[email protected] 0251-8240773
Berita

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pasca Pandemi, PBA UNIDA Bogor Selenggarakan Zoominar Nasional PTK

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Zoominar Nasional Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tema ?Meningkatkan Kualitas Pendidikan Pasca Pandemi Melalui Penelitian Tindakan Kelas?. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings pada Sabtu, 2 Juli 2022. Zoominar tersebut diisi oleh Dosen Prodi PBA UNNES Semarang, Akbar Syamsul Arifin, S.Pd., M.Pd.I dan Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNIDA Bogor, Resti Yektyastuti, M.Pd serta Dekan FAIPG UNIDA Bogor, Zahra Khusnul Latifah, M.Pd.I selaku Keynote Speaker.

Ketua Prodi PBA FAIPG UNIDA Bogor, Dr. H. Agung Muttaqien, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan selamat mengikuti kegiatan Zoominar ini bagi para peserta. Semoga ini menjadi semangat yang bisa peserta dan peserta dapat banyak mengambil pelajaran dari Zoominar ini.

?Semoga Zoominar kali ini bisa juga menjadi referensi yang sangat penting untuk didalami oleh mahasiswa dan semoga materi dalam Zoominar kali ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua,? tutur Dr. H. Agung Muttaqien, M.Pd.

Perwakilan panitia, Najiaturrohimah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terkait dengan zoominar kali ini. Tujuan Zoominar kali ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu para guru untuk memecahkan berbagai permasalah di kelas.

Selanjutnya Dekan FAIPG UNIDA Bogor, Zahra Khusul Latifah, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini tentu menjadi apresiasi yang sangat tinggi untuk Prodi PBA dan peserta yang hadir berasal dari seluruh daerah di Indonesia sehingga ini dapat dikatakan menjadi level nasional. Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah menginisiasi Zoominar kali ini. Semoga kegiatan majelis ilmu ini dapat selalu dilaksanakan dan dijaga serta dapat diikuti oleh Prodi lain di FAIPG UNIDA Bogor. Kegiatan ini merupakan luaran dari mata kuliah dan ini menjadi capaian mata kuliah diampu oleh Bu Resti.

Selanjutnya Dekan FAIPG UNIDA Bogor, Zahra Khusul Latifah, M.Pd.I dalam penyampaian materinya menyatakan bahwa karena pandemi COVID-19 dunia pendidikan sangat merasakan dampaknya karena tidak bisa bertatap muka. Oleh karena itu banyak perubahan yang terjadi untuk menyesuaikan begitu pun untuk saat ini berubah kembali ke masa psndemi sehingga pembelajaran dilaksanakan menjadi tatap muka kembali akan tetapi itu butuh tahapan penyesuaian terutama mengenai pengelolaan kelas yang butuh penyesuaian.

?Saat ini peran guru sebagai penggerak untuk mendorong transformasi pendidikan Indonesia dan peran guru saat ini yaitu mendorong peningkatan prestasi akademi murid, mengajar dengan kreatif serta mengembangkan diri secara aktif sehingga harapan peran guru sebagai penggerak diantaranya yaitu guru dapat mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, menjadi pelatih/mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat pada murid serta menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan. Capaian merdeka belajar dari guru sebagai penggerak diantaranya murid memiliki kepribadian Profil Pelajar Pancasila yang diantaranya murid beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia serta murid menjadi mandiri, bernalar kritis, ber-kebinekaan global, gotong royong dan kreatif,? tutur Zahra Khusul Latifah, M.Pd.I.

Dosen Prodi PBA UNNES Semarang, Akbar Syamsul Arifin, S.Pd., M.Pd.I dalam paparan materinya menyatakan bahwa karena masa pandemi banyak memberikan perubahan dan perkembangan dalam dunia pendidikan seperti dalam hal teknologi yang diantaranya penggunaan Zoom Cloud Meetings. Pembelajaran masa pandemi sangat berdampak bukan hanya dampak negatif saja akan tetapi membuka dampak positif seperti ruang belajar menjadi semakin luas. Akan tetapi banyak juga dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh seperti pembelajaran menjadi kurang efektif sehingga menjadi kekurangan dalam pembelajaran jarak jauh.

?Strategi pelaksanaan penelitian tindakan kelas pasca pandemi yang di mana guru merancang penelitian tindakan kelas dengan beberapa langkah sebagai berikut yang diantaranya merasakan dan menyadari masalah dalam pembelajaran, mengidentifikasi masalah yang bisa menggunakan langkah-langkah sebagai berikut yang diantaranya tuliskan semua hal yang perlu mendapatkan perhatian karena akan memberikan dampak negatif dalam pembelajaran. Pilih dan klasifikasikan masalah sesuai jenisnya, jumlah siswa yang mengalaminya dan frekuensi munculnya masalah tersebut. Setelah itu urutkan dari yang ringan, jarang terjadi dan sering dialami oleh siswa. Lalu pilih 3-5 masalah, kemudian konfirmasikan kepada guru mata pelajaran yang sama sebagai kolaborator. Dan tahap selanjutnya apabila masalah yang dikonfirmasikan  kepada kolaborator juga diakui sebagai masalah yang harus dicarikan solusinya, maka masalah tersebut layak diangkat sebagai tema PTK,? ungkap Akbar Syamsul Arifin, S.Pd., M.Pd.I.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNIDA Bogor, Resti Yektyastuti, M.Pd dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa pandemi memberikan dampak yang sangat terasa khususnya dunia pendidikan. Ada dua dampak pandemi dalam pembelajaran yang pertama yaitu dampak kurang baik dan dampak baik. Dampak kurang baik seperti learning loss, participation loss dan dampak psikososial. Dampak baik seperti pemanfaatan teknologi, metode belajar baru, dan inovasi dalam media pembelajaran.

?Cara memilih ide Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu dengan fokus pengembangan diri, fokus pada kebutuhan siswa, prioritas institusi dan ketertarikan intelektual. Dan untuk menanggulangi learning loss dan participation loss karena pembelajaran jarak jauh diantaranya dengan diagnose dengan pemetaan kemampuan belajar siswa. Selanjutnya dengan cara pendampingan siswa berkelompok berdasarkan kemampuan dapat meningkatkan hasil belajar serta dengan cara monitor yang setelah proses pengajaran. Lakukan pengukuran dan evaluasi berkala terhadap siswa untuk memantau perkembangan siswa,? ungkap Resti Yektyastuti, M.Pd.