[email protected] 0251-8240773
Berita

Tingkatkan Kualitas Artikel UNIDA, Dosen UNIDA diberikan Pelatihan oleh Top Scientist Dunia

Dalam rangka meningkatkan kualitas artikel Universitas Djuanda (UNIDA) Chancellor UNIDA Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengundang khusus  Dr. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng. selaku narasumber untuk memberikan pelatihan kepada Dosen pada (9/11/2022) di Ruang Senat Gedung A.  Kegiatan ini bersifat wajib dan para peserta diwajibkan membawa laptop dan menyiapkan artikel ilmiah untuk di review oleh narasumber, adapun kegiatan pelatihan penulisan artikel jurnal bereputasi dan pemrograman bibiliometrik ini dibagi kedalam 2 sesi yakni sesi Unida Reborn dan Dosen secara umum.

Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya menulis ini yang akan didorong  oleh 3  hal,

“Pertama berhubungan dengan dosen yang sedang sekolah S3, serta UNIDA reborn sebagai mesin artikelnya UNIDA paling tidak 60 tulisan selama 1 tahun, sehingga target tahun 2023 kita dapat menghasilkan 150 tulisan yang terpublish secara nasional, internasional dan scopus, kedua bagi mereka yang mau naik pangkat, ketiga yang dikerjakan oleh Dr. Asep adalah jangka pendek dan menengah  sedangkan yang dikerjakan oleh Badan Pengembangan Keilmuan bersifat jangka panjang menuju world class university,” jelas Chancellor UNIDA.

Sebagai informasi Dr. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng merupakan salah satu Top Scientist Dunia dan masuk daftar dua persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Menurut  penilaian Dr. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng, dari 244 dosen baru menghasilkan tulisan 10% sehingga semakin sedikit yang menulis.

“Secara quantity ditargetkan semua memiliki Scopus maka dari itu yang sedang kuliah S3 kita sama-sama review dan bedah jurnalnya. Jika ingin dapat Scopus harus diubah menjadi science, sehingga minggu depan dipaketkan dengan yang UNIDA reborn, selain itu sebagai syarat pengajuan guru besar saran saya tulis paper sebanyak-banyaknya, siapkan 5 artikel yang mencakup sintanya harus ada, jurnal yang tidak ada Sinta, serta jurnal pada  special issue,” pungkasnya.