Tingkatkan Kesadaran Mengenai Pentingnya Etika Menulis, HIMA-AP FISIP UNIDA Kembali Gelar Sekolah Penulisan
Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMA-AP) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Sekolah Penulisan pada pertemuan kedua, Kamis (15/5/2025), dengan tema “Etika Menulis dan Tindakan Plagiarisme” yang pada kesempatan kali ini menghadirkan Dosen FISIP UNIDA sekaligus Kepala Lab Administrasi Publik FISIP UNIDA, Cecep Wahyudin, S.A.P, M.A.P sebagai pemateri.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa program Studi Administrasi Publik FISIP UNIDA dalam rangka meningkatkan pemahaman mendalam mengenai penulisan artikel ilmiah.
Dalam pemaparannya, Cecep Wahyudin, S.A.P, M.A.P menekankan bahwa plagiarisme merupakan salah satu bentuk pelanggaran etika akademik yang sangat serius. Plagiarisme adalah tindakan mengambil karya atau gagasan orang lain dan mengklaimnya sebagai milik sendiri, baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Dampaknya tidak hanya merusak reputasi individu, tetapi juga mencoreng nama institusi pendidikan.
“Regulasi terkait pencegahan dan penanggulangan plagiarisme telah ditegaskan oleh pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 serta Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2021. Dalam Pasal 10 ayat (3) Permendikbudristek 39/2021, dijelaskan bahwa mengambil sebagian atau seluruh karya orang lain tanpa menyebutkan sumber yang tepat tetap tergolong sebagai plagiarisme, bahkan jika dilakukan dengan parafrase yang tidak sesuai,” ungkapnya.
Cecep Wahyudin, S.A.P, M.A.P juga menambahkan beberapa bentuk plagiarisme yang umum terjadi, di antaranya menyalin teks tanpa mencantumkan sitasi, menggunakan data, tabel, atau gambar tanpa izin dan atribusi, plagiarisme disengaja seperti membeli atau meminjam karya orang lain untuk diakui sebagai milik sendiri serta self-plagiarism yakni menggunakan kembali karya pribadi tanpa pembaruan atau sitasi yang tepat.
“Selain itu, pelanggaran etika dalam publikasi ilmiah juga mencakup tindakan fabrikasi dan falsifikasi data, yang dapat merusak integritas akademik serta kredibilitas hasil penelitian,” tambahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dan narasumber mengenai tema yang diangkat.
Dengan terselenggaranya program Sekolah Penulisan pertemuan kedua ini, HIMA-AP berharap peserta Sekolah Penulisan semakin menyadari pentingnya menjaga integritas dalam berkarya dan menulis secara etis di lingkungan akademik.