sehingga pemanfaatan limbah organik dalam akuaponik dapat mengurangi dampak negatif limbah terhadap ikan. Keunggulan sistem akuaponik antara lain ramah lingkungan, biaya ekonomis, nilai estetika tinggi, dan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, sehingga cocok dikembangkan untuk model pertanian kota. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknik budidaya tanaman sayuran daun secara akuaponik, untuk mengoptimalkan sarana yang tersedia di Gapoktan Bina Sejahtera (kolam ikan).

Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam sambutannya menyatakan bahwa dalam kegiatan ini diharapkan dosen dan mahasiswa harus bisa mengaplikasikan penerapan program teknologi akuaponik sehingga dapat membimbing dan membantu masyarakat mengenai akuaponik dan diharapkan juga kerja sama antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat ini terjalin dengan baik sehingga menghasilkan manfaat seperti yang diharapkan.

“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknik budidaya tanaman sayuran daun secara akuaponik, untuk mengoptimalkan sarana yang tersedia di Gapoktan Bina Sejahtera,” tutur Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si.

Ketua Pelaksana, Nani Yulianti, S.P., M.Si dalam sambutannya menyatakan bahwa diharapkan setelah kegiatan pelatihan dan FGD, penerapan teknologi akuaponik dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian petani. Kedepannya Gapoktan Bina Sejahtera bisa secara mandiri mengembangkan sistem akuaponik sehingga mampu meningkatkan dan mengembangkan pertaniannya secara mandiri.

Perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Nani dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para dosen dan mahasiswa FAPERTA UNIDA serta para peserta yang sudah ikut andil dalam acara ini. Diharapkan setelah program pelatihan ini, adanya keberlanjutan dari para peserta mengenai upaya dalam meningkatkan usaha, terkhusus di bidang Akuaponik ini.

Selanjutnya Ketua Gapoktan, Harun dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimkasih kepada FAPERTA UNIDA yang sudah mempercayai Gapoktan Bina Sejahtera sebagai mitra pengabdian. Kami sangat sangat bangga dan akan berupaya agar pengembangan akuaponik di gapoktan bina sejahtera dapat memberi manfaat dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Pada kesempatan yang sama, Narasumber dari BPP, Delly Agung Rifansyah, S.Tr.Pi dalam paparan materi mengenai prospek pengembangan akuaponik yaitu suatu penerapan 2 Teknologi bidang pertanian dan perikanan, Ikan sebagai penyuplai nutrisi bagi tanaman, dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Metode ini sedang dikembangkan karena dengan mengembangkannya maka akan memberi dampak positif bagi perkembangan pertanian di masyarakat.

Dosen FAPERTA UNIDA, Ir. Nur Rochman, MP dalam pemaparan materinya mengenai merubah petani menjadi petani milenial menyatakan bahwa modal utama dalam berusaha harus yakin, keyakinan yang terkandung dalam Qs. Al-Ashar, harus berpikir masa depan, belajar bekerja keras dari muda, dan bukan mementingan kepentingan sendiri, harus memikirkan kepentingan konsumen karena kepentingan konsumen itu penting dalam membangun dan mengembangkan usaha termasuk dalam bidang akuaponik.

Lalu Dosen Agroteknologi FAPERTA UNIDA, Nani Yulianti SP., M.Si dalam paparannya menjelaskan mengenai macam-macam sistem akuaponik dan langsun melakukan praktik budidaya sayuran dengan sistem akuponik langsung di instalasi yang diberikan ke mitra dalam kegiatan pengabdian ini.

Dosen Agroteknologi FAPERTA UNIDA, Dr. Arifah Rahayu, Ir., M.Si menjelaskan materi tentang tanaman hidroponik, tanaman hidroponik adalah tanaman yang media tanamnya bukan berupa tanah. Teknik menanam yang satu ini biasanya menggunakan media tanam air.

“Tanaman hidroponik juga tidak membutuhkan banyak air, tidak perlu melakukan penyiraman seperti tanaman yang ditanam pada media tanah sehingga jika dikembangkan dan diimplementasikan oleh para petani maka akan lebih memudahkan dan menambah keuntungan para petani,” ungkap Dr. Arifah Rahayu, Ir., M.Si.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan meteri dan praktik dari para semua narasumber mengenai akuaponik.