Tim Mahasiswa Berdampak Lanjutkan Edukasi Digital, Ajak Siswa Kelas V SDN 15 Batu Nanggai Stop Cyberbullying Sejak Dini
Agam, Sumatera Barat – Komitmen dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat terus ditunjukkan oleh Tim Mahasiswa Berdampak Universitas Djuanda melalui kegiatan edukasi bertema “Bijak Bermedia Digital: Stop Cyberbullying Sejak Dini” di SDN 15 Batu Nanggai, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada Rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Mahasiswa Berdampak Universitas Djuanda dalam mendukung proses pemulihan pascabencana di wilayah tersebut. Selain berkontribusi pada pemulihan infrastruktur dan dukungan sosial, mahasiswa juga berupaya memperkuat aspek edukasi literasi digital bagi generasi muda sebagai bentuk perlindungan mental bagi siswa-siswi SDN 15 Batu Nanggai.
Program edukasi digital ini disampaikan langsung oleh Muhamad Fauzi dan Agung Darmawan sebagai perwakilan Tim Mahasiswa Berdampak. Kegiatan menyasar siswa kelas V Sekolah Dasar yang dinilai sudah aktif menggunakan gawai serta mulai mengenal media sosial maupun grup percakapan digital.
Suasana kelas berlangsung hangat dan interaktif. Kegiatan diawali dengan pemutaran video edukasi mengenai cyberbullying, dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab, hingga pembuktian ilmiah secara praktis dan edukatif agar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Materi dikemas dengan bahasa sederhana serta contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Para peserta tampak antusias saat berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan media digital.
Muhamad Fauzi selaku pemateri menyampaikan bahwa edukasi literasi digital penting diberikan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak memiliki kesadaran lebih awal dalam menggunakan media sosial secara bijak.
“Hari ini hampir semua anak sudah memegang handphone. Karena itu, kita tidak bisa hanya melarang, tetapi harus membimbing. Anak-anak perlu tahu bahwa setiap komentar dan pesan yang mereka kirim bisa berdampak besar bagi perasaan temannya,” ujar Fauzi.
Sementara itu, Agung Darmawan menambahkan bahwa "ruang digital kerap membuat seseorang merasa aman untuk berkata apa saja tanpa memikirkan dampaknya, Padahal, kata-kata yang ditulis di layar bisa meninggalkan bekas yang sama dalamnya dengan kata-kata yang diucapkan secara langsung. Edukasi tentang empati, etika berkomunikasi, dan jejak digital harus menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari,” ungkap Agung.
Kegiatan ditutup dengan ajakan bersama untuk menjadi generasi yang lebih bijak dalam bermedia digital serta berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, baik secara langsung maupun di dunia maya.
Melalui kegiatan ini, Tim Mahasiswa Berdampak berharap edukasi literasi digital dapat terus ditanamkan sejak dini sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dan berempati dalam berinteraksi di ruang digital.