Tindaklanjuti Pembahasan Pengelolaan Sampah, UNIDA Gerak Cepat Adakan Pertemuan Bahas Pembuatan Bank Sampah
Sebagai tindaklanjut dari kegiatan sosialisasi
pengelolaan sampah di lingkungan Universitas Djuanda (UNIDA) dan Perguruan
Amaliah yang dilaksanakan pada Senin (06/03/2023), UNIDA melalui Biro Sumber
Dana bersama Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) langsung bergerak cepat melakukan pertemuan dengan Agus Supriyatna selaku konsultan
pengelolaan sampah pada Kamis (09/03/2023).
Dalam agenda pertemuan ini dibahas mengenai langkah
awal bagaimana pengelolaan sampah, pengusulan
dalam registrasi
ke Bank Sampah Induk Berbasis Aparatur (BASIBA) dan pembuatan Unit Bank
Sampah.
Agus Supriyatna menjelaskan, di Kota Bogor terdapat 60
Bank Sampah yang menjual ke BASIBA. Dalam hal ini UNIDA dapat melakukan
registrasi terlebih dahulu untuk pembuatan bank sampah. Sampah yang dipilah
pada BASIBA bukan hanya organik dan anorganik, tetapi ada kategori lain seperti
sampah kaca ataupun lainnya.
“Dari sumber masalah dilakukan pemilahan sampah oleh BASIBA
pada TPS 3R, lalu residu ke TPA. Sampah ke TPA itu adalah sampah yang tidak
bisa diolah dan tidak punya nilai jual ekonomi. Seperti styrofoam, pampers, dan sebagainya,” tutur Agus Supriyatna.
Agus Supriyatna menyarankan bahwa UNIDA dapat memilih
sampah untuk dijadikan sebagai pupuk kompos yang dapat difungsikan untuk
pertanian di Citeko Farm.
“Harus diniatkan terlebih dahulu bahwa pengelolaan
sampah ini untuk investasi kesehatan dan kenyamanan lingkungan di YPSPIAI,”
ujarnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Agus Supriyatna ingin melakukan survei observasi terlebih dahulu di UNIDA, lalu memberikan solusi dan rekomendasi dalam bentuk proposal yang nantinya akan di presentasikan. Hal yang menjadi catatan pertama ialah mengoptimalkan tempat sampah yang sudah ada, serta mengajak perubahan perilaku khususnya dalam pemilahan pembuangan sampah organik dan non organik.
