[email protected] 0251-8240773
Berita

Tingkatkan Publikasi, BPK UNIDA adakan Kegiatan Meet Rector and Chancellor

Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali selenggarakan kegiatan Meet Rector and Chancellor yang diikuti oleh para dosen UNIDA pada (21/10/2022) melalui zoom meeting, kegiatan ini diarahkan pada diskusi terkait publikasi artikel ilmiah yang menjadi kewajban bagi semua dosen dan peneliti universitas Djuanda.

Pada pertemuan ini disampaikan oleh ketua BPK Prof. Dr. Mohammad Ali Fullazzaky, Ph.D bahwa BPK akan menjadwalkan pelaksanaan program One Day For Writing Per Week bagi setiap fakultas, BPK akan melakukan pendampingan kepada fakultas yang telah mendaftarkan diri sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap minggu, tentu ini dilaksanakan agar menanamkan budaya menulis di UNIDA, kegiatan ini sebagai  tahap awal  kita dalam membudayakan budaya menulis bagi bapak dan ibu dosen,  untuk itu saya akan coba memaparkan beberapa komitmen yang sudah kita buat antara fakultas dan BPK serta jadwal pelaksanaan dari setiap Fakultas,” ungkapnya

Rencananya pelaksanaan program akan dimulai pada tanggal 25 Oktober mendatang dengan agenda kegiatan berupa pemberian materi cara penulisan serta evaluasi akan dilaksanakan setiap minggunya oleh BPK.

“Setiap dosen harus mempersiapkan draft artikel dan merevisi drat tersebut. BPK akan mendampingi dan mengawasi setiap fakultas, setiap dosen harus mengirimkan hasil kemajuan draft artikel melaui link yang disediakan oleh BPK kemudian BPK akan mereview hasil draft artikel dan memberikan komentar kepada setiap dosen. BPK akan melaporkan hasil kemajuan publikasi fakultas setiap bulan kepada Rektor Unida, diharapkan dengan adanya program ini kita akan mencoba memotivasi bapak ibu sekalian, jika ada kesulitan dalam penulisan metodologi kami akan mendampingi sedetail-detailnya agar sama pemahamannya,” jelas Kepala BPK

Selain itu Rektor Universitas Djuanda dalam sambutannya menyatakan mendukung penuh pada kegiatan yang dilaksanakan oleh BPK, serta menghimbau fakultas untuk memperhatikan repository UNIDA dengan mengupload karya ilmiah mahasiswa,

“Dengan adanya kegiatan BPK yang sangat bermanfaat ini kami pimpinan Universitas sangat mendukung kegiatan ini, jika ada kekhawatiran bahwa  tulisan karya imliah itu plagiat maka ini perlu antisipasi. Kita  akan segera membuat surat keputusan kode etik tentang penulisan karya ilmiah secara khusus karena disini ada kewajiban kepada perguruan tinggi disebutkan pimpinan PT wajib mengunggah secara elektronik semua karya ilmiah mahasiswa yang dilampiri surat tidak plagiator. Kalau kita lihat di repository UNDA masih tidak sama dengan jumlah kelulusan yang ada, saya minta kepada BPK untuk terus menanayakan mana tesis dan skripsi maahsiswa untuk kita unggah di repository UNIDA,” kata Rektor UNIDA

Pada kesempatan yang sama Chancellor Universitas Djuanda Dr. H. Martin Roestamy, SH.,MH menyampaikan bahwa siap mendukung secara materi, spiritual, moral, jasmani dan rohani.

“Kita bekerja dengan waktu, saya melihat data rangking yang secara terus menerus bergerak yang menandakan reputasi Universitas kita untuk mencapai Universitas unggul,  maka harus rajin membaca rangkingan SINTA, para dosen agar senantiasa belajar ke BPK, mesti ada inisiasi berkarya sendiri supaya kita menjadi subjektivitas yang dihitung saya harapkan ada bimbingan terus dari BPK kedepan agenda dilaksanakan secara luring saja,” jelas Chancellor UNIDA.

Informasi tambahan disampaikan oleh Dr. Rasmitadilla, ST.,M.Pd bahwa hari penulisan untuk publikasi minggu pertama akan dilaksanakan secara luring dan dipersilahkan mengundang mahasiswa tingkat akhir,

“Karena mahasiswa juga menentukan arah kuantitas dan kualitas publikasi kita sehingga jumlah dan kualitas publikasi UNIDA akan meningkat, BPK akan mengembangkan orisinalitas tulisan, plagiat ini harus dingatkan dan diwaspadai bahkan gelar professor pun pernah dicabut, kami dari BPK belum mengecek apakah setiap mahasiswa yang akan melakukan sidang akhir apakah sudah di cek plagiarism nya, seharusnya sudah dicek ketika mahasiswa sudah mengikuti sidang maka laporan penelitiannya sudah bebas plagiarisme. Mudah-mudahan kita bisa saling belajar dan saling diskusi,” pungkasnya.