[email protected] 0251-8240773
Berita

Tindaklanjuti Pembahasan Pengelolaan Sampah, UNIDA Gerak Cepat Adakan Pertemuan Bahas Pembuatan Bank Sampah

Sebagai tindaklanjut dari kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah di lingkungan Universitas Djuanda (UNIDA) dan Perguruan Amaliah yang dilaksanakan pada Senin (06/03/2023), UNIDA melalui Biro Sumber Dana bersama Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) langsung bergerak cepat melakukan pertemuan dengan Agus Supriyatna selaku konsultan pengelolaan sampah pada Kamis (09/03/2023).

Dalam agenda pertemuan ini dibahas mengenai langkah awal bagaimana pengelolaan sampah, pengusulan dalam registrasi ke Bank Sampah Induk Berbasis Aparatur (BASIBA) dan pembuatan Unit Bank  Sampah.

Agus Supriyatna menjelaskan, di Kota Bogor terdapat 60 Bank Sampah yang menjual ke BASIBA. Dalam hal ini UNIDA dapat melakukan registrasi terlebih dahulu untuk pembuatan bank sampah. Sampah yang dipilah pada BASIBA bukan hanya organik dan anorganik, tetapi ada kategori lain seperti sampah kaca ataupun lainnya.

“Dari sumber masalah dilakukan pemilahan sampah oleh BASIBA pada TPS 3R, lalu residu ke TPA. Sampah ke TPA itu adalah sampah yang tidak bisa diolah dan tidak punya nilai jual ekonomi. Seperti styrofoam, pampers, dan sebagainya,” tutur Agus Supriyatna.

Agus Supriyatna menyarankan bahwa UNIDA dapat memilih sampah untuk dijadikan sebagai pupuk kompos yang dapat difungsikan untuk pertanian di Citeko Farm.

“Harus diniatkan terlebih dahulu bahwa pengelolaan sampah ini untuk investasi kesehatan dan kenyamanan lingkungan di YPSPIAI,” ujarnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Agus Supriyatna ingin melakukan survei observasi terlebih dahulu di UNIDA, lalu memberikan solusi dan rekomendasi dalam bentuk proposal yang nantinya akan di presentasikan. Hal yang menjadi catatan pertama ialah mengoptimalkan tempat sampah yang sudah ada, serta mengajak perubahan perilaku khususnya dalam pemilahan pembuangan sampah organik dan non organik.