[email protected] 0251-8240773
Berita

Tingkatkan Kualitas Proposal PKM, LPPM UNIDA Bogor Adakan Sharing Session

Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kegiatan bertajuk ?Sharing Session Peningkatan Kualitas Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)? secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting, pada Kamis (30/6/2022).

Kegiatan sharing session ini mengundang Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS selaku Reviewer Nasional serta Luthfi Ilham Ramadhani dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia sebagai narasumber, dengan diikuti oleh para Dosen di lingkungan UNIDA Bogor.

Wakil Rektor III UNIDA Bogor Dr. Ir. Ristika Handarini, MP dalam sambutannya menuturkan, penyelenggaraan kegiatan sharing session ini merupakan salah satu bentuk pendampingan bagi para dosen sebagai upaya LPPM UNIDA Bogor untuk meningkatkan kualitas proposal PKM. Dilihat dari girah para dosen yang cukup tinggi dalam penyusunan proposal PKM, diharapkan melalui kegiatan ini para dosen dapat menambah pemahaman dan wawasan mengenai penyusunan proposal PKM yang lebih baik.

?UNIDA membuka ruang sharing, kenapa? Awalnya kami pernah membuat kegiatan serupa dengan konsep webinar, tetapi kami ingin agar suasana lebih santai namun tetap efektif, maka dibuatlah ruang sharing ini bersama para dosen dengan narasumber. Semoga Bapak/Ibu dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, tidak boleh kita sia-siakan karena kita harus terus berupaya untuk meningkatkan kualitas proposal kita,? tuturnya.

Turut hadir membuka jalannya kegiatan, Rektor UNIDA Bogor Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH mengatakan bahwa kegiatan sharing session ini sangat penting bagi insan UNIDA, mengingat dalam prosesnya diperlukan adanya evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas proposal PKM.

?Hari ini kita mengadakan sharing session yang sangat penting, kita akan mendapat arahan dari para narasumber, kita dapat berdiskusi tentang bagaimana memahami dan meningkatkan kualitas proposal lebih baik. Harapannya juga para narasumber dapat menyampaikan bagaimana secara teknis penyusunan hingga pelaporan akhir PKM yang baik,? ujar Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH.

?Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Okid dan Pak Luhtfi sebagai narasumber yang kami yakin bahwa para narasumber merupakan pakar dalam bidangnya, sehingga akan mampu memberikan kontribusi pemikiran tentang topik yang menarik pada sesi diskusi ini. InsyaAllah akan sangat bermanfaat untuk kita semua, mari bersama-sama kita gali ilmu dari para narasumber,? tambahnya.

Sementara itu Prof. Dr. Okid Prama Astirin, MS dalam paparannya menyebutkan, peraturan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat telah tertuang jelas salah satunya dalam Pasal 20 ayat 2 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yang mewajibkan perguruan tinggi melaksanakan Tridarma. Permendikbud Nomor 03 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi juga memuat Standar Pengabdian kepada Masyarakat yang berlaku di seluruh negara Republik Indonesia.

?Kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat diantaranya bertujuan untuk memberikan solusi berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan, tantangan, atau persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melakukan kegiatan yang diharapkan mampu memberdayakan masyarakat pada semua strata, baik itu secara ekonomi, politik, sosial, dan budaya,? paparnya.

Prof. Dr. Okid Prama Astirin, MS mengemukakan, saat ini terjadi perubahan paradigma dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang mana mewajibkan untuk menyinergikan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

?Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat era MBKM saat ini berfokus diantaranya pada sektor Green Economy antara lain sustainability, perubahan iklim, energi dan sebagainya. Kemudian, sektor Blue Economy, seperti maritim, kelautan, perikanan. Lalu fokus mendorong kebangkitan sektor Pariwisata, juga pada Sektor Teknologi dan Alat Kesehatan untuk mendorong kemandirian bangsa. Terakhir, sektor Digital Economy guna meningkatkan pemanfaatan teknologi dan informasi Digital,? ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Luthfi Ilham Ramadhani mengatakan, peran perguruan tinggi sangatlah penting bagi pertumbuhan berkelanjutan, penyiapan sumber daya manusia yang kompetitif dan kreatif, serta menjadi tulang punggung inovasi melalui pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

?Hulu ke hilir pengembangan SDM unggul harus tersambung, jangan sampai ada mata rantai yang putus antara kompetensi yang diajarkan dengan kemajuan dan perubahan kebutuhan dunia profesi,? ujarnya.

Lebih jauh Luthfi Ilham Ramadhani menjelaskan mengenai berbagai kebijakan dan program dari DRTPM Ditjen Diktiristek Kemendikbudsitek, khususnya terkait  pengabdian pada masyarakat. Salah satunya pemanfaatan aplikasi BIMA, yakni Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang memiliki berbagai macam fitur untuk membantu para dosen ataupun perguruan tinggi dalam membuat dan mengolah usulan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

?Kami mencoba membangun ekosistem riset di perguruan tinggi dengan program-program yang diusahakan menjadi solusi dari permasalahan yang ada. Diharapkan juga bahwa output dari penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan menjadi solusi permasalahan selama ini di masyarakat,? terangnya.