Tingkatkan Publikasi, BPK UNIDA adakan Kegiatan Meet Rector and Chancellor
Badan
Pengembangan Keilmuan (BPK) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali selenggarakan
kegiatan Meet Rector and Chancellor yang
diikuti oleh para dosen UNIDA pada (21/10/2022) melalui zoom meeting, kegiatan ini diarahkan pada diskusi terkait publikasi
artikel ilmiah yang menjadi kewajban bagi semua dosen dan peneliti universitas
Djuanda.
Pada
pertemuan ini disampaikan oleh ketua BPK Prof. Dr. Mohammad Ali Fullazzaky,
Ph.D bahwa BPK akan menjadwalkan pelaksanaan program One Day For Writing Per Week bagi setiap fakultas, BPK akan
melakukan pendampingan kepada fakultas yang telah mendaftarkan diri sesuai
jadwal yang ditetapkan.
“Kegiatan
ini akan rutin dilaksanakan setiap minggu, tentu ini dilaksanakan agar menanamkan
budaya menulis di UNIDA, kegiatan ini sebagai tahap awal kita dalam membudayakan budaya menulis bagi
bapak dan ibu dosen, untuk itu saya akan
coba memaparkan beberapa komitmen yang sudah kita buat antara fakultas dan BPK
serta jadwal pelaksanaan dari setiap Fakultas,” ungkapnya
Rencananya pelaksanaan
program akan dimulai pada tanggal 25 Oktober mendatang dengan agenda kegiatan
berupa pemberian materi cara penulisan serta evaluasi akan dilaksanakan setiap
minggunya oleh BPK.
“Setiap
dosen harus mempersiapkan draft artikel dan merevisi drat tersebut. BPK akan
mendampingi dan mengawasi setiap fakultas, setiap dosen harus mengirimkan hasil
kemajuan draft artikel melaui link yang disediakan oleh BPK kemudian BPK akan
mereview hasil draft artikel dan memberikan komentar kepada setiap dosen. BPK
akan melaporkan hasil kemajuan publikasi fakultas setiap bulan kepada Rektor
Unida, diharapkan dengan adanya program ini kita akan mencoba memotivasi bapak
ibu sekalian, jika ada kesulitan dalam penulisan metodologi kami akan
mendampingi sedetail-detailnya agar
sama pemahamannya,” jelas Kepala BPK
Selain itu Rektor
Universitas Djuanda dalam sambutannya menyatakan mendukung penuh pada kegiatan
yang dilaksanakan oleh BPK, serta menghimbau fakultas untuk memperhatikan repository
UNIDA dengan mengupload karya ilmiah mahasiswa,
“Dengan
adanya kegiatan BPK yang sangat bermanfaat ini kami pimpinan Universitas sangat
mendukung kegiatan ini, jika ada kekhawatiran bahwa tulisan karya imliah itu plagiat maka ini
perlu antisipasi. Kita akan segera
membuat surat keputusan kode etik tentang penulisan karya ilmiah secara khusus
karena disini ada kewajiban kepada perguruan tinggi disebutkan pimpinan PT
wajib mengunggah secara elektronik semua karya ilmiah mahasiswa yang dilampiri
surat tidak plagiator. Kalau kita lihat di repository UNDA masih tidak sama dengan
jumlah kelulusan yang ada, saya minta kepada BPK untuk terus menanayakan mana
tesis dan skripsi maahsiswa untuk kita unggah di repository UNIDA,” kata Rektor
UNIDA
Pada
kesempatan yang sama Chancellor Universitas Djuanda Dr. H. Martin Roestamy,
SH.,MH menyampaikan bahwa siap mendukung secara materi, spiritual, moral,
jasmani dan rohani.
“Kita bekerja
dengan waktu, saya melihat data rangking yang secara terus menerus bergerak
yang menandakan reputasi Universitas kita untuk mencapai Universitas
unggul, maka harus rajin membaca
rangkingan SINTA, para dosen agar senantiasa belajar ke BPK, mesti ada inisiasi
berkarya sendiri supaya kita menjadi subjektivitas yang dihitung saya harapkan
ada bimbingan terus dari BPK kedepan agenda dilaksanakan secara luring saja,”
jelas Chancellor UNIDA.
Informasi
tambahan disampaikan oleh Dr. Rasmitadilla, ST.,M.Pd bahwa hari penulisan untuk
publikasi minggu pertama akan dilaksanakan secara luring dan dipersilahkan mengundang
mahasiswa tingkat akhir,
“Karena mahasiswa juga menentukan arah kuantitas dan kualitas publikasi kita sehingga jumlah dan kualitas publikasi UNIDA akan meningkat, BPK akan mengembangkan orisinalitas tulisan, plagiat ini harus dingatkan dan diwaspadai bahkan gelar professor pun pernah dicabut, kami dari BPK belum mengecek apakah setiap mahasiswa yang akan melakukan sidang akhir apakah sudah di cek plagiarism nya, seharusnya sudah dicek ketika mahasiswa sudah mengikuti sidang maka laporan penelitiannya sudah bebas plagiarisme. Mudah-mudahan kita bisa saling belajar dan saling diskusi,” pungkasnya.
