Tingkatkan Citra dan Jejaring, Wakil Rektor II UNIDA Ikuti Sarasehan dan Bakti Sosial Perhumani
Universitas Djuanda (UNIDA) yang diwakili
oleh Wakil Rektor II UNIDA, Dr. Hj. Endeh Suhartini, S.H., M.H ikut serta dalam
program Perhimpunan Humas Perguruan Tinggi Indonesia (Perhumani) yaitu
Sarasehan Nasional, MoU dan Bakti Sosial yang diselenggarakan secara hybrid
yaitu daring dan luring dengan luring di Gedung Diklat LLDIKTI Wilayah IV dan
daring menggunakan Zoom Meetings Cloud pada Jumat, 11 Agustus 2023.
Wakil Rektor II UNIDA, Dr. Hj. Endeh
Suhartini, SH., M.H dalam sesi wawancara menyatakan bahwasanya ikut dalam
kegiatan ini tentu akan sangat bermanfaat terutama untuk kehumasan di UNIDA dan
juga baik untuk peningkatan citra universitas. Selain itu untuk tindak
lanjutnya nanti UNIDA akan melakukan penandatanganan MoU dengan Perhumani.
Selanjutnya Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah
IV, Dr. M. Samsuri, S.Pd., MT dalam sambutannya menyatakan bahwasanya peran
para humas harus pandai bagaimana memanfaatkan dan membangun inovasi untuk
menyampaikan pesan melalui teknologi informasi. Bagaimana kita memanfaatkan
teknologi untuk memberikan informasi yang bermanfaat. Diharapkan untuk tidak
jadi tempat menyebar hoax akan tetapi jadi tempat menyebarkan informasi yang
valid.
“Diharapkan segala kegiatan kehumasan
memanfaakan teknologi dengan baik. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan
memberikan banyak manfaat untuk kita semua,” ujarnya.
Dr. Ahmad Zakiyuddin, S.IP., M.I.Kom selaku
Ketua Umum Perhumani dalam sambutannya menyatakan bahwasanya organisasi yang
lahir pada tahun 2021 yang pada saat awal berdiri ada ruang kosong yang belum
terkolektif yaitu koordinasi antar humas perguruan tinggi. Diharapkan Perhumani
dapat menjadi fasilitator dan membuat jejaring diantara peguruan tinggi menjadi
lebih luas lagi. Dengan kerja sama dalam program ini akan ada banyak manfaat
seperti fasilitas pembuatan Siakad secara gratis atau mobile aplikasi
gratis dan ini merupakan fasilitas yang luar biasa.
“Perhumani juga sedang mempersiapkan
program dalam mengisi ruang kosong dalam publikasi, dan kita ketahui bersama
bahwa menggandeng media mainstream harganya mahal-mahal, fasilitasi yang
dimaksud merupakan fasilitas untuk mempublikasikan seluruh aktivitas kampus di
media tentunya dengan mudah dan murah,” tuturnya.
Supriatna Agus, M.Si selaku Kepala Bagian
Umum LLDIKTI Wilayah IV dalam sambutannya menyatakan semoga kegiatan ini
berjalan dengan lancar dan banyak memberikan kontribusi. Dan Perhumani ini
diharapkan dapat meningkatkan fungsi humas di perguruan tinggi. Dengan cara
Meningkatkan publikasi dan meningkatkan kampus lebih maju serta meningkatkan
citra universitas masing-masing perguruan tinggi. Mari tingkatkan dan
kembangkan pemberdayaan kampus melalui humas.
Direktur Jenderal Dikti, Pror. Dr. Nizam,
M.Si selaku keynote speaker menyampaikan bahwasanya peningkatan kehumasan ini
menjadi peranan penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Penguatan
peran humas di perguruan tinggi sungguh sangat pesat maka insan humas dikti
harus selalu aktif dalam perkembangan teknologi dan harus dapat mengemas
publikasi yang bagus. Harus dapat Mengandalkan gambar dan headline yang menarik
karena orang-orang akan tertarik dengan gambar atau headline berita yang
bagus. Sementara itu dengan kemajuan teknologi maka peran humas harus bisa
mengatasi berbagai macam disinformasi melalui media sosial terutama melalui
pemberitaan yang dekat dengan generasi milenial.
“Dalam pemberitaan perguruan tinggi sering
melihat jika dasar-dasar jurnalistik sering tidak dihiraukan. Karenanya humas membutuhkan
skill dalam membaca kebutuhan para pembaca bukan kebutuhan para pembuat berita,
maka melalui sarasehan ini diharapkan humas dapat selalu memanfaatkan teknologi
untuk menyampaikan pesan-pesan baik dari perguruan tinggi sehingga kepercayaan
masyarakat ke perguruan tinggi akan semakin kuat dan ini semakin penting dalam
mendorong kemajuan perguruan tinggi. Selamat bersarasehan semoga sukses dan
bermanfaat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ade Kadarisman, S.Sos.,
M.T., M.Sc selaku Ketua Forum Jejaring Komunikasi Inovasi Indonesia dalam
paparannya menyatakan bahwasanya Perhumani memberi ruang baru, ada area
kehumasan yang belum tersentuh dan itu dapat disentuh oleh Perhumani dan
kehadirannya memberikan warna baru sebagai fungsi humas perguruan tinggi.
Dengan Perhumani ini tentu memberikan penguatan tridarma sehingga memberikan
angin segar terutama perguruan tinggi swasta untuk terus berkembang. Saat ini
digital tidak bisa diacuhkan, karena saat ini kita berhadapan dengan satu area
yang mengharuskan ada teknologi di dalamnya bahkan setiap orang memiliki handphone
dan setiap hari menggunakan handphone. Kondisi saat ini dikarenakan
dampak dari Revolusi Industri 4.0 di Indonesia sendiri akan ada 23 Juta
pekerjaan yang akan digantikan dengan automation hingga 2030 akan tetapi
27-46 juta pekerjaan baru dapat lahir dan 10 juta diantaranya belum pernah ada.
Dengan begitu selalu dituntut untuk selalu menyiapkan skill dan kompetensi
baru. Dalam industri 4.0 ini, Indonesia tangguh dalam kualitas start up
dan pasar digital RI terbesar di Asia Tenggara namun Indonesia memiliki masalah
besar yaitu Indonesia termasuk ke dalam kategori negara dengan inovasi yang
lemah, saat ini Indonesia menempati peringkat ketujuh di Asia Tenggara dan
peringkat 85 dari 113 negara dalam Global Innovation Index 2020 dan itu
belum pernah berubah sejak 2018.
“Maka dari itu peran riset dan inovasi
begitu penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi termasuk bagaimana mengkomunikasikan,
mengembangkan dan membumikan berbagai potensi inovasi masyarakat tersebut yang
ujungnya merupakan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Kedepannya, banyak
sekali inovasi di masyarakat yang perlu digali, dikembangkan dan digaungkan,
sehingga menjadi pemantik untuk memunculkan inovasi-inovasi lainnya yang
bermanfaat bagi masyarakat dan tentunya dapat meningkatkan perekonomian
masyarakat. Melalui tridarma perguruan tinggi, kampus sejatinya dapat menjadi hub
atau connector kebangkitan inovasi yang tumbuh dan berkembang di
masyarakat,” ungkapnya
Pada kesempatan yang sama, Yosef selaku
Diretur PT Sinergi Mitra Universal dalam pemaparan materi mengenai Digitalisasi
Ecosystem Kampus menyatakan bahwasanya perkembangan teknologi informasi
luar biasa pesat. Dunia menjadi serba digital. Pada saat ini ada pada Industri
4.0 termasuk di dunia pendidikan, agar mampu memenuhi kebutuhan pasar tenaga
kerja dan mampu bersaing secara global, mau tidak mau harus mengikuti dan
mengadopsi teknologi. Ada pun yang ada di PT Sinergi Mitra Universal yaitu Campus
Smarts Apps yang merupakan solusi management pengelolaan digitalisasi pada
ekosistem kampus melalui sistem terintegrasi dan terkontrol. Dan Campus Smarts
Apps ini bukan sekedar aplikasi sistem informasi namun solusi langkah awal
transformasi perguruan tinggi menuju kampus digital 4.0.
“Benefit bagi kampus dalam
penggunaan Campus Smart Apps yaitu tidak ada biaya investasi yang dikeluarkan
oleh kampus, branding kampus modern atau kampus digital 4.0, manajemen
pembayaran kampus dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, akuntabel dan
transparan. Benefit lainnya yaitu meningkatkan efisiensi dan efektivitas
pelayanan kampus, meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa dan orang tua serta
mendapatkan pendapatan lain di luar pendapatan admisi kampus,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan
tanya jawab antara narasumber dan peserta.