The 9th DICAS & DICSS 2025 UNIDA, Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto Paparkan Inovasi Konversi Limbah Biomassa untuk Pembangunan Berkelanjutan
Komitmen terhadap inovasi dan keberlanjutan lingkungan menjadi isu strategis utama dalam rangkaian the 9th Djuanda International Conference on Applied Science (DICAS) dan the 9th Djuanda International Conference on Social Science (DICSS) yang diselenggarakan Universitas Djuanda (UNIDA) dalam rangka memperingati Hari Nusantara atau Deklarasi Djuanda. Pada forum ilmiah internasional yang diselenggarakan secara hybrid, Senin (22/12/2025) tersebut, turut hadir secara virtual sebagai narasumber Pakar Particle Technology dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto.
Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto menyampaikan pemaparan ilmiah bertajuk “Harnessing Biomass Waste: Particle Technology in Sustainable Product Development”. Ia mengangkat urgensi pemanfaatan limbah biomassa sebagai solusi strategis dalam menghadapi tantangan lingkungan global dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto menjelaskan bahwa konversi biomassa memiliki peran penting dalam menekan dampak lingkungan, khususnya melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dan volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Biomassa dinilai selaras dengan prinsip ekonomi sirkular karena mendorong pemanfaatan kembali sumber daya organik secara efisien dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto memaparkan berbagai jalur konversi biomassa, di antaranya menjadi bioetanol melalui tahapan pretreatment, hidrolisis, dan fermentasi; biogas melalui proses pencernaan anaerob; serta biochar melalui proses pirolisis pada suhu tinggi. Produk-produk tersebut memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan dan material ramah lingkungan.
Dalam bidang pengembangan produk, biomassa juga dapat diolah menjadi biokimia, material berkelanjutan, hingga produk nutrisi. Pemanfaatan teknologi partikel, khususnya pengendalian ukuran partikel, disebut berperan penting dalam meningkatkan efisiensi proses, mempercepat reaksi, serta memperluas aplikasi biomassa pada sektor industri dan lingkungan.
Sejumlah hasil riset yang dipaparkan meliputi pemanfaatan biomassa untuk produk bernilai tambah seperti briket, beton, bioplastik, serta material berbasis silika dan karbon, termasuk pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku alternatif. Inovasi-inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah biomassa dapat diubah menjadi produk fungsional yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sebagai informasi, The 9th DICAS & The 9th DICSS yang diselenggarakan oleh Universitas Djuanda (UNIDA) mengusung tema “Converging Knowledge for a Sustainable Future: Leading Transformative Change through Interdisciplinary Innovation”. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi akademisi, peneliti, praktisi, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk berbagi gagasan, hasil riset, dan inovasi lintas disiplin, sekaligus memperkuat semangat Deklarasi Djuanda dalam menjawab tantangan global pembangunan berkelanjutan.
Sejumlah akademisi dan peneliti internasional turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Prof. Dr. Naim Demirel (Recep Tayyip Erdoğan University, Turki), Prof. Dr. Ravinder Rena (School of Business, Woxsen University, Hyderabad, India), Prof. Dr. Dimitrios Maditinos (Democritus University of Thrace, Yunani), Prof. Dr. Necmettin Marasli (Istanbul Gelisim University, Turki), Prof. Dr. Nuarual Hilal Md (Universiti Utara Malaysia), Assoc. Prof. Dr. Abdulkareem Sh. Mahdi Al-Obaidi (Irak/Taylor’s University, Malaysia), serta Assoc. Prof. Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si. (Universitas Djuanda, Indonesia).