Tingkatkan Kreativitas dan Jiwa Agripreneur Santri melalui Penerapan Teknologi Hidroponik, Dosen FAPERTA UNIDA berikan Pelatihan di Ponpes Al-Hirziyyah Sukabumi
Dosen
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Djuanda
(UNIDA) adakan pelatihan Budidaya Dan Pemasaran Sayuran Hidroponik untuk Santri
pada Minggu (14/08/2022) di Pondok Pesantren Al-Hirziyyah Sukabumi. Hadir
sebagai narasumber Dr. Arifah Rahayu, M.Si,
Dr. M. Zainal Fanani, Nani Yulianti, SP., M.Si, Yuliawati, SP., M.Si, dan Syaima Lailatul, SP., M.Si kegiatan ini
diadakan dalam rangka peningkatan kreativitas dan jiwa agripreneur Santri
melalui penerapan teknologi hidroponik.
Pesantren
merupakan tempat menuntut ilmu keagamaan yang banyak melahirkan generasi yang
langsung terjun dimasyarakat. Tuntutan zaman sekarang mengharuskan santri
memiliki keahlian tambahan agar dapat bertahan dalam menyampaikan ilmu-ilmu
keagaamaan yang didapat pada pondok pesantren.
Pondok
pesantren Al-hirjiyyah
disampaikan oleh pimpinan ponpes Ustad Yadi Nurawalludin, S.H diharapkan dapat
membina santri dari segi ruhiyah dengan ilmu-ilmu keagamaan dan dari segi
rupiah yaitu dengan melatih santri agar dapat melakukan wirausaha. Namun untuk
pembinaan wirausaha masih belum dilakukan karena keterbatasan jumlah dan
kemampuan sumberdaya manusia (SDM) serta fasilitas pendukung yang dimiliki
pondok pesantren. Sistem pembelajaran di pondok pesantren yang cukup padat
serta terbatasnya lahan pekarangan pondok pesantren menjadi pertimbangan untuk
menerapkan budidaya tanaman dengan teknologi hidroponik sebagi upaya dalam
meningkatkan kreativitas dan jiwa agripreneur santri.
“Alhmdulilllah,
terimakasih kepada para dosen Fakultas Pertanian Universias Djuanda yang sudah
memilih ponpes al-hirjiyyah
sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat,” ungkapnya.
Pada
kesempatan yang sama Camat Cimanggu Yuki
Ramdan Priana, S.STP, MAP dan Kepala Desa Cimanggu Anton Muharrom, S.IP turut
mengapresiasi atas kegiatan pelatihan diharapkan teknologi hidroponik yang diterapkan
di ponpes al-hirjiyyah
bisa berkembang dan ditiru oleh ponpes lainnya di desa cimanggu.
Kaprodi
Agroteknologi Yuliawati, SP., M.Si menyampaikan, Dalam kegiatan pengabdian yang
dilakukan di ponpes alhirjiyyah, selain berbagi ilmu dari para dosen, akan
menitipkan 5 mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan MBKM yang direkognisi ke Kuliah Kerja Nyata (KKN) di ponpes al-hirjiyyah
selama 45 hari.
Pada sesi
penyampaian materi, para narasumber menyampaikan pengenalan media tanam,
penyakit tanaman hidroponik, sampai ke pemasaran produk hasil budidaya tanaman
hidroponik. Para santri diajarkan cara membuat nutrisi siap pakai untuk
tanaman, kemudian dilakukan pindah tanam bibit ke instalasi hidroponik.
Sistem
hidroponik yang diterapkan. Hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa
menggunakan media tanah dan dapat dilakukan pada lahan sempit dengan
pemeliharaan yang relatif mudah sehingga cocok dilakukan oleh santri yang
memiliki waktu yang terbatas untuk memelihara tanaman. Keunggulan tanaman
hidroponik ini diantaranya adalah tanaman lebih bersih, lebih segar dan
pertumbuhannya seragam.
Rencana kedepan pemasaran sayuran hidroponik di pesantren al-hirziyyah dapat dimulai kepada masyarakat di lingkungan pesantren dan keberlanjutan pemasarannya dilakukan melalui digital marketing melalui berbagai media sosial.
