Tim PDB UNIDA Latih dan Dampingi Santri Ponpes Alam Pangrango Olah Limbah Organik Jadi Produk Bernilai Tambah
Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Djuanda (UNIDA) terus menghadirkan inovasi dalam pengabdian masyarakat. Kali ini, tim PDB UNIDA melaksanakan program pemberdayaan di Pondok Pesantren Alam Pangrango, Desa Bojong Murni, dengan fokus pada pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk bernilai tambah, khususnya untuk budidaya ikan Nila dengan sistem bioflok dan aquaponik.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Ir. Helmi Haris, M.S selaku ketua pelaksana, didampingi para anggota tim yakni Delfitriani, S.T.P., M.Si, Apt. Antonius Padua Ratu, M. Farm, Indra Cahya Kusuma, S.E., M.Si, dan Dr. Muhammad Zainal Fanani, S.P., M.P. Program ini juga melibatkan mahasiswa, diantaranya Salma Rukhiatul Khafiza, Muhammad Rizma Fahrezi, Wandi Yudistriono, Hibatul Haqqi Firdausy, Depanito Anugrah Ismail, Sahnur Mulya, Hadi, dan Farid Ibnu Hamdani.
Santri Ponpes Alam Pangrango mendapatkan pelatihan langsung dalam pembuatan kolam ikan sistem bioflok. Teknologi ini terbukti ekonomis dan ramah lingkungan, karena mampu menjaga kualitas air, menekan biaya pakan, serta menghasilkan ikan berkualitas tinggi. Kolam bioflok diisi dengan ikan Nila yang menjadi komoditas unggulan.
Selain itu, tim juga memperkenalkan pertanian sistem aquaponik. Sistem ini mengombinasikan budidaya ikan dan tanaman dengan memanfaatkan air buangan kolam. Dengan 54 lubang tanam, santri mulai mengembangkan tanaman stroberi sebagai produk pertanian bernilai ekonomi.
Dalam mengatasi masalah sampah organik, tim PDB UNIDA mengajarkan pembuatan lubang biopori. Sampah rumah tangga, seperti sisa sayur dan dedaunan, dimasukkan ke dalam lubang sehingga terurai menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah. Sistem biopori juga membantu mencegah banjir, menjaga kualitas air tanah, serta mengurangi genangan air di sekitar pesantren.
Tak hanya itu, limbah organik rumah tangga juga dimanfaatkan menjadi pelet ikan menggunakan mesin pelet model KL150 berkapasitas 50 kg/jam. Inovasi ini memungkinkan penghematan biaya pakan sekaligus mendukung keberlanjutan budidaya ikan.
Ketua pelaksana, Dr. Ir. Helmi Haris, M.S, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UNIDA dalam mewujudkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Dr. Ir. Helmi Haris, M.S menambahkan, program yang telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan teknis sekaligus membangun jiwa kewirausahaan santri.
“Dengan bekal pelatihan bioflok, aquaponik, biopori, hingga pembuatan pelet ikan, para santri memiliki peluang besar untuk menjadi pengusaha baru yang produktif dan mandiri,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Dr. Ir. Helmi Haris, M.S turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas dukungan pendanaan kegiatan melalui perjanjian kontrak Nomor 125/C3/DT.05.00/PL/2025 tertanggal 28 Mei 2025.