[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

Tim PkM UNIDA Kenalkan Integrated Farming System kepada Siswa Madrasah Al Husna melalui Edu Ekowisata di Tapos Farm

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan kegiatan Edu Ekowisata Berbasis Integrated Farming System di Tapos Farm, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Program ini dipimpin oleh H. Ahmad Syarbaini, S.TP., M.Si selaku ketua pelaksana, dengan anggota tim Dr. Ir. Helmi Haris, M.S dan Dr. Ir. Ridwan Rachmat, M.Agr, serta dibantu oleh Tim Mahasiswa diantaranya Muhammad Falih Fauzan, Ani Nuraini, Marcell Muhammad, Abrar Ghani Azis dan Muhammad Abdiki Wicaksono.

Kegiatan yang berlangsung sejak Mei hingga Desember 2025 ini menghadirkan siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Al Husna untuk belajar langsung mengenai peternakan, perikanan, pertanian, hingga pengolahan hasil pertanian. Konsep Edu Ekowisata sendiri mengintegrasikan pendidikan, konservasi, dan pariwisata sehingga peserta tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman praktis dalam menjaga ekosistem serta memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan.

Di sektor peternakan, siswa diperkenalkan pada budidaya domba, mulai dari mengenal jenis ternak, memberi pakan, hingga mengelola kandang. Saat ini Tapos Farm memiliki satu pejantan dan enam betina. Selain itu, siswa juga belajar mengenai lebah Trigona, lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu berkualitas tinggi. Dengan sekitar 60 stup yang dikelola, siswa mendapat pengalaman mempelajari peran lebah dalam ekosistem sekaligus praktik produksi madu.

Pada sektor perikanan, peserta belajar membudidayakan ikan nila dan lele, mulai dari penebaran bibit, pemberian pakan, hingga panen. Tapos Farm sendiri memiliki 4.000 bibit nila dan 15.000 bibit lele, sebagian dibudidayakan dengan teknologi bioflok yang ramah lingkungan.

Di bidang pertanian, lahan seluas 8.000 m² ditanami sayuran, bunga, tanaman atsiri, hingga buah-buahan. Para siswa dikenalkan pada tanaman caisim, cabai, daun bawang, alpukat, pisang, durian, hingga sereh wangi dan nilam. Mereka juga ikut praktik menanam, menyiram, hingga memanen hasil pertanian. Produk olahan yang dihasilkan antara lain minyak atsiri (sereh wangi, pala, cengkeh, nilam) serta sirup pala.

Selain edukasi, program PkM ini juga memperbaiki sarana penunjang, seperti pembangunan jalan setapak sepanjang 50 meter dan pemasangan 20 titik lampu penerangan. Dalam aspek inovasi, tim PkM UNIDA memperkenalkan teknologi pakan fermentasi untuk domba, alat pemeras madu berbahan stainless steel untuk madu Trigona, serta mesin pembuat pelet yang memanfaatkan limbah sayur, buah, dan ampas tahu sebagai pakan alternatif ikan.

Ketua Pelaksana, H. Ahmad Syarbaini, S.TP., M.Si mengemukakan bahwa produk-produk dari Tapos Farm telah dipasarkan, diantaranya sayuran caisim (2 kuintal), lele konsumsi (125 kg), serta minyak atsiri yang dipasarkan ke PT Global Indonesia.

Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sekitar melalui gotong royong bersama Karang Taruna PEDULI serta perekrutan tenaga kerja lokal. Hal ini menjadi bentuk nyata pendekatan sosial sekaligus upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran langsung bagi siswa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

H. Ahmad Syarbaini, S.TP., M.Si turut menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi nyata UNIDA melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berdampak, dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemdiktisaintek, sesuai kontrak nomor 125/C3/DT.05.00/PL/2025 tanggal 28 Mei 2025.